25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Begini Penjelasan Kapolda Sulut terkait Hari Pencoblosan

- Advertisement -

MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra mengatakan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang digelar KPU di Tondano beberapa hari lalu, menunjukan bagaimana nanti pelaksanaan pemungutan suara pada Hari H dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Namun menurut Jenderal bintang dua ini, ada beberapa evaluasi yang harus dibahas dengan penyelenggara Pilkada. “Pertama terkait waktu yang akan digunakan, dengan adanya penerapan protokol kesehatan di TPS, itu akan memperpanjang waktu tentunya” sebutnya di Mapolda Sulut, Rabu (4/11).

Hal lain katanya terkait dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang akan dipakai di lokasi TPS. APD tidak hanya dipakai oleh para petugas di dalam TPS, namun aparat keamanan juga harus menggunakan APD seperti masker dan face shield. “APD harus digunakan karena di lokasi TPS sangat dikhawatirkan terjadi penyebaran covid-19,” sorot Panca Putra.

Kapolda juga mengingatkan tentang bagaimana tatacara pelayanan terhadap warga pemilih yang terkena isolasi mandiri. “Mudah-mudahan itu semua bisa diatasi dengan kerjasama dan koordinasi yang baik sehingga masalah-masalah bisa ditangani dengan baik,” pesan kapolda.

- Advertisement -

Dalam membackup Operasi Mantap Praja pengamanan Pilkada 2020 di Sulut ini juga, Mabes Polri katanya sudah mengirimkan bantuan berupa sebuah kapal tipe besar milik Baharkam Polairud yang siap digunakan mendorong logistik Pilkada di daerah Kepulauan dan juga helikopter.

“Dua alat tranportasi ini bisa membantu membuat rasa aman dalam Pilkada. Kita juga menggunakan 2/3 dari semua kekuatan dalam pengamanan Pilkada Serentak 2020,” pungkas Irjen Panca Putra.(gnr)

MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra mengatakan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang digelar KPU di Tondano beberapa hari lalu, menunjukan bagaimana nanti pelaksanaan pemungutan suara pada Hari H dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Namun menurut Jenderal bintang dua ini, ada beberapa evaluasi yang harus dibahas dengan penyelenggara Pilkada. “Pertama terkait waktu yang akan digunakan, dengan adanya penerapan protokol kesehatan di TPS, itu akan memperpanjang waktu tentunya” sebutnya di Mapolda Sulut, Rabu (4/11).

Hal lain katanya terkait dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang akan dipakai di lokasi TPS. APD tidak hanya dipakai oleh para petugas di dalam TPS, namun aparat keamanan juga harus menggunakan APD seperti masker dan face shield. “APD harus digunakan karena di lokasi TPS sangat dikhawatirkan terjadi penyebaran covid-19,” sorot Panca Putra.

Kapolda juga mengingatkan tentang bagaimana tatacara pelayanan terhadap warga pemilih yang terkena isolasi mandiri. “Mudah-mudahan itu semua bisa diatasi dengan kerjasama dan koordinasi yang baik sehingga masalah-masalah bisa ditangani dengan baik,” pesan kapolda.

Dalam membackup Operasi Mantap Praja pengamanan Pilkada 2020 di Sulut ini juga, Mabes Polri katanya sudah mengirimkan bantuan berupa sebuah kapal tipe besar milik Baharkam Polairud yang siap digunakan mendorong logistik Pilkada di daerah Kepulauan dan juga helikopter.

“Dua alat tranportasi ini bisa membantu membuat rasa aman dalam Pilkada. Kita juga menggunakan 2/3 dari semua kekuatan dalam pengamanan Pilkada Serentak 2020,” pungkas Irjen Panca Putra.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/