27C
Manado
Rabu, 14 April 2021

30 Orang Tiap Bulan, Pelajar Dominasi Rehabilitasi Narkoba

MANADOPOST.ID-Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Kemenko PMK) Muhajir Effendi, melalui Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pengembangan Pembangunan Kependudukan drg Agus Suprapto, berkunjung di SMK N 5 Manado, Senin (5/4).

Suprapto membuka program pencanangan sekolah bersinar (bersih narkoba). Dikatakannya, sekolah bersinar yang kemudian melalui pembentukan satuan tugas (satgas) akan menjadi kunci utama atau upaya terhindar dari penggunaan narkoba, serta memicu satgas baru dengan tujuan yang sama di sekolah ataupun lingkungan lainnya.

“Kita akan memonitor terus. Karena ini saya kira bisa menjadi contoh untuk nasional juga. Untuk Indonesia bersinar yang lain dengan dukungan BNN dan Dinas Pendidikan. Adapun Masalah narkoba tidak hanya persoalan peredaran obat. Justru pemain narkoba semakin banyak karena lewat online. Komunikasinya liar. Guru-guru juga punya insting jadi sebenarnya guru tahu siswanya yang pakai narkoba,” ucap Suprapto.

Sedangkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut Brigjen Pol Victor J Lasut mengatakan, kegiatan yang digagas dan dilaksanakan BNN tersebut sebagai tindaklanjut dan mewujudkan arahan Presiden RI Joko Widodo yakni program Indonesia Bersinar atau Indonesia bebas narkoba yang dimulai dari desa dan kelurahan.

“Dan kami berinisiatif karena yang terdampak sangat rawan adalah anak-anak di sekolah, sehingga kami masuk melalui lembaga pendidikan. Di mana lembaga pendidikan ini kami arahkan menjadi sekolah bersinar atau bersih dari narkoba. Seperti tadi ada 30-an orang yang kami latih dan nantinya akan menjadi satgas yang dilatih untuk mengetahui seseorang menjadi pencandu narkoba, dilihat dari segi fisik atau interview dan cara berbicara.

Kita melihat dari tingkat anggota ataupun masyarakat khususnya para pelajar yang datang rehabilitasi ke kita satu bulan 25 sampai 30 orang. Itu baru di tempat kita, belum ditempat lain. Dan rata-rata pelajar. Itu yang kami antisipasi. Salah satunya melalui upaya antisipasi seperti saat ini,” kata Lasut.

Turut hadir Kepala Dikda Sulut dr Liesje Grace Punuh MKes, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Debby Mamangkey serta pihak terkait lainnya. (gre/ite)

Artikel Terbaru