33.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Sinergitas Kemenag -BNI – Accor, Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi

MANADOPOST.ID—Kamis (25/2), Kementerian Perdagangan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Group Perhotelan Accor PT AAPC Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama mengenai Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerjasama yang dilakukan di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur dan Jawa Barat.

Dia pun menuturkan esensi dari pemberdayaan UMKM. Menurutnya, UMKM merupakan landasan perekonomian suatu negara, karena bisa menggerakan dan mendorong perputaran uang dari bawah.

“Sehingga kita harus mendukung dan memberikan insentif bagi pelaku UMKM agar mereka terus berkreasi dan lebih masif lagi penjualannya, serta bisa menembus pasaran ekspor,” tekannya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara itu, Pemimpin Wilayah 11 Manado PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Koko Prawira Butar-Butar melalui Head of Networking and Services Dr Ferry Sinaga menjelaskan, peran BNI di era digital dalam pengembangan UMKM ialah dalam hal digitalisasi pembayaran, bertindak sebagai konsultan uasaha dan penyaluran pembiayaan UMKM, dan pengembangan bisnis rintisan melalui Agen46.

Dia membeber, BNI telah mendukung digitalisasi pembayaran ritel melalui EDC merchant, QR Code Payment serta eRetribusi di pasar rakyat. Digitalisasi pembayaran ini turut mendukung protokol Covid-19 yang mengurangi kontak fisik antara pembeli dan penjual.

Sedangkan, melalui penyaluran pembiayaan KUR kepada para UMKM, diharapkan UMKM dapat memanfaatkan akses pembiayaan perbankan untuk meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pembeli, dan pada akhirnya meningkatkan omzet penjualannya.

“Sementara melalui Agen46, pelaku UMKM dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang BNI. Agen46 memberikan layanan perbankan pembukaan rekening, tarik tunai dan transfer uang, hingga pembayaran pajak. Hal ini berdampak pada pemerataan edukasi keuangan serta meningkatkan jumlah UMKM yang bankable,” jelasnya.

Sinaga menegaskan, sebagai dukungan BNI terhadap program pengembangan UMKM di Sulut, BNI menyalurkan KUR Ritel pada dua pelaku UMKM masing-masing sebesar Rp500 juta. “BNI akan terus mendukung UMKM,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Ida Rustini, menyebutkan khusus untuk di Sulut kerjasama bersama Accor Group ini melibatkan tiga Hotel yakni Novotel Manado, Ibis Hotel Manado dan Mercure Hotel dengan menggandeng 55 UMKM yang memiliki produk berkualitas. ” 2023 nanati kami menargetkan 30 juta UMKM akan on boarding,” tukasnya.

Terpisah, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons menyampaikan rasa hormatnya karena bisa terus mendukung Pemerintah Indonesia dan para pelaku UMKM selama masa pandemi. “Kami siap untuk mempromosikan dan memanfaatkan produk UMKM yang telah dikurasi di Sulut serta provinsi-provinsi lain sebelumnya,” tutupnya. (ayu)

MANADOPOST.ID—Kamis (25/2), Kementerian Perdagangan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan Group Perhotelan Accor PT AAPC Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama mengenai Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerjasama yang dilakukan di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur dan Jawa Barat.

Dia pun menuturkan esensi dari pemberdayaan UMKM. Menurutnya, UMKM merupakan landasan perekonomian suatu negara, karena bisa menggerakan dan mendorong perputaran uang dari bawah.

“Sehingga kita harus mendukung dan memberikan insentif bagi pelaku UMKM agar mereka terus berkreasi dan lebih masif lagi penjualannya, serta bisa menembus pasaran ekspor,” tekannya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah 11 Manado PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Koko Prawira Butar-Butar melalui Head of Networking and Services Dr Ferry Sinaga menjelaskan, peran BNI di era digital dalam pengembangan UMKM ialah dalam hal digitalisasi pembayaran, bertindak sebagai konsultan uasaha dan penyaluran pembiayaan UMKM, dan pengembangan bisnis rintisan melalui Agen46.

Dia membeber, BNI telah mendukung digitalisasi pembayaran ritel melalui EDC merchant, QR Code Payment serta eRetribusi di pasar rakyat. Digitalisasi pembayaran ini turut mendukung protokol Covid-19 yang mengurangi kontak fisik antara pembeli dan penjual.

Sedangkan, melalui penyaluran pembiayaan KUR kepada para UMKM, diharapkan UMKM dapat memanfaatkan akses pembiayaan perbankan untuk meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pembeli, dan pada akhirnya meningkatkan omzet penjualannya.

“Sementara melalui Agen46, pelaku UMKM dapat mengakses layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang BNI. Agen46 memberikan layanan perbankan pembukaan rekening, tarik tunai dan transfer uang, hingga pembayaran pajak. Hal ini berdampak pada pemerataan edukasi keuangan serta meningkatkan jumlah UMKM yang bankable,” jelasnya.

Sinaga menegaskan, sebagai dukungan BNI terhadap program pengembangan UMKM di Sulut, BNI menyalurkan KUR Ritel pada dua pelaku UMKM masing-masing sebesar Rp500 juta. “BNI akan terus mendukung UMKM,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Ida Rustini, menyebutkan khusus untuk di Sulut kerjasama bersama Accor Group ini melibatkan tiga Hotel yakni Novotel Manado, Ibis Hotel Manado dan Mercure Hotel dengan menggandeng 55 UMKM yang memiliki produk berkualitas. ” 2023 nanati kami menargetkan 30 juta UMKM akan on boarding,” tukasnya.

Terpisah, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons menyampaikan rasa hormatnya karena bisa terus mendukung Pemerintah Indonesia dan para pelaku UMKM selama masa pandemi. “Kami siap untuk mempromosikan dan memanfaatkan produk UMKM yang telah dikurasi di Sulut serta provinsi-provinsi lain sebelumnya,” tutupnya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/