31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Welcome Back Kajati Sulut Dita Prawitaningsih

MANADOPOST.ID-Kajati Sulut yang baru Dita Prawitaningsih SH MH, belum lama menjabat sebagai Wakajati Sulut. Dengan pengalamannya tersebut, para pegiat anti korupsi berharap, sejumlah kasus yang masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ Kejati dan jajaran, agar bisa terus digodok secara transparan oleh pimpinan yang baru.

Diketahui, Juni 2020, Prawitaningsih baru saja resmi dimutasi dan dilantik sebagai Wakajati Jawa Tengah di Semarang. Sebelum jadi wakajati Sulut, Prawitaningsih sebelumnya juga memiliki pengalaman menjabat koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI.

Kembali ke mutasi. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Andi Muh Iqbal Arief SH MH, kini dipercayakan Kajagung menjadi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia di Jakarta.

“Kami tahu, kajati yang baru ini bukan orang baru di Sulut. Dia belum lama ini dimutasi ke Jateng. Sekarang balik lagi. Kami rasa dia sangat tahu dengan sejumlah kasus yang masih mandek. Mudah-mudahan kasus-kasus ini diungkap. Kalau diungkap, toh kinerja kejaksaan juga yang akan mendapat apresiasi dari masyarakat,” sebut sejumlah pegiat anti korupsi saat berbincang dengan Manado Post.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui, Jaksa Agung ST Burhanuddin merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau.
Mutasi dan rotasi jabatan ini didasarkan pada Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 250 Tahun 2020 tanggal 4 Desember 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Jabatan Struktural di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Kali ini, ada 39 pegawai yang dimutasi Korps Adhyaksa.

Surat keputusan itu ditandatangani Jaksa Agung ST Burhanuddin langsung. Dalam SK tersebut, ada pergantian di posisi kejati, seperti Kejati Sulawesi Tenggara di Kendari, Kejati Kalimantan Barat di Pontianak, Kejati Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kejati Sulawesi Utara di Manado, Kejati Sumatera Selatan di Palembang, Kejati Sumatera Utara di Medan, Kejati Riau di Tanjung Pinang, Kejati Sumatera Barat di Padang dan Kejati Banten di Serang. Jabatan Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono juga mengalami pergantian. Pergantian jabatan juga terjadi di posisi Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Sesjamwas), Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Sesjampidum), dan berbagai jabatan lainnya.(gnr)

MANADOPOST.ID-Kajati Sulut yang baru Dita Prawitaningsih SH MH, belum lama menjabat sebagai Wakajati Sulut. Dengan pengalamannya tersebut, para pegiat anti korupsi berharap, sejumlah kasus yang masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ Kejati dan jajaran, agar bisa terus digodok secara transparan oleh pimpinan yang baru.

Diketahui, Juni 2020, Prawitaningsih baru saja resmi dimutasi dan dilantik sebagai Wakajati Jawa Tengah di Semarang. Sebelum jadi wakajati Sulut, Prawitaningsih sebelumnya juga memiliki pengalaman menjabat koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI.

Kembali ke mutasi. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Andi Muh Iqbal Arief SH MH, kini dipercayakan Kajagung menjadi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia di Jakarta.

“Kami tahu, kajati yang baru ini bukan orang baru di Sulut. Dia belum lama ini dimutasi ke Jateng. Sekarang balik lagi. Kami rasa dia sangat tahu dengan sejumlah kasus yang masih mandek. Mudah-mudahan kasus-kasus ini diungkap. Kalau diungkap, toh kinerja kejaksaan juga yang akan mendapat apresiasi dari masyarakat,” sebut sejumlah pegiat anti korupsi saat berbincang dengan Manado Post.

Diketahui, Jaksa Agung ST Burhanuddin merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau.
Mutasi dan rotasi jabatan ini didasarkan pada Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 250 Tahun 2020 tanggal 4 Desember 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Jabatan Struktural di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Kali ini, ada 39 pegawai yang dimutasi Korps Adhyaksa.

Surat keputusan itu ditandatangani Jaksa Agung ST Burhanuddin langsung. Dalam SK tersebut, ada pergantian di posisi kejati, seperti Kejati Sulawesi Tenggara di Kendari, Kejati Kalimantan Barat di Pontianak, Kejati Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kejati Sulawesi Utara di Manado, Kejati Sumatera Selatan di Palembang, Kejati Sumatera Utara di Medan, Kejati Riau di Tanjung Pinang, Kejati Sumatera Barat di Padang dan Kejati Banten di Serang. Jabatan Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono juga mengalami pergantian. Pergantian jabatan juga terjadi di posisi Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Sesjamwas), Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Sesjampidum), dan berbagai jabatan lainnya.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/