29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Gelar Taruhan Uang, Stoner CS Sempat Rajai Jalan Raya Tumpaan Sebelum Akhirnya Diciduk Wongkar, Surat Pernyataan Pun Ditandatangani

MANADOPOST.ID — Sekira tiga orang remaja dan dua anak warga Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, diciduk kepolisian dari Polsek Tumpaan. Ke-limanya diamankan karena terindikasi melakukan aksi balap liar di Jalan Trans Sulawesi. Kelimanya masing-masing berinisial JS alias Ua (19), VM alias Videl (15), RT alias Rici (16) dan dua lainnya SP alias Stoner (8) dan DT alias Eping (10).

Kapolsek Tumpaan Iptu Ricoh Roi Wongkar mengatakan, kelima anak tersebut diamankan karena melakukan aksi balap liar di jalan raya, di mana kegiatan tersebut mengganggu lalulintas serta dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. “Kami bersama unsur Babinsa TNI Koramil Tumpaan memberikan pembinaan kepada kelima anak muda yang rata-rata masih tercatat sebagai pelajar sekolah. Mereka teridentifikasi melakukan aksi balap liar di Jalan Raya, yang mana hal itu sangat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain,” terang Kapolsek Tumpaan, Minggu (6/6).

Disinyalir aksi balap liar yang dilakukan kelimanya termotivasi oleh taruhan uang. “Setelah diinterogasi, ternyata mereka balap liar dengan taruhan uang,” sesal Kapolsek Wongkar.

Kelimanya kemudian diberikan pembinaan disaksikan langsung oleh orang tua masing-masing. “Usai diberikan pembinaan, dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut, setelah itu diarahkan untuk pulang kembali ke rumah masing-masing,” tukas Wongkar.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Terpisah, Kapolres Minsel AKBP Norman Sitindaon mengimbau kepada orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, agar tetap mengawasi serta membina anak-anak muda agar tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri ataupun orang lain. “Aksi balap liar di Jalan Raya adalah hal yang berbahaya bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Mengganggu kelancaran arus lalulintas serta sangat berpotensi tertabrak kendaraan bermotor. Orang Tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, mari bersama terus memberikan pembinaan agar anak-anak muda ini menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat, apalagi membahayakan keselamatan jiwa,” pungkas Sitindaon.(rgm) 

MANADOPOST.ID — Sekira tiga orang remaja dan dua anak warga Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, diciduk kepolisian dari Polsek Tumpaan. Ke-limanya diamankan karena terindikasi melakukan aksi balap liar di Jalan Trans Sulawesi. Kelimanya masing-masing berinisial JS alias Ua (19), VM alias Videl (15), RT alias Rici (16) dan dua lainnya SP alias Stoner (8) dan DT alias Eping (10).

Kapolsek Tumpaan Iptu Ricoh Roi Wongkar mengatakan, kelima anak tersebut diamankan karena melakukan aksi balap liar di jalan raya, di mana kegiatan tersebut mengganggu lalulintas serta dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. “Kami bersama unsur Babinsa TNI Koramil Tumpaan memberikan pembinaan kepada kelima anak muda yang rata-rata masih tercatat sebagai pelajar sekolah. Mereka teridentifikasi melakukan aksi balap liar di Jalan Raya, yang mana hal itu sangat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain,” terang Kapolsek Tumpaan, Minggu (6/6).

Disinyalir aksi balap liar yang dilakukan kelimanya termotivasi oleh taruhan uang. “Setelah diinterogasi, ternyata mereka balap liar dengan taruhan uang,” sesal Kapolsek Wongkar.

Kelimanya kemudian diberikan pembinaan disaksikan langsung oleh orang tua masing-masing. “Usai diberikan pembinaan, dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut, setelah itu diarahkan untuk pulang kembali ke rumah masing-masing,” tukas Wongkar.

Terpisah, Kapolres Minsel AKBP Norman Sitindaon mengimbau kepada orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, agar tetap mengawasi serta membina anak-anak muda agar tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri ataupun orang lain. “Aksi balap liar di Jalan Raya adalah hal yang berbahaya bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Mengganggu kelancaran arus lalulintas serta sangat berpotensi tertabrak kendaraan bermotor. Orang Tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, mari bersama terus memberikan pembinaan agar anak-anak muda ini menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat, apalagi membahayakan keselamatan jiwa,” pungkas Sitindaon.(rgm) 

Most Read

Artikel Terbaru

/