32 C
Manado
Sabtu, 31 Oktober 2020

Putra Tonsea Detektif Internasional

MANADOPOST.ID–Putra dan putri Sulawesi Utara banyak yang sukses di pentas nasional hingga internasional. Menduduki sejumlah jabatan strategis baik eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI/Polri, pengusaha hingga influencer.

Mereka kini menjadi inspirasi dan kebanggaan warga Nyiur Melambai. Manado Post sebagai media multi platform nomor satu di Sulut, memberi ruang bagi figur-figur tersebut, agar makin dikenal masyarakat melalui rubrik terbaru bertajuk MPeople, persembahan Torang Pe Koran, Akurat, Tuntas, Terpercaya.

JULUKAN sebagai detektif internasional diberikan bagi putra kawanua yang satu ini. Bukan tanpa alasan, banyak sekali kasus transnation crime investigation pernah dilakukannya.

Dialah Brigjen Pol Dr Winston Tommy Watuliu. Putra Tonsea ini bahkan pernah menjalani pendidikan di biro investigasi Amerika Serikat di FBI National Academy, Virginia USA selama enam bulan. “Dari tugas-tugas saya di reserse, sebagian besar di jatanras dan cybercrime. Ada juga di  terorisme dan trans national crime,” kata lulusan Akpol tahun 1989 ini.

Suami dari Debbie Deborah Watuliu-Dumais ini pun menceritakan, usai menyelesaikan pendidikan, Brigjen Watuliu mengawali karir kepolisian sebagai instruktur di Akpol selama satu tahun. Sebelum ditugaskan di Polda Metro Jaya.

“Mungkin bisa dibilang, tugas kedinasan saya paling banyak di Polda Metro Jaya dan di Bareskrim. Mungkin 90 persen dari total masa jabatan saya hingga saat ini,” ungkap jenderal bintang satu ini.

Dirinya juga pernah menjadi dosen di Bareskrim Akpol tahun 2013. Mengajar reserse dan cyber investigation. “Kemudian tahun 2015, ditugaskan di Polda Kalimantan Timur sebagai Direskrim selama dua tahun,” ungkapnya.

Sebelum ditarik lagi ke Akpol menjadi Direktur Pembinaan dan Pelatihan tahun 2017. “Di tahun yang sama, saya diangkat menjadi bintang satu Brigadir Jendral Polisi. Setelah itu, diberi tugas-tugas khusus sampai sekarang,” beber Brigjen Watuliu.

Selanjutnya, ayah dari Jonathan Jorgen dan Zacharias Samuel Ibrani ini juga menceritakaan, selain beasiswa di FBI Academy, dirinya juga beberapa kali merengkuh pelatihan melalui pendidikan-pendidikan di beberapa negara. Seperti di Australia Federal Police (AFP) pelatihan trans national crime.

“Kemudian juga pernah juga dapat beasiswa pendidikan cybercrime di Bangkok kemudian pendidikan economy crime di Belanda. Pernah juga ikut course di Virginia Univesity AS, mengambil criminal justice system tahun 2009 selama 3 bulan,” sebutnya.

Selain merengkuh sejumlah pendidikan tambahan berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab di institusi Polri, Brigjen Watuliu juga mengambil pendidikan sipil. Menamatkan S-1 di Sekolah Tinggi  Ilmu Manajemen Mandala Jakarta tahun 2003. Kemudian pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dengan jurusan Administrasi Publik tahun 2016.

Selanjutnya, tahun 2015 Brigjen Watuliu kembali mengambil pendidikan S3 di UI dengan penjurusan yang sama dengan S2, administrasi publik. “Saat kuliah doktor, puji Tuhan meraih penghargaan sebagai wisudawan terbaik,” bebernya.

Tak hanya pernghargaan dari dunia akademis, Brigjen Watuliu juga meraih sejumlah penghargaan dalam kiprahnya di dunia kepolisian. Seperti penghargaan dari Kapolri saat tugas di Polda Metro Jaya dalam kasus narkotika penangkapan Sarimah.

“Sementara, dari Kapolda Metro Jaya juga beberapa kali menerima penghargaan. Khususnya dalam kasus-kasus cybercrime dan narkotika. Kemudian dari Kabareskrim juga pernah diberi penghargaan dalam beberapa penanganan kasus cyber,” ujarnya.

Tak hanya penghargaan dari dalam negeri, namun karena sepak terjang di dunia trans national crime atau penanganan kriminalitas antar negara, Brigjen Watuliu juga pernah mendapat penghargaan dari Direktur FBI tahun 2009. “Penghargaan dari FBI untuk pengungkapan kasus investigasi cybercrime kerjasama dengan Indonesia,” bebernya.

Brigjen Watuliu yang aktif di organisasi Sosial Budaya Paimpoluan Ne Tonsea dan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) mengatakan, dirinya bersyukur menjadi polisi.

“Sangat bersyukur, karena menjadi polisi, membuat saya mendapat banyak kesempatan jadi berkat,” ungkapnya. Karena menurutnya, tanggung jawab polisi itu untuk membantu masyarakat. “Seperti tugas polisi kan untuk mengayomi masyrakat. Untuk bantu-bantu orang,” tutupnya.(fgn)

-

Artikel Terbaru

Bendungan Kuwil Capai 75 Persen, Selesai Pertengahan 2021

MANADOPOST.ID—Salah satu bendungan yang bakal memberikan efek positif masyarakat Sulut khususnya Kota Manado selesai tahun depan.  Hal itu disampaikan Gubernur berstatus cuti Olly Dondokambey, kepada para pakar intelektual Sulut di Hotel Grand Puri Manado.

Wabup Sangihe: Olly-Steven Lanjutkan Periode Kedua

MANADOPOST.ID—Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong menyampaikan dukungan terbuka kepada pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw pada Pilkada 9 Desember 2020.

Kawanua Prediksi Donald Trump Menang Lagi

MANADOPOST.ID—Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), ikut mendapat perhatian warga Sulawesi Utara (Sulut), yang saat ini bermukim di negeri Paman Sam.

KPK Bisa Ambil Alih Kasus

MANADOPOST.ID—Kasus-kasus yang mandek di lingkungan Polri dan Kejaksaan bisa diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Joshua/Vincen Diunggulkan Sabet Juara

MANADOPOST.ID—Siapa berhak menyegel titel juara badminton Manado Post Open 2020? Malam ini, segera terjawab di GOR Betania, Teling Manado. Delapan pasangan kategori A dan B (lihat grafis), bakal bertanding habis-habisan merebut tiket final guna ke podium juara.