29 C
Manado
Selasa, 24 November 2020

Pandemi, Lapas/Rutan Sulut Kelebihan Penghuni

MANADOPOST.ID—Sembilan ruang tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Sulawesi Utara (Sulut), sudah melebihi kapasitas. Sesuai data, penampungan warga binaan harusnya hanya untuk 2.145. Tapi data Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Sulut, kapasitasnya hingga kemarin telah menembus 2.276.

Seperti di Bitung over 37%, Tahuna over 26%. Begitu juga dengan Tondano over 63%. “Di tengah pandemi Covid-19, disediakan ruangan tersendiri atau kamar isolasi untuk mereka yang berstatus positif atau reaktif,” sebut Kabid Pelayanan Tahanan Kesehatan Rehabilitasi Pengelelolaan Barang Sitaan, Barang Rampasan, dan Keamanan Sulistyo Wibowo, saat diwawancarai wartawan Manado Post, Selasa (3/11) kemarin di kantor KemenkumHAM Sulut.

“Begitupun tahanan yang dikirim dari luar, sesuai dengan ketentuan saat ini hanya bisa menerima tahanan tertentu guna untuk pencegahan penularan virus corona,” sambungnya.

Dijelaskan, jika masih berstatus tahanan polisi dan jaksa, pihaknya belum bisa menerima. “Itu sudah menjadi SOP kami dan otomatis membawa dampak ke yang bersangkutan cuma kita kan mencegah supaya jangan sampai penularan virus corona akan gampang masuk ke kita,“ papar Wibowo.

Lanjutnya, semua rutan dan lapas terus mengupayakan pencegahan penyebaran covid-19. Dengan menerapkan protokol yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Katanya semua warga lapas/rutan diberikan masker.

Kemudian diwajibkkan cuci tangan serta selalu menjaga jarak. “Pegawai juga pakai protokol dan juga sudah berapa kali melakukan tes rapid atau swab, kalau pegawai yang positif itu di isolasi mandiri dipantau sama petugas medis. Dikasikan rutin vitamin untuk daya tahan tubuh,” tutup Wibowo.

Di sisi lain, Pakar Hukum Toar Palilingan MH menyebutkan, kebijakan pembebasan narapidana dalam upaya menekan laju penyebaran virus corona adalah wewenang pemerintah melalui KemenkumHAM.

Adapun kebijakan pembebasan narapidana terkait dengan wabah virus corona, pemerintah menetapkannya melalui program asimilasi dan integrasi namun mekanismenya tetap mengikuti prosedur serta dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH- 19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Corona.

Adapun kriteria mengenai pengeluaran narapidana dan anak melalui asimilasi di rumah yang ditandatangani oleh Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan; Narapidana yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020. Anak yang 1⁄2 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020.

Narapidana dan anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012,yang tidak menjalani subside dan bukan warga negara asing.(PP 99 Tahun 2012 berisikan narapidana narkoba dan koruptor). Asimilasi dilaksanakan di rumah sampai dengan dimulainya integrasi berupa pembebasan bersyarat,cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat. Surat keputusan asimilasi diterbitkan oleh kepala lapas,kepala LPKA dan kepala rutan.

Sedangkan kriteria mengenai pengeluaran narapidana dan anak melalui integrasi adalah Narapidana yang telah menjalani 2/3 masa pidana. Anak yang telah menjalani masa pidana 1⁄2 masa pidana. Narapidana dan anak yang tidak terkait dengan PP 99 Tahun 2012,yang tidak menjalani subsidair dan bukan warga negara asing.

Usulan dilakukan melalui sistim data base pemasyarakatan. Surat keputusan integrasi diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan. “Jadi pemerintah dalam hal ini Kementrian Hukum dan ham sejak awal sudah mempersiapkan aturan menghadapi kondisi pandemi Covid-19 tinggal bagaimana pelaksanaannya mengikuti ketentuan di atas,” papar Palilingan.

“Dan tidak kalah pentingnya yakni sistem pengawasan dan pembinaan kepada narapidana yang mendapat asimilasi terkait Covid-19. Agar tidak melakukan tindakan kriminalitas lagi setelah berada di luar Lapas,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah mengeluarkan 39.628 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi dari lembaga pemasyarakatan. Data tersebut dirilis per 18 Mei 2020. “Data ini dikumpulkan dari 525 UPT Pemasyarakatan. Total data Asimilasi dan Integrasi adalah 39.628,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti, kepada wartawan, saat itu.

Rika merinci narapidana yang keluar melalui asimilasi sebanyak 36.324 dan anak sebanyak 921. Kemudian narapidana yang bebas melalui integrasi sebanyak 2.342 dan anak sebanyak 41.

Kementerian yang dipimpin oleh Yasonna H. Laoly itu menggalakkan program asimilasi dan integrasi guna mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang melebihi kapasitas.

Program asimilasi dan integrasi tersebut tidak berlaku bagi pelaku kejahatan tindak pidana luar biasa seperti terorisme dan korupsi sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengatur pengetatan remisi.(mg-06/mg-07/gnr)

-

Artikel Terbaru

OJK Luncurkan Aplikasi UMKM-MU

MANADOPOST.ID— Minggu (22/11) pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) genap berusia 9 tahun. Bertepatan dengan momentum itu pun, OJK meluncurkan aplikasi UMKM-MU, yaitu platform digital dalam bentuk website dan mobile app yang dikembangkan oleh OJK untuk membantu UMKM binaan dalam memperluas akses pasar secara digital.

11 Mitra Binaan Sulut `Disuntik` 1,7 Miliar

MANADOPOST-ID-- Pagi tadi sekira Pukul 10.22 WITA, Bertempat di Four Point by Sheraton Manado, PT Pertamina

FDW-PYR Banjir Dukungan di Kecamatan Sinonsayang

MANADOPOST.ID—Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar dan Pdt Petra Yani Rembang (FDW-PYR), terus menuai dukungan penuh masyarakat.

Serunya Event Akhir Tahun Hasjrat Fair Secara Virtual, Banyak Hadiah Langsung Diberikan!

Event akhir tahun terbesar PT Hasjrat Abadi selesai diselenggarakan Sabtu (21/11).

Warga Teteli Ditemukan Mengambang di Pantai Bulo

Sesosok mayat ditemukan mengambang di Pantai Bulo, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Selasa (24/11).