alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 24 Oktober 2021
spot_img

Survei BPS, Tingkat Penerapan Protokol Kesehatan Masih Rendah

MANADOPOST.ID— Tingkat penerapan protokol kesehatan di berbagai tempat publik di masa pandemi Covid-19 ini, masih menunjukan hasil persentase yang rendah. Padahal, protokol kesehatan, merupakan cara ampuh untuk menekan penyebaran Covid-19. Juga menjadi kunci awal kebangkitan ekonomi Indonesia.

Hal ini terlihat dari hasil survei online yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 7 hingga 14 September. Dengan jumlah responden sebanyak 90.967. Yang terdiri dari 44,77 persen laki-laki, dan 55,23 persen perempuan.

Kepala BPS Indonesia Suhariyanto mengakui, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, masih banyak tempat- tempat yang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan. Salah satunya pasar tradisional. “Protokol kesehatan di pasar tradisional masih sangat rendah, dari lima kategori tempat yang menjadi objek survei, (lihat grafis).

Dia menjelaskan, survei yang dilakukan tersebut untuk melihat tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengikuti protokol ksehatan.

“Untuk memutuskan sebuah kebijakan, pemerintah membutuhkan data yang ril. Sehingga BPS terus melakukan survei, terhadap tingkat kepatuhan yang ada, agar nantinya kebijakan yang akan diambil pemerintah bisa tepat dan sesuai kondisi yang ada,” katanya.

Dia tak menampik, melakukan survei saat pandemi Covid-19 memang membuhkan usaha yang keras, karena tidak semua masyarakat mau menjadi responden. Namun dia bersyukur dari 90 ribu responden, 50 persen lainnya bersedia untuk dilakukan survei kedua.

“Dari hasil survei, secara umum cukup menggembirakan, namun masih perlu ditingkatkan. Sehingga sosialisasi harus ditingkatkan, agar banyak instansi dan masyarakat yang benar- benar patuh terhadap protokol kesehatan. Ini menjadi perhatian bersama, untuk menekan penyebaran,” tekannya.

Dia menyebut, dari hasil survei, ada tiga hal yang mempengaruhi kurangnya kepatuhan. Antara lain, tidak yang diterapkan pemerintah masih kurang keras, menganggu pekerjaan, dan tidak ada contoh dari pimpinan di lingkungan sekitar.

“Sehingga dari hasil survei ini, kita memberikan gambaran kepada Satgas Covid dan juga pemerintah, agar proses pencegahan bisa terlaksanan dengan baik dan tepat mulai dari Pusat hingga ke desa- desa,” tutupnya. (ayu)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru