alexametrics
32.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Gorontalo Akan Ekspor 12 Ribu Ton Jagung

MANADOPOST.ID— Di tengah gempuran dan perjuangan melawan Covid-19, Provinsi Gorontalo sudah mempersiapkan ekspor jagung ke Filipina Totalnya mencapai 12 ribu ton. Ekspor akan dilakukan oleh PT Seger Pangan Sejahtera.

“Alhamdulillah untuk tahap awal ada 12 ribu ton, di ekspor dengan dua kapal langsung ke Filipina. Permintaan cukup banyak dan harganya bagus. 276 USD per ton,” terang Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat meninjau kesiapan perusahaan yang beralamat di Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubula, Kabupaten Gorontalo, Selasa, kemarin.

Dia bersyukur meski di tengah Covid-19 petani jagung tetap produktif. Tercatat hingga April 2020 produksi jagung Gorontalo sebesar 592.767 ton. Berbagai bantuan benih tetap disalurkan kepada petani, jumlahnya ada 106.194 hektare.

“Harga pengambilan jagung dari petani juga terjaga. Kita punya SK harga jagung di petani itu Rp3.150 per kilogram dengan 17 persen kadar air. Perusahaan ini ngambilnya Rp3.300. Makanya ketahanan ekonomi kita cukup baik, meski ada corona seperti sekarang tapi rakyat tetap menanam dan panen jagung,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, selama tahun 2019 lalu Provinsi Gorontalo tidak melakukan ekspor jagung karena harga luar negeri terbilang cukup rendah. Produksi jagung tahun 2019 sebesar 1.820.830 ton lebih banyak dijual antar pulau untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sementara itu untuk mendorong produkfitas warga Gorontalo. Pemerintah Provinsi Gorontalo membuat sebuah gebarakan baru,Yakni salah satunya dengan mewajibkan setiap calon penerima bantuan berbagai program untuk berkebun di pekarangan rumah masing-masing.

Terkait program berkebun untuk ketahanan pangan, dia mengaku serius. Setiap pimpinan OPD diminta bergerak dengan melakukan pembinaan satu kecamatan satu pendampingan. Sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB juga mulai diwajibkan bercocok tanam melibatkan guru dan siswa.

Berkebun buah, sayur dan rempah-rempah di pekarangan rumah tidak butuh tanah yang luas. Dengan sistem menanam di polybag, warga bisa melakukannya di sisa lahan sempit di samping rumah. Seperti rumah Raden Katili, calon penerima bantuan serupa di Kelurahan Lekobalo, Kota Barat yang ditinjau Gubernur Rusli.

“Mereka ini nanti jadi corong kita untuk sosialisasi kepada masyarakat agat berkebun sendiri. Dengan berkebun begini minimal kebutuhan dapur bahkan obat-obatan herbal tidak perlu lagi dibeli,” katanya.

Sementara itu, Jerman Rahman menyambut baik syarat tersebut. Ia mengaku sudah didatangi oleh Dinas Perikanan yang memintanya untuk menanam sebagai syarat memperoleh bantuan. Di samping rumahnya sudah ditata dengan berbagai tanaman yang sebagian sudah siap panen.

“Sekarang sudah ada rica dan tomat (siap panen) tinggal petik di rumah. Tidak perlu lagi beli di pasar,” ucap Jerman dengan dialeg Gorontalo.

Pemberian bantuan sepeda motor bermesin pendingin merupakan satu dari sekian program unggulan pemerintah provinsi. Program yang bergulir sejak tahun 2013 sukses membantu 477 penjual ikan keliling yang sebelumnya hanya menggunakan sepeda ontel. Tahun 2020 ada 60 unit yang dipersiapkan pemerintah.(zis/ADV)

MANADOPOST.ID— Di tengah gempuran dan perjuangan melawan Covid-19, Provinsi Gorontalo sudah mempersiapkan ekspor jagung ke Filipina Totalnya mencapai 12 ribu ton. Ekspor akan dilakukan oleh PT Seger Pangan Sejahtera.

“Alhamdulillah untuk tahap awal ada 12 ribu ton, di ekspor dengan dua kapal langsung ke Filipina. Permintaan cukup banyak dan harganya bagus. 276 USD per ton,” terang Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat meninjau kesiapan perusahaan yang beralamat di Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubula, Kabupaten Gorontalo, Selasa, kemarin.

Dia bersyukur meski di tengah Covid-19 petani jagung tetap produktif. Tercatat hingga April 2020 produksi jagung Gorontalo sebesar 592.767 ton. Berbagai bantuan benih tetap disalurkan kepada petani, jumlahnya ada 106.194 hektare.

“Harga pengambilan jagung dari petani juga terjaga. Kita punya SK harga jagung di petani itu Rp3.150 per kilogram dengan 17 persen kadar air. Perusahaan ini ngambilnya Rp3.300. Makanya ketahanan ekonomi kita cukup baik, meski ada corona seperti sekarang tapi rakyat tetap menanam dan panen jagung,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, selama tahun 2019 lalu Provinsi Gorontalo tidak melakukan ekspor jagung karena harga luar negeri terbilang cukup rendah. Produksi jagung tahun 2019 sebesar 1.820.830 ton lebih banyak dijual antar pulau untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sementara itu untuk mendorong produkfitas warga Gorontalo. Pemerintah Provinsi Gorontalo membuat sebuah gebarakan baru,Yakni salah satunya dengan mewajibkan setiap calon penerima bantuan berbagai program untuk berkebun di pekarangan rumah masing-masing.

Terkait program berkebun untuk ketahanan pangan, dia mengaku serius. Setiap pimpinan OPD diminta bergerak dengan melakukan pembinaan satu kecamatan satu pendampingan. Sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB juga mulai diwajibkan bercocok tanam melibatkan guru dan siswa.

Berkebun buah, sayur dan rempah-rempah di pekarangan rumah tidak butuh tanah yang luas. Dengan sistem menanam di polybag, warga bisa melakukannya di sisa lahan sempit di samping rumah. Seperti rumah Raden Katili, calon penerima bantuan serupa di Kelurahan Lekobalo, Kota Barat yang ditinjau Gubernur Rusli.

“Mereka ini nanti jadi corong kita untuk sosialisasi kepada masyarakat agat berkebun sendiri. Dengan berkebun begini minimal kebutuhan dapur bahkan obat-obatan herbal tidak perlu lagi dibeli,” katanya.

Sementara itu, Jerman Rahman menyambut baik syarat tersebut. Ia mengaku sudah didatangi oleh Dinas Perikanan yang memintanya untuk menanam sebagai syarat memperoleh bantuan. Di samping rumahnya sudah ditata dengan berbagai tanaman yang sebagian sudah siap panen.

“Sekarang sudah ada rica dan tomat (siap panen) tinggal petik di rumah. Tidak perlu lagi beli di pasar,” ucap Jerman dengan dialeg Gorontalo.

Pemberian bantuan sepeda motor bermesin pendingin merupakan satu dari sekian program unggulan pemerintah provinsi. Program yang bergulir sejak tahun 2013 sukses membantu 477 penjual ikan keliling yang sebelumnya hanya menggunakan sepeda ontel. Tahun 2020 ada 60 unit yang dipersiapkan pemerintah.(zis/ADV)

Most Read

Artikel Terbaru

/