24.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pelepasan Yaki Sukses, Pemkab Boltim Apresiasi Pertamina

- Advertisement -

MANADOPOST.ID— Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mendukung penuh program CSR Pertamina dalam melindungi satwa liar.

Kepala BKSDA Sulut Ir Noel Layuk Allo menegaskan, Yaki merupakan hasil penyelamatan dari perdagangan satwa dan evakuasi dari kepemilikan illegal oleh BKSDA Sulut.

“Pelepasliaran Yaki ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari PT Pertamina bersama BKSDA Sulut dan beberapa mitra kerja seperti, Yayasan Masarang – PPS Tasikoki, EPASS Tangkoko, Macaca Nigra Project (MNP), dan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI),” sebutnya.

Dia membeber, sebelum dilepas, 15 November lalu, kelompok Yaki ini dipindahkan ke kandang pelepasliaran di TWA Gunug Ambang untuk menjalani proses habituasi agar bisa beradaptasi dengan lingkungan baru sebelum mereka benar-benar akan bebas di alam liar.

- Advertisement -

“Sehingga, semua Yaki yang dilepas sudah benar-benar liar untuk ada di alam bebas, ” katanya memastikan.

Noel menjelaskan di Indonesia, Yaki merupakan satwa yang dilindungi sebagaimana tertuang dalam UU. No. 5 Tahun 1990. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui SK Dirjen KSDAE No. 180/IV-KKH/2015 telah menetapkan Yaki sebagai salah satu jenis dari 25 jenis satwa terancam punah prioritas yang perlu ditingkatkan populasinya.

“Kegiatan Pelepasliaran Yaki (Macaca nigra) ini diharapkan dapat menambah populasi Yaki liar di alam sehingga dapat menjadi sarana edukasi dan juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap satwa liar. Jika upaya konservasi Yaki tidak dilakukan dari sekarang maka Yaki akan semakin terancam dan mendekati ambang kepunahan,”tutupnya.

Di sisi lain, Sudikromo, selaku Camat Kecamatan Modayag mengapresiasi Pertamina dan pemerintah dengan dilakukannya pelepasliaran Yaki ini.

“Pemerintah harus sinergi, berbagai elemen dan lembaga melalui acara ini mendukung program ini. Dengan dilepasliarkan Yaki diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Liberia Timur. Berharap dengan kegiatan semacam ini dapat dipertahankan, masyarakat dapat merawat dan mengembangkan. Mari kita semua bertanggungjawab, ciptaan Tuhan harus dijaga bersama,”tandasnya (*/ayu)

MANADOPOST.ID— Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mendukung penuh program CSR Pertamina dalam melindungi satwa liar.

Kepala BKSDA Sulut Ir Noel Layuk Allo menegaskan, Yaki merupakan hasil penyelamatan dari perdagangan satwa dan evakuasi dari kepemilikan illegal oleh BKSDA Sulut.

“Pelepasliaran Yaki ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari PT Pertamina bersama BKSDA Sulut dan beberapa mitra kerja seperti, Yayasan Masarang – PPS Tasikoki, EPASS Tangkoko, Macaca Nigra Project (MNP), dan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI),” sebutnya.

Dia membeber, sebelum dilepas, 15 November lalu, kelompok Yaki ini dipindahkan ke kandang pelepasliaran di TWA Gunug Ambang untuk menjalani proses habituasi agar bisa beradaptasi dengan lingkungan baru sebelum mereka benar-benar akan bebas di alam liar.

“Sehingga, semua Yaki yang dilepas sudah benar-benar liar untuk ada di alam bebas, ” katanya memastikan.

Noel menjelaskan di Indonesia, Yaki merupakan satwa yang dilindungi sebagaimana tertuang dalam UU. No. 5 Tahun 1990. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui SK Dirjen KSDAE No. 180/IV-KKH/2015 telah menetapkan Yaki sebagai salah satu jenis dari 25 jenis satwa terancam punah prioritas yang perlu ditingkatkan populasinya.

“Kegiatan Pelepasliaran Yaki (Macaca nigra) ini diharapkan dapat menambah populasi Yaki liar di alam sehingga dapat menjadi sarana edukasi dan juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap satwa liar. Jika upaya konservasi Yaki tidak dilakukan dari sekarang maka Yaki akan semakin terancam dan mendekati ambang kepunahan,”tutupnya.

Di sisi lain, Sudikromo, selaku Camat Kecamatan Modayag mengapresiasi Pertamina dan pemerintah dengan dilakukannya pelepasliaran Yaki ini.

“Pemerintah harus sinergi, berbagai elemen dan lembaga melalui acara ini mendukung program ini. Dengan dilepasliarkan Yaki diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Liberia Timur. Berharap dengan kegiatan semacam ini dapat dipertahankan, masyarakat dapat merawat dan mengembangkan. Mari kita semua bertanggungjawab, ciptaan Tuhan harus dijaga bersama,”tandasnya (*/ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/