26.4 C
Manado
Sunday, 2 October 2022

Kinerja Kakanwil KemenkumHAM Sulut Disorot, Aktivis: Jangan Omong Doang

MANADOPOST.ID—Keseriusan KemenkumHAM Sulawesi Utara (Sulut) dipertanyakan. Hal ini terlihat dalam menangani kasus kaburnya napi kasus narkoba dari Lapas Kelas IIB Bitung.

Informasi didapat, napi yang kabur sudah berhasil diamankan, Senin (8/8) lalu. Namun hingga kini, tindakan tegas terhadap para oknum yang dinilai lalai yang dilalukan.

Kakanwil KemenkumHAM Sulut Haris Sukamto tak menampik belum adanya evaluasi terhadap Kalapas Kelas IIB Bitung Syukron Hamdani dan pengawal yang lalai menjaga napi hingga akhirnya kabur. Diungkapkannya, pemeriksaan sedang dilakukan. “Masih dilakukan pemeriksaan menyeluruh,” singkatnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Bitung Syukron Hamdani saat dikonfirmasi membenarkan napi yang kabur sudah diamankan. Melewati proses screening dan kembali dimasukkan ke sel penjara. “Sudah dari Senin (8/8). Kita amankan di Kota Manado bekerjasama dengan kepolisian. Sekarang sudah masuk sel lagi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Prawitaningsih dapat Isyarat Enam Bulan Lalu
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sikap KemenkumHAM Sulut menuai kritikan tajam para aktivis di Sulut. Kakanwil Haris Sukamto pun diminta dievaluasi. “Ini bisa jadi preseden buruk. Kalau dilonggarkan, jadinya seperti pembiaran,” nilai Aktivis Hukum dan Pemerintahan Allan Lumempouw.

Menurut dia, seharusnya ada tindakan langsung dari Kakanwil KemenkumHAM untuk menunjukkan ketegasan tidak berkompromi dengan hal seperti ini. Ketika yang terjadi sebaliknya, patut diduga dan wajib diusut. “Komitmen itu tidak boleh hanya sebatas omong doang, bisa jadi omong kosong nantinya. Kami meminta, KemenkumHAM mengevaluasi Kakanwil di sini,” tegasnya.

Sebelumnya, informasi kaburnya napi kasus narkoba berinisial ML alias Eping dari Lapas Kelas IIB Bitung, diterima awak media. ML izin untuk berobat sesuai rujukan dari Puskesmas Danowudo. Tapi justru diantarkan ke rumahnya hingga akhirnya tak kembali. Beruntung, dia kembali diamankan dengan bantuan kepolisian. (jendri dahar)

Baca Juga:  Kabid Humas Polda Sulut: Tim Macan Polresta Manado Ringkus Tersangka Pembunuhan

MANADOPOST.ID—Keseriusan KemenkumHAM Sulawesi Utara (Sulut) dipertanyakan. Hal ini terlihat dalam menangani kasus kaburnya napi kasus narkoba dari Lapas Kelas IIB Bitung.

Informasi didapat, napi yang kabur sudah berhasil diamankan, Senin (8/8) lalu. Namun hingga kini, tindakan tegas terhadap para oknum yang dinilai lalai yang dilalukan.

Kakanwil KemenkumHAM Sulut Haris Sukamto tak menampik belum adanya evaluasi terhadap Kalapas Kelas IIB Bitung Syukron Hamdani dan pengawal yang lalai menjaga napi hingga akhirnya kabur. Diungkapkannya, pemeriksaan sedang dilakukan. “Masih dilakukan pemeriksaan menyeluruh,” singkatnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Bitung Syukron Hamdani saat dikonfirmasi membenarkan napi yang kabur sudah diamankan. Melewati proses screening dan kembali dimasukkan ke sel penjara. “Sudah dari Senin (8/8). Kita amankan di Kota Manado bekerjasama dengan kepolisian. Sekarang sudah masuk sel lagi,” ungkapnya.

Baca Juga:  HORE!!! Tukin TNI Naik 80%, Rumah Dinas Menyusul

Sikap KemenkumHAM Sulut menuai kritikan tajam para aktivis di Sulut. Kakanwil Haris Sukamto pun diminta dievaluasi. “Ini bisa jadi preseden buruk. Kalau dilonggarkan, jadinya seperti pembiaran,” nilai Aktivis Hukum dan Pemerintahan Allan Lumempouw.

Menurut dia, seharusnya ada tindakan langsung dari Kakanwil KemenkumHAM untuk menunjukkan ketegasan tidak berkompromi dengan hal seperti ini. Ketika yang terjadi sebaliknya, patut diduga dan wajib diusut. “Komitmen itu tidak boleh hanya sebatas omong doang, bisa jadi omong kosong nantinya. Kami meminta, KemenkumHAM mengevaluasi Kakanwil di sini,” tegasnya.

Sebelumnya, informasi kaburnya napi kasus narkoba berinisial ML alias Eping dari Lapas Kelas IIB Bitung, diterima awak media. ML izin untuk berobat sesuai rujukan dari Puskesmas Danowudo. Tapi justru diantarkan ke rumahnya hingga akhirnya tak kembali. Beruntung, dia kembali diamankan dengan bantuan kepolisian. (jendri dahar)

Baca Juga:  Wakapolda Sulut Pantau Uji Kesjas Catar Akpol, Seleksi Superketat

Most Read

Artikel Terbaru

/