26 C
Manado
Sabtu, 31 Oktober 2020

Survei BPS, Tingkat Penerapan Protokol Kesehatan Masih Rendah

MANADOPOST.ID— Tingkat penerapan protokol kesehatan di berbagai tempat publik di masa pandemi Covid-19 ini, masih menunjukan hasil persentase yang rendah. Padahal, protokol kesehatan, merupakan cara ampuh untuk menekan penyebaran Covid-19. Juga menjadi kunci awal kebangkitan ekonomi Indonesia.

Hal ini terlihat dari hasil survei online yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 7 hingga 14 September. Dengan jumlah responden sebanyak 90.967. Yang terdiri dari 44,77 persen laki-laki, dan 55,23 persen perempuan.

Kepala BPS Indonesia Suhariyanto mengakui, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, masih banyak tempat- tempat yang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan. Salah satunya pasar tradisional. “Protokol kesehatan di pasar tradisional masih sangat rendah, dari lima kategori tempat yang menjadi objek survei, (lihat grafis).

Dia menjelaskan, survei yang dilakukan tersebut untuk melihat tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengikuti protokol ksehatan.

“Untuk memutuskan sebuah kebijakan, pemerintah membutuhkan data yang ril. Sehingga BPS terus melakukan survei, terhadap tingkat kepatuhan yang ada, agar nantinya kebijakan yang akan diambil pemerintah bisa tepat dan sesuai kondisi yang ada,” katanya.

Dia tak menampik, melakukan survei saat pandemi Covid-19 memang membuhkan usaha yang keras, karena tidak semua masyarakat mau menjadi responden. Namun dia bersyukur dari 90 ribu responden, 50 persen lainnya bersedia untuk dilakukan survei kedua.

“Dari hasil survei, secara umum cukup menggembirakan, namun masih perlu ditingkatkan. Sehingga sosialisasi harus ditingkatkan, agar banyak instansi dan masyarakat yang benar- benar patuh terhadap protokol kesehatan. Ini menjadi perhatian bersama, untuk menekan penyebaran,” tekannya.

Dia menyebut, dari hasil survei, ada tiga hal yang mempengaruhi kurangnya kepatuhan. Antara lain, tidak yang diterapkan pemerintah masih kurang keras, menganggu pekerjaan, dan tidak ada contoh dari pimpinan di lingkungan sekitar.

“Sehingga dari hasil survei ini, kita memberikan gambaran kepada Satgas Covid dan juga pemerintah, agar proses pencegahan bisa terlaksanan dengan baik dan tepat mulai dari Pusat hingga ke desa- desa,” tutupnya. (ayu)

-

Artikel Terbaru

Selisih dengan CEP-SSL 40%, Ini Alasan OD-SK Tetap Perkasa

MANADOPOST.ID—Petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw sangat perkasa. Tingkat elektabilitas mencapai 64,3. Selisih dengan jawara kedua Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) capai 40 persen. Di mana paslon nomor urut 1 ini hanya mendapat 22,3 persen.

LSI: OD-SK Unggul 64,3

MANADOPOST.ID—Kurang dari dua bulan pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang, pasangan incumbent Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) tetap bertengger di posisi pertama.

Pjs Bupati Minsel Warning Kepsek

MANADOPOST.ID—Pjs Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Meiki Onibala, kembali mengeluarkan warning keras. Kali ini, diarahkan ke kepala sekolah (kepsek) di Minsel. Terkait sikap dalam menghadapi kontestasi Pilkada 2020.

Ketua Bapilu Demokrat Dukung JPAR-Ai

MANADOPOST.ID--Target utama Partai Demokrat merebut kemenangan di Kota Manado sepertinya tak didukung kader sendiri. Teranyar, Ketua Bapilu Demokrat Sulut Darmawati Dareho memilih mendukung pasangan calon Julyeta Paulina Amelia Runtuwene-Harley Mangindaan (JPAR-Ai). Dibanding memenangkan Ketua Demokrat Sulut Mor Bastiaan yang berpasangan dengan Hanny Joost Pajouw.

Anggaran JKN-KIS Minahasa Digeser Tangani Covid-19

MANADOPOST.ID—Pandemi Covid-19 di Kabupaten Minahasa berdampak pada pergeseran anggaran. Salah satunya pergeseran anggaran yang dilakukan terhadap pembayaran iuran BPJS Kesehatan.