26.6 C
Manado
Jumat, 30 Oktober 2020

Menteri KP Bawa Berkah 7,9 M, Bantu Nelayan Gorontalo

MANADOPOST.ID—Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, membawa berkah bagi nelayan Gorontalo. Edhy menyerahkan bantuan senilai Rp7,9 miliar untuk nelayan di lima kabupaten dan kota, saat menabur benih udang vaname di Desa Mootinelo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (11/6) lalu.

Bantuan terdiri dari Rp4 miliar untuk Kabupaten Gorontalo Utara, Rp185 juta untuk Kota Gorontalo, Rp3,24 miliar untuk Bone Bolango, Rp289 juta untuk Boalemo, serta Rp250 juta untuk Kabupaten Pohuwato. Bantuan untuk bioflok, premi asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil, benih ikan nila serta sarana dan parasarana budidaya.

Edhy Prabowo mendorong nelayan pembudidaya untuk memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk membiayai modal budidaya perikanan. Ia menyebut pemerintah mengalokasikan Rp195 triliun melalui jasa perbankan dengan bunga yang rendah.

KKP juga mengalokasikan Dana Bantuan Layanan Umum (BLU) untuk kredit modal kelautan perikanan. Kredit lebih nurah dari KUR itu diharapkan bisa diakses nelayan secara berkelompok melalui rekomendasi pemerintah daerah.

“Di KKP kita punya anggaran Rp1 triliun untuk BLU. Syaratnya benar benar masyarakat serius untuk dibantu. Jangan nanti dibantu tapi dananya tidak digunakan atau dipakai untuk yang lain,” jelas Edhy.

Menteri Edhy berharap nelayan di Gorontalo makin serius untuk budidaya dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Salah satu caranya dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pemerintah kabupaten, kota, provinsi hingga KKP.

“Yang jelas tidak ada lagi program pusat yang tidak diketahui daerah. Gubernur tidak harus ketemu saya. Gubernur cukup mengutus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. Begitu juga bupati, pasti kami layani,” pungkasnya.

Selanjutnya satu lagi yang mengembirakan dalam momentum kunjungan Menteri. Izin kapal sering di keluhkan oleh nelayan khususnya para penerima bantuan kapal Inka Mina atau Mina Maritim dari KKP. Menteri menjamin izin kapal 30 Gros Ton (GT) ke atas hanya membutuhkan waktu satu jam.

“Alhamdulillah untuk izin kapal 30 GT ke atas sudah tidak ada masalah. Dulu izin ini 14 hari namun faktanya bisa berbulan-bulan, alhamdulillah sekarang izin sudah di bawah satu jam. Kalau ada nelayan yang mengurus izin lewat satu jam, Bapak Gubernur silahkan kirim surat ke kami,” kata Edhy Prabowo usai memanen ikan bandeng di Kecamatan Wonggarasi, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Lebih lanjut politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, masalah izin kapal saat ini sudah lebih mudah dan sederhana. Ia bahkan sedang berupaya agar proses berlayar kapal ikan di bawah 10 GT tidak lagi dipungut biaya sama sekali.

“Masalah alat tangkapnya salah, alat tangkapnya tidak benar itu kita perbaiki. Komitmen kami dengan aparat penegak hukum, angkatan laut, kepolisian, KPLP sepakat bicara perlindungan nelayan. Kita kasih kebebasan tanpa ditakut-takuti dan dikriminlisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyambut baik kemudahan perizinan dari KKP. Menurutnya, masalah pengurusan dan perpanjangan izin kapal sering dikeluhkan oleh nelayan. Dulu, izin ini harus diurus langsung ke KKP di Jakarta dengan membawa berbagai dokumen yang dibutuhkan.

“Beberapa kali saya dialog dengan nelayan, mereka berbulan bulan sulit nelaut karena tidak punya izin. Memaksakan melaut konsekuensinya ditangkap petugas. Ironisnya lagi kapal mereka ini kapal bantuan dari KKP yang diharapkan bisa dimanfaatkan untuk produktivitas dan kesejahteraan nelayan,” jelasnya.

Di Provinsi Gorontalo sendiri ada 80 unit kapal 30 GT bantuan dari KKP. Rinciannya 59 kapal Inka Mina, 6 Kapal Mina Maritim, dan 20 kapal bantuan relokasi dari provinsi lain yang tidak produktif.

Sejumlah izin yang harus diurus nelayan di antaranya Surait Izin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkutan Ikan (SIKPI). Dokumen yang sudah lengkap bisa diajukan secara online melalui Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT).

Menteri KKP Edhy Prabowo berkunjung ke Gorontalo untuk sejumlah agenda. Selain memanen ikan bandeng di Wonggarasi, Edhy juga meninjau tambak rakyat di Kecamatan Duhiadaa, Pohuwato dan Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara untuk memanen udang.(zis/adv/gnr)

-

Artikel Terbaru

Limpahkan Kasus ASN `Nakal` ke KASN

MANADOPOST.ID---Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kotamobagu berinisial SA, segera dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bocah 7 Tahun Asal Mitra Ditetapkan Kasus Suspek

MANADOPOST.ID—Bocah laki-laki 7 Tahun asal Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ditetapkan kasus suspek terbaru, berdasarkan data Satgas Covid-19 Mitra, Kamis (29/10) kemarin.

Polres Minsel Ciduk Lima Tersangka Togel

MANADOPOST.ID—Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan (Minsel), mengamankan lima tersangka kasus judi togel yang beroperasi di Kecamatan Tumpaan dan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel.

Pantai Malalayang Jadi TPS Sementara

MANADOPOST.ID---Kelurahan Malalayang Satu dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Pantauan Manado Post, sampah dari semua kelurahan di Kecamatan Malalayang di buang

Terangi Empat Desa di Morowali Utara, PLN Ukir Sejarah di 75 Tahun Indonesia Merdeka

MANADOPOST.ID – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah kembali berhasil melistriki desa