25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Tiga Tahun, 1.890 PMI Sulut `Hijrah` ke Berbagai Negara

MANADOPOST.ID— Selang 2017 hingga 2020, tercatat ada 1.890 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sulawesi Utara (Sulut) ‘hijrah’ ke berbagai negara.

Hal ini dibeberkan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado Hendra Makalalag. “Setiap tahun terus mengalami peningkatan. Untuk 2021 ini target kita 1.000 PMI yang akan dikirimkan,” sebutnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (26/1).

Hendra pun membeber, penguasaan bahasa asing masih menjadi kendala bagi para PMI. Oleh karena itu, pihaknya gencar melakukan koordinasi dengan pemerintah, mulai dari Gubernur hingga Bupati dan Wali Kota untuk melaksanakan Pendidikan dan pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), sesuai dengan amanat Undang- Undang Nomor 18 Pasal 40.

“Amanat Undang- Undang tersebut dijelaskan tentang peran pemerintah provinsi dan Kabupaten/ Kota dalam mendanai pelatihan para CPMI. Hal ini yang sedang kami koordinasikan. Karena banyak pencari kerja yang ingin ikut pelatihan atau kursus bahasa tapi terkendala biaya. Jika pemerintah mendanai pasti yang ikut semakin banyak,” tekannya.

Dia pun berharap, koordinasi tersebut bisa berjalan dengan baik agar pemerintah yang ada di setiap daerah akan memasifkan minat para CPMI. “Permintaan PMI itu banyak. Khususnya dari negara Jepang. Tapi harus kuasai Bahasa, jika tidak bisa dipulangkan. Rata- rata pekerja kita skilnya sudah bagus, Bahasa asingnya yang masih kurang,” akunya.

Lelaki kelahiran Bolmong itu pun meyakini, jika pelatihan secara gratis bisa dilakukan pasti akan membantu masyarakat Sulut, khususnya para pencari kerja. Serta menekan angka pengangguran, yang masih sangat tinggi.

“Menurut basis data lebih dari 31 ribu sarjana mulai dari D1,D2,D3 hingga S1 masih menganggur, sementara lulusan SMA/sederajat jumlahnya ada 71 ribuan. Ditambah pandemi Covid-19, banyak pekerja yang dirumahkan bahkan terkena PHK. Untuk keluar dari masalah pengangguran ini, salah satu caranya adalah menjadi pekerja di luar negeri. Oleh karena itu, kemampuan CPMI harus ditingkatkan melalui pelatihan,” katanya.

Di sisi lain, Kepala BP2MI RI, Benny Ramdhani, menuturkan, sejak 2019 lalu, Negara Jepang membutuhkan 345 ribu pekerja untuk sektor perawat dengan standar gaji yang sangat tinggi.

“Peluang kerja sangat terbuka lebar. Saya telah membawa langsung RSO dari KOBA dan Jayadi Global yang menangani penempatan pekerja Indonesia ke Negara Sakura tersebut. Saya harap semua para pencari kerja khususnya lulusan perawat bisa memanfaatkan kesempatan ini,” tutupnya. (ayu)

Artikel Terbaru