alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Habibie ‘Titipkan’ Warganya ke Gubernur Malut

MANADOPOST.ID– Gubernur Gorontalo Rusli Habibie langsung menindaklanjuti nasib 35 warga Gorontalo di Ternate yang tidak bisa kembali ke daerah karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melalui sambungan telpon dia meminta agar Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba bisa membantu memberikan perhatian dan bantuan.

“Kalau saya izinkan mereka pulang, maka akan ada ribuan orang seperti itu yang ingin pulang Gorontalo. Kita tidak bisa tampung. Tolong dipahami dan dimaknai sikap kami, sikap saya untuk perlindungan masyarakat di Gorontalo. Tidak ada pilih kasih, berlaku untuk semua,” ungkapnya.

Sebagai solusinya, Gubernur Malut Kasuba menyanggupi untuk menyediakan tempat penampungan dan memberi bantuan makanan hingga akhir masa PSBB di Gorontalo. Abdul Ghani akan menungaskan Sekdanya untuk berkoordinasi dengan pengurus KKIG Ternate

.“Gorontalo karena masih PSBB jadi kita tahan dulu. Hari ini saya tugaskan Sekda untuk cari penampungan dan membantu mereka. Segera dicari tempat hingga selesai PSBB. Kalau mereka mau pulang nanti pulang,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, 35 warga Gorontalo yang mengadu nasib di Ternate, Malut terlantar di pelabuhan setempat sejak 8 Mei lalu. Mereka tidak bisa mudik karena tidak ada pelayaran dengan rute Gorontalo sejak diterapkan PSBB 4 Mei lalu. Pemprov juga sedang menutup akses masuk darat, laut dan udara hingga PSBB tahap II berakhir 31 Mei 2020.(zis/ADV)

MANADOPOST.ID– Gubernur Gorontalo Rusli Habibie langsung menindaklanjuti nasib 35 warga Gorontalo di Ternate yang tidak bisa kembali ke daerah karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melalui sambungan telpon dia meminta agar Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba bisa membantu memberikan perhatian dan bantuan.

“Kalau saya izinkan mereka pulang, maka akan ada ribuan orang seperti itu yang ingin pulang Gorontalo. Kita tidak bisa tampung. Tolong dipahami dan dimaknai sikap kami, sikap saya untuk perlindungan masyarakat di Gorontalo. Tidak ada pilih kasih, berlaku untuk semua,” ungkapnya.

Sebagai solusinya, Gubernur Malut Kasuba menyanggupi untuk menyediakan tempat penampungan dan memberi bantuan makanan hingga akhir masa PSBB di Gorontalo. Abdul Ghani akan menungaskan Sekdanya untuk berkoordinasi dengan pengurus KKIG Ternate

.“Gorontalo karena masih PSBB jadi kita tahan dulu. Hari ini saya tugaskan Sekda untuk cari penampungan dan membantu mereka. Segera dicari tempat hingga selesai PSBB. Kalau mereka mau pulang nanti pulang,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, 35 warga Gorontalo yang mengadu nasib di Ternate, Malut terlantar di pelabuhan setempat sejak 8 Mei lalu. Mereka tidak bisa mudik karena tidak ada pelayaran dengan rute Gorontalo sejak diterapkan PSBB 4 Mei lalu. Pemprov juga sedang menutup akses masuk darat, laut dan udara hingga PSBB tahap II berakhir 31 Mei 2020.(zis/ADV)

Most Read

Artikel Terbaru

/