24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Menteri PPN/Bappenas Tantang Wali Kota Gorontalo

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI, Suharso Monoarfa menantang Wali Kota Gorontalo, Marten Taha untuk membenahi kawasan kumuh di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan hal itu dalam Musyawarah wilayah (Muswil) V Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ballroom Hotel Maqna, Sabtu (22/5)

Sebelumnya kata Suharso, ia juga menantang Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Dani Pomanto, untuk melakukan penataan kawasan kumuh. Makanya, saat ini kata dia, waktunya menantang Marten Taha.

“Tadi saya tantang Wali Kota Makassar, Dani Pomanto. Sekarang supaya adil saya mau menantang Wali Kota Gorontalo. Saya tidak tau kalau di sini ada (kawasan) kumuh atau tidak, karena saya tawarkan kepada beliau untuk mengusulkan (pembenahan) kawasan kumuh,” kata Suharso.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa memang Kota Gorontalo sendiri dirancang dengan sangat baik oleh pemerintah dahulu. Misalnya adanya Tanggikiki dan Tanggidaa yang memiliki fungsi yang sangat baik. Karena itu, untuk pemerintah hari ini, mestinya rancangan itu dilakukan dengan baik juga.

- Advertisement -

“Saya tahun 1977 pernah menyusun (rencana pembangunan) ke depan kota (Gorontalo) ini menjadi kota Waterfront City. (Waktu itu) kami susun masa depan kota ini bersama wali kota sebelumnya bersama pak Alm Hasan Abas Nusi. Kami susunkan mengenai masa depan kota ini, saya tidak tau detail plan diteruskan atau tidak, karena memerlukan keputusan DPRD pada waktu itu,” tutup Suharso. (zis/isw)

 

MANADOPOST.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI, Suharso Monoarfa menantang Wali Kota Gorontalo, Marten Taha untuk membenahi kawasan kumuh di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan hal itu dalam Musyawarah wilayah (Muswil) V Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ballroom Hotel Maqna, Sabtu (22/5)

Sebelumnya kata Suharso, ia juga menantang Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Dani Pomanto, untuk melakukan penataan kawasan kumuh. Makanya, saat ini kata dia, waktunya menantang Marten Taha.

“Tadi saya tantang Wali Kota Makassar, Dani Pomanto. Sekarang supaya adil saya mau menantang Wali Kota Gorontalo. Saya tidak tau kalau di sini ada (kawasan) kumuh atau tidak, karena saya tawarkan kepada beliau untuk mengusulkan (pembenahan) kawasan kumuh,” kata Suharso.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa memang Kota Gorontalo sendiri dirancang dengan sangat baik oleh pemerintah dahulu. Misalnya adanya Tanggikiki dan Tanggidaa yang memiliki fungsi yang sangat baik. Karena itu, untuk pemerintah hari ini, mestinya rancangan itu dilakukan dengan baik juga.

“Saya tahun 1977 pernah menyusun (rencana pembangunan) ke depan kota (Gorontalo) ini menjadi kota Waterfront City. (Waktu itu) kami susun masa depan kota ini bersama wali kota sebelumnya bersama pak Alm Hasan Abas Nusi. Kami susunkan mengenai masa depan kota ini, saya tidak tau detail plan diteruskan atau tidak, karena memerlukan keputusan DPRD pada waktu itu,” tutup Suharso. (zis/isw)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/