30.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Ini Penyebab Kerusuhan di Lapas Tuminting

MANADOPOST.ID- Pandemi Corona Virus Disaese (Covid-19) terus berdampak. Tadi sore, kerusuhan terjadi di Lapas Kelas IIA Manado di Tuminting.

Kerusuhan yang merembet pada aksi pembakaran dan pengrusakan lapas itu, dipicu rasa kurang puas ratusan warga binaan atas pembebasan 115 narapidana yang sebelumnya dilakukan KemenkumHAM. Mereka juga minta dibebaskan karena takut tertular virus corona.

“Kita masih kembangkan jumlah pasti berapa tapi ada sekira ratusan warga binaan kasus narkoba yang memicu keributan karena juga ingin dibebaskan,” beber Kakanwil KemenkumHAM Sulut Lumaksono.

Padahal, lanjutnya, kebijakan asimilasi yang diambil pemerintah pusat hanya ditujukan kepada narapidana memenuhi syarat. Sementara mereka yang menuntut dibebaskan masih berstatus tahanan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kita masih inventarisir fasilitas yang dirusak apa saja belum dipastikan. Yang pasti, untuk blok narkoba sudah tidak bisa digunakan sehingga para warga binaan di sana akan dipindahkan,” ungkapnya.

Dipindahkan kemana? “Yang pasti di wilayah Sulut. Kita masih lihat,” tuturnya.

Meski begitu, dia memastikan tidak ada korban jiwa. Pun dengan para warga binaan. Tidak ada yang berhasil kabur. “Kalau yang luka-luka baik warga binaan maupun petugas ada. Tapi ada berapa masih kita hitung,” tukasnya. (jen)

MANADOPOST.ID- Pandemi Corona Virus Disaese (Covid-19) terus berdampak. Tadi sore, kerusuhan terjadi di Lapas Kelas IIA Manado di Tuminting.

Kerusuhan yang merembet pada aksi pembakaran dan pengrusakan lapas itu, dipicu rasa kurang puas ratusan warga binaan atas pembebasan 115 narapidana yang sebelumnya dilakukan KemenkumHAM. Mereka juga minta dibebaskan karena takut tertular virus corona.

“Kita masih kembangkan jumlah pasti berapa tapi ada sekira ratusan warga binaan kasus narkoba yang memicu keributan karena juga ingin dibebaskan,” beber Kakanwil KemenkumHAM Sulut Lumaksono.

Padahal, lanjutnya, kebijakan asimilasi yang diambil pemerintah pusat hanya ditujukan kepada narapidana memenuhi syarat. Sementara mereka yang menuntut dibebaskan masih berstatus tahanan.

“Kita masih inventarisir fasilitas yang dirusak apa saja belum dipastikan. Yang pasti, untuk blok narkoba sudah tidak bisa digunakan sehingga para warga binaan di sana akan dipindahkan,” ungkapnya.

Dipindahkan kemana? “Yang pasti di wilayah Sulut. Kita masih lihat,” tuturnya.

Meski begitu, dia memastikan tidak ada korban jiwa. Pun dengan para warga binaan. Tidak ada yang berhasil kabur. “Kalau yang luka-luka baik warga binaan maupun petugas ada. Tapi ada berapa masih kita hitung,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/