24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Awas! Jalur Ekonomi Rawan Transaksi Narkoba

MANADOPOST.ID— Jalur ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) masih rawan dengan penyeludupan narkoba. Untungnya, pihak Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Wilayah Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terus berkomitmen menyikat habis peredaran barang haram tersebut.

Hal ini dibuktikan, dengan keberhasilan dua lembaga tersebut dalam mengamankan tiga tersangka berinisial F (30 tahun), AA(23 tahun) dan R(23 tahun). Ketiganya sebagai pemilik narkoba jenis ganja seberat 19 gram dengan nominal rupiah sebesar Rp650 ribu di Desa Buroko Kabupaten Bolmut.

Kepala BNNP Sulut, Brigjen Pol Drs. Victor  Lasut, dalam konferensi pers kemarin, menyampaikan bahwa telah berhasil mengungkap pengiriman narkoba berupa ganja yang berasal dari luar kota.

Dia menambahkan, bahwa keberhasilan tersebut adalah hasil penyelidikan kurang lebih selama satu minggu. “Informasi awal kami dapatkan dari DJBC Wilayah Sulbagtara. Setelah itu dilakukan pengembangan. Kemudian penangkapan dan penggeledahan rumah ketiga tersangka,” sebutnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut pengakuan tersangka, lanjut Lasut, ganja itu didapat dari pembelian barang online. Modus pengirimannya adalah melalui pemberitahuan barang kiriman berupa dompet bekas.

Ganja dimasukkan ke dalam dompet bekas tersebut dan dibalut dengan lakban. “Ini adalah modus yang sering terjadi, sehingga kami bisa dengan mudah melakukan penggelahan,” tekannya.

Pada kesempatan yang sama, Kakanwil DJBC Sulbagtara, Cerah Bangun mengakui, keberhasilan ini merupakan wujud sinergitas Bea Cukai dan BNNP dalam memberantas peredaran gelap narkoba”.

“Penindakan ini menunjukkan bukti nyata bahwa Bea Cukai bersama BNN tidak lengah dalam upaya memberantas peredaran gelap narkoba meskipun situasi dalam kondisi pandemi Covid-19. Narkoba adalah musuh bersama yang harus diperangi demi menyelamatkan generasi mendatang,” tutupnya (ayu)

MANADOPOST.ID— Jalur ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) masih rawan dengan penyeludupan narkoba. Untungnya, pihak Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Wilayah Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terus berkomitmen menyikat habis peredaran barang haram tersebut.

Hal ini dibuktikan, dengan keberhasilan dua lembaga tersebut dalam mengamankan tiga tersangka berinisial F (30 tahun), AA(23 tahun) dan R(23 tahun). Ketiganya sebagai pemilik narkoba jenis ganja seberat 19 gram dengan nominal rupiah sebesar Rp650 ribu di Desa Buroko Kabupaten Bolmut.

Kepala BNNP Sulut, Brigjen Pol Drs. Victor  Lasut, dalam konferensi pers kemarin, menyampaikan bahwa telah berhasil mengungkap pengiriman narkoba berupa ganja yang berasal dari luar kota.

Dia menambahkan, bahwa keberhasilan tersebut adalah hasil penyelidikan kurang lebih selama satu minggu. “Informasi awal kami dapatkan dari DJBC Wilayah Sulbagtara. Setelah itu dilakukan pengembangan. Kemudian penangkapan dan penggeledahan rumah ketiga tersangka,” sebutnya.

Menurut pengakuan tersangka, lanjut Lasut, ganja itu didapat dari pembelian barang online. Modus pengirimannya adalah melalui pemberitahuan barang kiriman berupa dompet bekas.

Ganja dimasukkan ke dalam dompet bekas tersebut dan dibalut dengan lakban. “Ini adalah modus yang sering terjadi, sehingga kami bisa dengan mudah melakukan penggelahan,” tekannya.

Pada kesempatan yang sama, Kakanwil DJBC Sulbagtara, Cerah Bangun mengakui, keberhasilan ini merupakan wujud sinergitas Bea Cukai dan BNNP dalam memberantas peredaran gelap narkoba”.

“Penindakan ini menunjukkan bukti nyata bahwa Bea Cukai bersama BNN tidak lengah dalam upaya memberantas peredaran gelap narkoba meskipun situasi dalam kondisi pandemi Covid-19. Narkoba adalah musuh bersama yang harus diperangi demi menyelamatkan generasi mendatang,” tutupnya (ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/