32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Polres Buru `Tukang Jual` Keke

MANADOPOST.ID—Orangtua harus melakukan pengawasan ketat terhadap anak perempuan. Jangan sampai para Keke (istilah lain perempuan Minahasa) terjerumus ke hal-hal negatif.

Seperti kasus human trafficking atau perdagangan manusia seperti prostitusi online di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang baru saja dibongkar kepolisian.

Baru-baru ini, anggota kepolisian telah melakukan penangkapan tersangka atas kasus tersebut. Polres Minsel dalam konferensi pers, Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, Kasubag Humas Polres Minsel Robby Tangkere dan Kapolsek Amurang IPTU Wensy Saerang, Rabu (7/10), membeber peran serta kronologi penangkapan.

Tangkere menjelaskan penangkapan tersangka kasus human trafficking berawal dari laporan warga, di wilayah Amurang marak terjadi prostitusi online.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sehingga anggota Polsek Amurang melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan salah satu tersangka VB alias Vicky Bahihi (24) warga desa Ranoketang Tua, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel. Dari penangkapan ini maka anggota Polsek melakukan pengembangan dan berhasil menangkap kembali dua tersangka lainnya. Tersangka RT alias Riki Tumbelaka (23) dan tersangka RS Alias Rizal Salele (26). Mereka diamankan di rumah masing-masing di Desa Ranoketang Tua,” sebutnya.

Gumara menambahkan, para tersangka beroperasi secara berpindah-pindah wilayah. Di Amurang sendiri, sudah lebih dari tiga bulan terakhir.

“Ini kasus sudah sering terjadi di wilayah Sulut, namun untuk wilayah Minsel sendiri baru sekarang. Para tersangka melakukan aksi prostitusi lewat sebuah aplikasi yang kemudian mereka tawarkan para perempuan kepada pelangan di aplikasi tersebut. Sementara para TSK dan PSK diamankan di salah satu hotel di wilayah Amurang,” jelasnya.

Selain tiga tersangka ini, pihak kepolisian sudah mengantongi nama tersangka lainnya. Yang saat ini masih diburu. Polres Minsel, belum bisa membeber identitas tersangka lainnya. Ketiga tersangka diamankan di waktu dan lokasi yang berbeda. Dari tangan para tersangka, kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa tiga HP merk Samsung yang dijadikan sebagai sarana transaksi, tiga alat kontrasepsi dan hasil chatingan transaksi lewat aplikasi.

Kapolsek Amurang IPTU Wensy Saerang mengatakan tiga tersangka dijerat dengan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Atas perbuatan para tersangka, maka para tersangka dijerat dengan Pasal 1, 2 dan 10 UU 21/2007 tentang tindak pidana perdagangan orang. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda 600 juta rupiah. Tersangka VB dan RT ini berperan sebagai penjual wanita-wanita yang dijadikan PSK kepada para pelanggan, yang dipasarkan melalui sebuah aplikasi online. Sementara tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para perempuan yang dijadikan PSK. Juga berperan sebagai perekrut perempuan yang dijadikan PSK,” kunci Saerang.(gnr)

MANADOPOST.ID—Orangtua harus melakukan pengawasan ketat terhadap anak perempuan. Jangan sampai para Keke (istilah lain perempuan Minahasa) terjerumus ke hal-hal negatif.

Seperti kasus human trafficking atau perdagangan manusia seperti prostitusi online di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang baru saja dibongkar kepolisian.

Baru-baru ini, anggota kepolisian telah melakukan penangkapan tersangka atas kasus tersebut. Polres Minsel dalam konferensi pers, Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara, Kasubag Humas Polres Minsel Robby Tangkere dan Kapolsek Amurang IPTU Wensy Saerang, Rabu (7/10), membeber peran serta kronologi penangkapan.

Tangkere menjelaskan penangkapan tersangka kasus human trafficking berawal dari laporan warga, di wilayah Amurang marak terjadi prostitusi online.

“Sehingga anggota Polsek Amurang melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan salah satu tersangka VB alias Vicky Bahihi (24) warga desa Ranoketang Tua, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel. Dari penangkapan ini maka anggota Polsek melakukan pengembangan dan berhasil menangkap kembali dua tersangka lainnya. Tersangka RT alias Riki Tumbelaka (23) dan tersangka RS Alias Rizal Salele (26). Mereka diamankan di rumah masing-masing di Desa Ranoketang Tua,” sebutnya.

Gumara menambahkan, para tersangka beroperasi secara berpindah-pindah wilayah. Di Amurang sendiri, sudah lebih dari tiga bulan terakhir.

“Ini kasus sudah sering terjadi di wilayah Sulut, namun untuk wilayah Minsel sendiri baru sekarang. Para tersangka melakukan aksi prostitusi lewat sebuah aplikasi yang kemudian mereka tawarkan para perempuan kepada pelangan di aplikasi tersebut. Sementara para TSK dan PSK diamankan di salah satu hotel di wilayah Amurang,” jelasnya.

Selain tiga tersangka ini, pihak kepolisian sudah mengantongi nama tersangka lainnya. Yang saat ini masih diburu. Polres Minsel, belum bisa membeber identitas tersangka lainnya. Ketiga tersangka diamankan di waktu dan lokasi yang berbeda. Dari tangan para tersangka, kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa tiga HP merk Samsung yang dijadikan sebagai sarana transaksi, tiga alat kontrasepsi dan hasil chatingan transaksi lewat aplikasi.

Kapolsek Amurang IPTU Wensy Saerang mengatakan tiga tersangka dijerat dengan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Atas perbuatan para tersangka, maka para tersangka dijerat dengan Pasal 1, 2 dan 10 UU 21/2007 tentang tindak pidana perdagangan orang. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda 600 juta rupiah. Tersangka VB dan RT ini berperan sebagai penjual wanita-wanita yang dijadikan PSK kepada para pelanggan, yang dipasarkan melalui sebuah aplikasi online. Sementara tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para perempuan yang dijadikan PSK. Juga berperan sebagai perekrut perempuan yang dijadikan PSK,” kunci Saerang.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/