alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Potensi Pasar Batik Minahasa Kian Cerah

MOTIF batik dengan corak budaya Minahasa mulai dilirik para penikmat fashion baik lokal, nasional bahkan hingga manca negara. Batik Minahasa kini memiliki potensi pasar yang sangat baik di daerah.

“Pasar Batik Minahasa sekarang cukup besar. Apalagi dengan adanya media sosial. Dapat dilihat dengan antusias client dengan new collection masih tinggi,” kata Marselina Anggita, Fashion Designer and Trend Analist.

Dia mengatakan, potensi kain batik Minahasa sangat positif dan cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan batik Minahasa adalah produk yang authentic asli Sulawesi Utara khususnya Minahasa.

“Ada ciri khas yang tidak dimiliki brand batik lain maupun lokal produk lainnya seperti kain Batik Minahasa sangat kaya akan unsur budaya namun kita memberikan warna yang vibrant serta siluet yang trendi sesuai dengan trend fashion yang ada,” katanya. .

Marselina yang sudah malang melintang di dunia fashion lokal Minahasa ini mengatakan, Batik Minahasa diproses manual seperti tulis maupun cap. “Batik Minahasa mengemas produk mengikuti trend fashion global, begitupun dengan warna yang diterbitkan tiap musimnya. Motif Batik Minahasa telah melalui proses penggalian budaya serta diskusi dengan tetua-tetua sebelum diproduksi menjadi kain,” jelasnya.

Batik Minahasa pun kini memiliki demand yang cukup tinggi dan terus meningkat. “Bahkan kain-kain yang kita jual didistribusi bahkan keluar kota seperti Jakarta dan Bogor. Dulu kain-kain masih dijual di daerah sendiri namun sekarang luar kota pun sudah mulai membeli. Bahkan, koleksi busana Batik Minahasa banyak peminatnya di Eropa,” katanya.

Sedangkan untuk kalangan peminat Batik Minahasa ada beraneka ragam. “Mulai dari pekerja yang ingin menggunakan batik ke kantor, anak muda yang ingin tampil gaya namun tetap ingin ada unsur budaya, ataupun acara-acara formal lainnya,” ujarnya.

Market Batik Minahasa sambungnya, sangat luas karena dijual mulai dari material mentah seperti kain sampai yang dikemas menjadi busana. “Tapi jika dirata-rata pengguna kita ada di umur 25-50 tahun untuk demand terbanyak,” kunci Marselina. (fgn)

MOTIF batik dengan corak budaya Minahasa mulai dilirik para penikmat fashion baik lokal, nasional bahkan hingga manca negara. Batik Minahasa kini memiliki potensi pasar yang sangat baik di daerah.

“Pasar Batik Minahasa sekarang cukup besar. Apalagi dengan adanya media sosial. Dapat dilihat dengan antusias client dengan new collection masih tinggi,” kata Marselina Anggita, Fashion Designer and Trend Analist.

Dia mengatakan, potensi kain batik Minahasa sangat positif dan cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan batik Minahasa adalah produk yang authentic asli Sulawesi Utara khususnya Minahasa.

“Ada ciri khas yang tidak dimiliki brand batik lain maupun lokal produk lainnya seperti kain Batik Minahasa sangat kaya akan unsur budaya namun kita memberikan warna yang vibrant serta siluet yang trendi sesuai dengan trend fashion yang ada,” katanya. .

Marselina yang sudah malang melintang di dunia fashion lokal Minahasa ini mengatakan, Batik Minahasa diproses manual seperti tulis maupun cap. “Batik Minahasa mengemas produk mengikuti trend fashion global, begitupun dengan warna yang diterbitkan tiap musimnya. Motif Batik Minahasa telah melalui proses penggalian budaya serta diskusi dengan tetua-tetua sebelum diproduksi menjadi kain,” jelasnya.

Batik Minahasa pun kini memiliki demand yang cukup tinggi dan terus meningkat. “Bahkan kain-kain yang kita jual didistribusi bahkan keluar kota seperti Jakarta dan Bogor. Dulu kain-kain masih dijual di daerah sendiri namun sekarang luar kota pun sudah mulai membeli. Bahkan, koleksi busana Batik Minahasa banyak peminatnya di Eropa,” katanya.

Sedangkan untuk kalangan peminat Batik Minahasa ada beraneka ragam. “Mulai dari pekerja yang ingin menggunakan batik ke kantor, anak muda yang ingin tampil gaya namun tetap ingin ada unsur budaya, ataupun acara-acara formal lainnya,” ujarnya.

Market Batik Minahasa sambungnya, sangat luas karena dijual mulai dari material mentah seperti kain sampai yang dikemas menjadi busana. “Tapi jika dirata-rata pengguna kita ada di umur 25-50 tahun untuk demand terbanyak,” kunci Marselina. (fgn)

Most Read

Artikel Terbaru

/