26.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Pandemi Covid-19, Ini Daftar Bantuan untuk Warga Sulut

MANADOPOST.ID- Sulawesi Utara (Sulut) sedang dilanda kondisi sulit. Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) menghantam semua sub sektor ekonomi Bumi Nyiur Melambai.

Terkait itu, Sekretaris Dinas Sosial Daerah Sulut Frederick Umboh mengungkapkan, dalam rangka penanganan Covid-19, bantuan reguler yang sasarannya keluarga miskin, tetap jalan. Namun ada juga program BLT, PKH serta bantuan sembako. Umboh mengatakan, karyawan yang dirumahkan harus ada dalam data terpadu kesejahteraan sosial. Dengan syarat tidak menerima program lain.

Lanjutnya, berdasarkan kebijakan pemerintah pusat, ada bantuan sembako, yang di dalamnya ada beras, ikan kaleng. Yang pasti untuk kebutuhan pokok pangan ditambah dengan masker.

“Sasarannya adalah masyarakat. Dalam hal ini keluarga dan bukan perorangan. Pendekatan yang dilakukan melalui lembaga keagamaan. Karyawan yang kena PHK bisa menerima bantuan dengan jalur keagamaan. Tidak menutup kemungkinan, ada satu keluarga yang mendapatkan PHK secara bersama. Sedangkan bantuan sembako kita siapkan ada 250 ribu paket sembako. Posisi sekarang 32 ribu yang telah tersalurkan. BLT itu langsung dari pemerintah pusat dengan 110 ribu keluarga penerima, mereka yang menerima sudah ada dalam data terpadu kesejahteraan sosial. Itu bukan nama baru. Data itu kemudian di kirim ke kabupaten/kita untuk melakukan verifikasi,” imbuhnya, dalam diskusi virtual yang digagas Manado Post (MP), kemarin. Diskusi yang dipandu Pemimpin Redaksi MP Tommy Waworundeng bertajuk ‘Jaring Pengaman Sosial (JPS), Bansos dan UMKM: Mengatasi Kemiskinan di Masa Pandemi’.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Umboh merinci, BLT senilai Rp600 ribu per bulan diberikan dalam bentuk uang tunai. Sedangkan bantuan sembako senilai Rp200 ribu per bulan. Menurutnya, usulan pelaku UMKM agar dilibatkan dalam satu paket sembako akan dibahas secara dalam dengan pimpinan. Diungkapkannya, data Dinsos hanya terkait program bantuan. Tidak diberikan akses untuk mengukur angka naik atau turunnya kemiskinan.

“Data yang ada di Dinsos adalah data, kesuksesan program. Saat ini data kita itu by name by address. Kita akan pajang data semua penerima bantuan wilayah yang bersangkutan. Itu nantinya akan kita publikasikan,” imbuhnya.(ewa)

MANADOPOST.ID- Sulawesi Utara (Sulut) sedang dilanda kondisi sulit. Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) menghantam semua sub sektor ekonomi Bumi Nyiur Melambai.

Terkait itu, Sekretaris Dinas Sosial Daerah Sulut Frederick Umboh mengungkapkan, dalam rangka penanganan Covid-19, bantuan reguler yang sasarannya keluarga miskin, tetap jalan. Namun ada juga program BLT, PKH serta bantuan sembako. Umboh mengatakan, karyawan yang dirumahkan harus ada dalam data terpadu kesejahteraan sosial. Dengan syarat tidak menerima program lain.

Lanjutnya, berdasarkan kebijakan pemerintah pusat, ada bantuan sembako, yang di dalamnya ada beras, ikan kaleng. Yang pasti untuk kebutuhan pokok pangan ditambah dengan masker.

“Sasarannya adalah masyarakat. Dalam hal ini keluarga dan bukan perorangan. Pendekatan yang dilakukan melalui lembaga keagamaan. Karyawan yang kena PHK bisa menerima bantuan dengan jalur keagamaan. Tidak menutup kemungkinan, ada satu keluarga yang mendapatkan PHK secara bersama. Sedangkan bantuan sembako kita siapkan ada 250 ribu paket sembako. Posisi sekarang 32 ribu yang telah tersalurkan. BLT itu langsung dari pemerintah pusat dengan 110 ribu keluarga penerima, mereka yang menerima sudah ada dalam data terpadu kesejahteraan sosial. Itu bukan nama baru. Data itu kemudian di kirim ke kabupaten/kita untuk melakukan verifikasi,” imbuhnya, dalam diskusi virtual yang digagas Manado Post (MP), kemarin. Diskusi yang dipandu Pemimpin Redaksi MP Tommy Waworundeng bertajuk ‘Jaring Pengaman Sosial (JPS), Bansos dan UMKM: Mengatasi Kemiskinan di Masa Pandemi’.

Umboh merinci, BLT senilai Rp600 ribu per bulan diberikan dalam bentuk uang tunai. Sedangkan bantuan sembako senilai Rp200 ribu per bulan. Menurutnya, usulan pelaku UMKM agar dilibatkan dalam satu paket sembako akan dibahas secara dalam dengan pimpinan. Diungkapkannya, data Dinsos hanya terkait program bantuan. Tidak diberikan akses untuk mengukur angka naik atau turunnya kemiskinan.

“Data yang ada di Dinsos adalah data, kesuksesan program. Saat ini data kita itu by name by address. Kita akan pajang data semua penerima bantuan wilayah yang bersangkutan. Itu nantinya akan kita publikasikan,” imbuhnya.(ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/