33.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Daerah Ini Tak Patuhi Aturan PSBB

MANADOPOST.ID–Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Pohuwato sudah memasuki hari kedua. Peraturan Gubernur (Pergub) yang telah diteken Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sejatinya sudah mulai berlaku sejak Senin (4/5), belum seutuhnya dipatuhi.

Bahkan, berdasarkan pantauan Manado Post, masih ada sejumlah pasar tradisional mingguan yang beroperasi di wilayah kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.

Salah satu warga di Popayato, Sumardin (48) merasa kurang adanya ketegasan dari pihak pemerintah Kecamatan terkait dengan pemberlakuan PSBB di Provinsi Gorontalo, khususnya di Popayato. Padahal kata dia, kebijakan pemerintah daerah untuk menutup pasar mingguan sudah sangat jelas tertuang dalam pergub.

“Penyampaian pak gub dalam Pergub itu kan jelas. Seluruh pasar Mingguan sudah ditutup. Tapi tadi saya lihat di Pasar Selasa Popayato masih beroperasi, dan banyak warga yang yang tidak menggunakan masker, serta tidak menerapkan Physical Discanting,” keluhnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sehingga saya berharap pemerintah Kecamatan bersama jajaran jangan hanya berdiam diri di Kantor. Tolong bantu pemerintah daerah untuk menjalankan seluruh kebijakannya demi untuk memutuskan mata rantai pandemi covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Pohuwato, Irfan Lalu membenarkan adanya aktivitas di Pasar Popayato.

“Memang di Pasar Popayato tadi masih buka. Tapi itu hanya kebutuhan pokok. Dan pihak Camat, Danramil, Kapolsek sudah berjanji untuk minggu depan mereka akan ditutup total,” katanya.

Menanggapi hal ini , Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras menegaskan penerapan peraturan Gubernur hingga ada penindakan akan efektif pada 7 Mei 2020 besok. Atau 3 hari masa sosialisasi yang dimulai sejak 4 Mei kemarin. Pemda sendiri sudah mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan penerapan Pergub tersebut, baik itu peneraan terkait sarana prasarana, personel, dan juga titik-titik yang disiapkan untuk menjadi tempat personil melakukan cek poin.

“Pemda menambahkan untuk cek poin. Sebelumnya provinsi tercatat ada 11 cek poin di Pohuwato dan kita juga sudah membuat beberapa titik cek poin dalam rangka untuk mencegah adanya penyebaran covid-19. Kalau tidak salah untuk kita di Pohuwato itu ada kurang lebih 8 titik poin yang tersebar di beberapa Kecamatan. Terutama di tempat-tempat yang strategis,” kata Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pohuwato.

Wabup dua periode itu, pihaknya tak segan-segan untuk memberikan sanksi yang tegas bagi warga yang melanggar penerapan PSBB.

“Dalam penerapan ini kita tetap melakukan langkah-langkah persuasif dan humanis. Namun jika ada masyarakat yang bandel atau tidak mau diatur. Terpaksa kita kenakan sanksi yang tegas,” tandasnya. (zis/ayu)

MANADOPOST.ID–Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Pohuwato sudah memasuki hari kedua. Peraturan Gubernur (Pergub) yang telah diteken Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sejatinya sudah mulai berlaku sejak Senin (4/5), belum seutuhnya dipatuhi.

Bahkan, berdasarkan pantauan Manado Post, masih ada sejumlah pasar tradisional mingguan yang beroperasi di wilayah kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.

Salah satu warga di Popayato, Sumardin (48) merasa kurang adanya ketegasan dari pihak pemerintah Kecamatan terkait dengan pemberlakuan PSBB di Provinsi Gorontalo, khususnya di Popayato. Padahal kata dia, kebijakan pemerintah daerah untuk menutup pasar mingguan sudah sangat jelas tertuang dalam pergub.

“Penyampaian pak gub dalam Pergub itu kan jelas. Seluruh pasar Mingguan sudah ditutup. Tapi tadi saya lihat di Pasar Selasa Popayato masih beroperasi, dan banyak warga yang yang tidak menggunakan masker, serta tidak menerapkan Physical Discanting,” keluhnya.

“Sehingga saya berharap pemerintah Kecamatan bersama jajaran jangan hanya berdiam diri di Kantor. Tolong bantu pemerintah daerah untuk menjalankan seluruh kebijakannya demi untuk memutuskan mata rantai pandemi covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Pohuwato, Irfan Lalu membenarkan adanya aktivitas di Pasar Popayato.

“Memang di Pasar Popayato tadi masih buka. Tapi itu hanya kebutuhan pokok. Dan pihak Camat, Danramil, Kapolsek sudah berjanji untuk minggu depan mereka akan ditutup total,” katanya.

Menanggapi hal ini , Wakil Bupati Pohuwato Amin Haras menegaskan penerapan peraturan Gubernur hingga ada penindakan akan efektif pada 7 Mei 2020 besok. Atau 3 hari masa sosialisasi yang dimulai sejak 4 Mei kemarin. Pemda sendiri sudah mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan penerapan Pergub tersebut, baik itu peneraan terkait sarana prasarana, personel, dan juga titik-titik yang disiapkan untuk menjadi tempat personil melakukan cek poin.

“Pemda menambahkan untuk cek poin. Sebelumnya provinsi tercatat ada 11 cek poin di Pohuwato dan kita juga sudah membuat beberapa titik cek poin dalam rangka untuk mencegah adanya penyebaran covid-19. Kalau tidak salah untuk kita di Pohuwato itu ada kurang lebih 8 titik poin yang tersebar di beberapa Kecamatan. Terutama di tempat-tempat yang strategis,” kata Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pohuwato.

Wabup dua periode itu, pihaknya tak segan-segan untuk memberikan sanksi yang tegas bagi warga yang melanggar penerapan PSBB.

“Dalam penerapan ini kita tetap melakukan langkah-langkah persuasif dan humanis. Namun jika ada masyarakat yang bandel atau tidak mau diatur. Terpaksa kita kenakan sanksi yang tegas,” tandasnya. (zis/ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/