alexametrics
31.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

GEGER! 2 Jaksa Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan RI terkait Kasus Korupsi

MANADOPOST.ID – Kuasa hukum terdakwa kasus korupsi di PTPN XIII di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Herkulanus Lidin, telah menyerahkan surat laporan terhadap dua jaksa dari Kejaksaan Negeri Sanggau ke Komisi Kejaksaan RI terkait penanganan tindak pidana korupsi di kantor perusahaan perkebunan tersebut.

“Melalui surat laporan ini kami memohon kepada Ketua Komisi Kejaksaan RI dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin untuk memerintahkan penarikan permohonan kasasi dari Kejaksaan Negeri Sanggau untuk klien kami yaitu terdakwa Herkulanus Lidin,” kata Erma Suryani Ranik, kuasa hukum Herkulanus Lidin, dalam siaran pers yang diterima di Pontianak, Jumat.

Dia mengatakan, dalam surat pengaduan tersebut, ia sebagai kuasa hukum Herkulanus Lidin, mengadukan adanya dugaan tindakan tidak profesional dan mengabaikan asas keadilan dalam menjalankan tugas dalam memutuskan sidang kasus korupsi PTPN XIII Sanggau, yang mana hal itu bertentangan dengan semangat Jaksa Agung yang sangat mengedepankan prinsip keadilan restoratif.

“Pada hari Selasa 5 April 2022, kami telah melaporkan tindak tidak profesionalnya Kejaksaan Negeri Sanggau atas penanganan kasus klien kami Herkulanus Lidin kepada Komisi Kejaksaan Republik Indonesia di Jakarta,” katanya menegaskan.

Dia mengatakan, laporan tersebut diserahkan langsung oleh pihaknya selaku kuasa hukum dari Herkulanus Lidin dan diterima langsung oleh Komisioner Komisi Kejaksaan, Ibnu Mazjah, di Jakarta.

“Terhadap Laporan kami, Komisioner Komisi Kejaksaan Ibnu Mazjah menyatakan, sesuai kewenangannya, Komisi Kejaksaan akan melakukan pleno terhadap laporan kami, dan apabila masih ada bukti-bukti yang kurang, maka akan diminta melengkapi bukti dimaksud,” ujarnya.

Menurut Erma Ranik lagi, terhadap laporannya itu Komisioner Ibnu Mazjah menjelaskan, Komisi Kejaksaan memiliki dua opsi untuk setiap laporan yang masuk yaitu meneruskan kepada Jaksa Agung untuk selanjutnya meminta agar Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan untuk melakukan klarifikasi terhadap oknum jaksa yang dilaporkan. Kemudian, Komisi Kejaksaan akan turun sendiri ke lapangan untuk melakukan klarifikasi terhadap laporan agar bisa diperoleh data pendukung yang kuat.

Erma Ranik menambahkan, berdasarkan fakta-fakta persidangan, pihaknya memohon keadilan dan melaporkan kepada Komisi Kejaksaan RI dua orang jaksa di Pengadilan Negeri Sanggau Kalbar karena bersikap tidak profesional yakni jaksa AS dan Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau TF.

MANADOPOST.ID – Kuasa hukum terdakwa kasus korupsi di PTPN XIII di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Herkulanus Lidin, telah menyerahkan surat laporan terhadap dua jaksa dari Kejaksaan Negeri Sanggau ke Komisi Kejaksaan RI terkait penanganan tindak pidana korupsi di kantor perusahaan perkebunan tersebut.

“Melalui surat laporan ini kami memohon kepada Ketua Komisi Kejaksaan RI dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin untuk memerintahkan penarikan permohonan kasasi dari Kejaksaan Negeri Sanggau untuk klien kami yaitu terdakwa Herkulanus Lidin,” kata Erma Suryani Ranik, kuasa hukum Herkulanus Lidin, dalam siaran pers yang diterima di Pontianak, Jumat.

Dia mengatakan, dalam surat pengaduan tersebut, ia sebagai kuasa hukum Herkulanus Lidin, mengadukan adanya dugaan tindakan tidak profesional dan mengabaikan asas keadilan dalam menjalankan tugas dalam memutuskan sidang kasus korupsi PTPN XIII Sanggau, yang mana hal itu bertentangan dengan semangat Jaksa Agung yang sangat mengedepankan prinsip keadilan restoratif.

“Pada hari Selasa 5 April 2022, kami telah melaporkan tindak tidak profesionalnya Kejaksaan Negeri Sanggau atas penanganan kasus klien kami Herkulanus Lidin kepada Komisi Kejaksaan Republik Indonesia di Jakarta,” katanya menegaskan.

Dia mengatakan, laporan tersebut diserahkan langsung oleh pihaknya selaku kuasa hukum dari Herkulanus Lidin dan diterima langsung oleh Komisioner Komisi Kejaksaan, Ibnu Mazjah, di Jakarta.

“Terhadap Laporan kami, Komisioner Komisi Kejaksaan Ibnu Mazjah menyatakan, sesuai kewenangannya, Komisi Kejaksaan akan melakukan pleno terhadap laporan kami, dan apabila masih ada bukti-bukti yang kurang, maka akan diminta melengkapi bukti dimaksud,” ujarnya.

Menurut Erma Ranik lagi, terhadap laporannya itu Komisioner Ibnu Mazjah menjelaskan, Komisi Kejaksaan memiliki dua opsi untuk setiap laporan yang masuk yaitu meneruskan kepada Jaksa Agung untuk selanjutnya meminta agar Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan untuk melakukan klarifikasi terhadap oknum jaksa yang dilaporkan. Kemudian, Komisi Kejaksaan akan turun sendiri ke lapangan untuk melakukan klarifikasi terhadap laporan agar bisa diperoleh data pendukung yang kuat.

Erma Ranik menambahkan, berdasarkan fakta-fakta persidangan, pihaknya memohon keadilan dan melaporkan kepada Komisi Kejaksaan RI dua orang jaksa di Pengadilan Negeri Sanggau Kalbar karena bersikap tidak profesional yakni jaksa AS dan Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau TF.

Most Read

Artikel Terbaru

/