30.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Tak Ada Kata Damai! 8 Pelaku Pelecehan Seksual KPI Telah Dilapor Polisi 

MANADOPOST.ID – MS seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mendadak viral lantaran mengalami pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan oleh rekan kerjanya sendiri. Kuasa hukum MS, Mualimin mengatakan pihaknya telah melaporkan delapan orang pelaku ke Polres Jakarta Pusat belum lama ini. Dia mengaku MS tidak ingin berdamai dan meminta kasus tersebut di bawa ke pengadilan.

“Setelah kami melaporkan, kami minta ini diproses ke pengadilan. Tidak ada negosiasi atau istilah damai,” ujar Mualimin saat dikonfirmasi, Jumat (3/9).

Mualimin mengaku bahkan setelah kasus ini viral, delapan orang pelaku pelecehan terhadap MS sama sekali tidak menunjukkan itikad baik dengan meminta maaf. “Selama kasus ini viral delapan orang ini tidak ada yang menghubungi atau sekadar minta maaf. Itu membuat tekat kami untuk kuat diselesaikan secara hukum,” tegasnya.

(Baca Juga: Alat Vital Korban Dicoret-coret, Ini Kronologi Pelecehan Seksual Karyawan KPI)

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Mualimin mengatakan, pada saat ayah MS sedang kritis karena penyakitnya, delapan orang tersebut malah menyebut sang ayah menjadi seperti itu karena memakan uang hasil korupsi. “Jadi, seolah-olah sembarangan dan menjatuhkan mental. Padahal semuanya omong kosong,” ungkapnya.

Mualimin mengaku MS ingin keluar dari KPI, karena dia sudah tidak kuat dengan suasana kerja di lembaga pemerintahan tersebut. “Secara mental dia ingin keluar dari KPI, karena sudah tidak kuat bekerja dalam situasi dengan orang-orang yang membuat dia trauma. Jadi, secara fisik sudah baik,” pungkasnya.

MANADOPOST.ID – MS seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mendadak viral lantaran mengalami pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan oleh rekan kerjanya sendiri. Kuasa hukum MS, Mualimin mengatakan pihaknya telah melaporkan delapan orang pelaku ke Polres Jakarta Pusat belum lama ini. Dia mengaku MS tidak ingin berdamai dan meminta kasus tersebut di bawa ke pengadilan.

“Setelah kami melaporkan, kami minta ini diproses ke pengadilan. Tidak ada negosiasi atau istilah damai,” ujar Mualimin saat dikonfirmasi, Jumat (3/9).

Mualimin mengaku bahkan setelah kasus ini viral, delapan orang pelaku pelecehan terhadap MS sama sekali tidak menunjukkan itikad baik dengan meminta maaf. “Selama kasus ini viral delapan orang ini tidak ada yang menghubungi atau sekadar minta maaf. Itu membuat tekat kami untuk kuat diselesaikan secara hukum,” tegasnya.

(Baca Juga: Alat Vital Korban Dicoret-coret, Ini Kronologi Pelecehan Seksual Karyawan KPI)

Mualimin mengatakan, pada saat ayah MS sedang kritis karena penyakitnya, delapan orang tersebut malah menyebut sang ayah menjadi seperti itu karena memakan uang hasil korupsi. “Jadi, seolah-olah sembarangan dan menjatuhkan mental. Padahal semuanya omong kosong,” ungkapnya.

Mualimin mengaku MS ingin keluar dari KPI, karena dia sudah tidak kuat dengan suasana kerja di lembaga pemerintahan tersebut. “Secara mental dia ingin keluar dari KPI, karena sudah tidak kuat bekerja dalam situasi dengan orang-orang yang membuat dia trauma. Jadi, secara fisik sudah baik,” pungkasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/