29.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Dukung Konservasi Alam, Pertamina Lepas 13 Yaki di Gunung Ambang

MANADOPOST.ID—Setelah melalui proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Rabu (25/11) kemarin,  PT Pertamina (Persero), bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut dan Yayasan Masarang melepasliarkan 13 ekor Monyet Hitam atau Yaki macaca nigra di kawasan konservasi TWA Gunung Ambang Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Terpantau, pelepasliaran ini dilakukan secara langsung oleh VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, Kepala BKSDA Sulut, Ir Noel Layuk Allo MM, Camat Kecamatan Modayag, Sudikromo, Ketua Yayasan Masarang, Hasudungan Pakpahan serta Manajemen Pertamina Geothermal Energy Area Geothermal Lahendong dan Integrated Terminal Bitung Pertamina Regional Sulawesi.

Pada kesempatan itu ,Arya Dwi Paramita mengatakan, momen pelepasliaran Yaki ini menjadi rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina ke-63 serta peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional yang jatuh pada tanggal 5 November lalu.

Lanjutnya, hal itu masuk dalam program CSR Konservasi Yaki di bawah Integrated Terminal Bitung Pertamina Regional Sulawesi dan PGE Area Lahendong yang sudah berjalan dari tahun 2017.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia menyebutkan, program CSR Pertamina terdiri dari 4 pilar yaitu salah satunya adalah konservasi keanekaragaman hayati yang masuk pada pilar Pertamina Hijau. Yang merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada pelestarian flora dan fauna, dimana saat ini Pertamina memiliki 55 program konservasi sejenis yang dilaksanakan oleh unit operasi Pertamina di seluruh Indonesia.

“Tentunya jenis flora dan fauna endemik menyesuaikan kondisi wilayah masing – masing baik secara geografis wilayah maupun lokasi operasional bisnis Pertamina.” terangnya.

Pada konservasi Yaki ini, sambungnya, Pertamina memberikan dukungan berupa dukungan pembibitan pohon pakan alami yaki, dukungan medical check up untuk animal keeper untuk meminimalisir resiko zoonosis serta pembuatan kandang habituasi untuk Pelepasliaran Yaki di Gunung Ambang.

“Selain itu, Pertamina bersama Yayasan Masarang memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Tasikoki Conservation Camp dan Pendidikan Konservasi serta sosialisasi ke sekolah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam melindungi satwa langka,” bebeenya.

Dia menuturkan, tahun lalu, Pertamina menyelenggarakan event tahunan Eco Run sebagai kegiatan charity menjelang HUT Pertamina dalam bentuk event berlari yang hasil donasinya diberikan untuk kepedulian kepada lingkungan, salah satunya yaitu donasi untuk konservasi monyet Yaki yang saat itu menjadi maskot tema tahunan. Kegiatan tersebut berhasil menggalang donasi hingga 400 juta. Sehingga, total bantuan CSR pertamina untuk mendukung konservasi Yaki sejak tahun 2017 hingga sekarang yaitu sebesar 550 juta,” katanya, sembari menambahkan, hasil penggalangan donasi dari kegiatan Eco Run dimanfaatkan untuk program pemeriksaan Yaki untuk dilepasliarkan, program pelepasliaran, program edukasi, pemugaran kandang dan penyediaan peralatan medis klinik.

“Sebagai salah satu contoh Konservasi Yaki ini, kami berharap dapat menciptakan ekosistem konservasi yang terintegrasi,”harapnya. (ayu)

MANADOPOST.ID—Setelah melalui proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Rabu (25/11) kemarin,  PT Pertamina (Persero), bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut dan Yayasan Masarang melepasliarkan 13 ekor Monyet Hitam atau Yaki macaca nigra di kawasan konservasi TWA Gunung Ambang Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Terpantau, pelepasliaran ini dilakukan secara langsung oleh VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, Kepala BKSDA Sulut, Ir Noel Layuk Allo MM, Camat Kecamatan Modayag, Sudikromo, Ketua Yayasan Masarang, Hasudungan Pakpahan serta Manajemen Pertamina Geothermal Energy Area Geothermal Lahendong dan Integrated Terminal Bitung Pertamina Regional Sulawesi.

Pada kesempatan itu ,Arya Dwi Paramita mengatakan, momen pelepasliaran Yaki ini menjadi rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Pertamina ke-63 serta peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional yang jatuh pada tanggal 5 November lalu.

Lanjutnya, hal itu masuk dalam program CSR Konservasi Yaki di bawah Integrated Terminal Bitung Pertamina Regional Sulawesi dan PGE Area Lahendong yang sudah berjalan dari tahun 2017.

Dia menyebutkan, program CSR Pertamina terdiri dari 4 pilar yaitu salah satunya adalah konservasi keanekaragaman hayati yang masuk pada pilar Pertamina Hijau. Yang merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada pelestarian flora dan fauna, dimana saat ini Pertamina memiliki 55 program konservasi sejenis yang dilaksanakan oleh unit operasi Pertamina di seluruh Indonesia.

“Tentunya jenis flora dan fauna endemik menyesuaikan kondisi wilayah masing – masing baik secara geografis wilayah maupun lokasi operasional bisnis Pertamina.” terangnya.

Pada konservasi Yaki ini, sambungnya, Pertamina memberikan dukungan berupa dukungan pembibitan pohon pakan alami yaki, dukungan medical check up untuk animal keeper untuk meminimalisir resiko zoonosis serta pembuatan kandang habituasi untuk Pelepasliaran Yaki di Gunung Ambang.

“Selain itu, Pertamina bersama Yayasan Masarang memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Tasikoki Conservation Camp dan Pendidikan Konservasi serta sosialisasi ke sekolah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam melindungi satwa langka,” bebeenya.

Dia menuturkan, tahun lalu, Pertamina menyelenggarakan event tahunan Eco Run sebagai kegiatan charity menjelang HUT Pertamina dalam bentuk event berlari yang hasil donasinya diberikan untuk kepedulian kepada lingkungan, salah satunya yaitu donasi untuk konservasi monyet Yaki yang saat itu menjadi maskot tema tahunan. Kegiatan tersebut berhasil menggalang donasi hingga 400 juta. Sehingga, total bantuan CSR pertamina untuk mendukung konservasi Yaki sejak tahun 2017 hingga sekarang yaitu sebesar 550 juta,” katanya, sembari menambahkan, hasil penggalangan donasi dari kegiatan Eco Run dimanfaatkan untuk program pemeriksaan Yaki untuk dilepasliarkan, program pelepasliaran, program edukasi, pemugaran kandang dan penyediaan peralatan medis klinik.

“Sebagai salah satu contoh Konservasi Yaki ini, kami berharap dapat menciptakan ekosistem konservasi yang terintegrasi,”harapnya. (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/