30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Oknum Polisi Diduga Aniaya Pemuda di Papakelan, Korban: Dipukul Benda Tumpul dan Diintimidasi

MANADOPOST.ID- Beberapa waktu terakhir, Bripka Jerry Tumundo, Kanit Reskrim Polsek Dimembe, Polres Minut, yang menjadi relawan saat memakamkan pasien Covid-19 di Minut, menjadi buah bibir. Di media sosial, aksi anggota polisi itu, jadi perhatian netizen. Mereka memuji dan mengapresiasi aksi heroik Bripka Jerry.

Hari ini, perhatian netizen juga tertuju pada oknum anggota polisi Polres Minahasa, yang diduga menganiaya sejumlah pemuda di Kelurahan Papakelan. Kronologi kejadian tersebut, diceritakan para korban lewat postingan akun Facebook Papakelan Torang, dan menjadi viral. Terpantau sekira pukul 23.10 Wita, unggahan tersebut sudah dibagikan sekira 1.300 kali, dengan komentar 6.300 lebih. Netizen meminta kasus ini dilaporkan ke Propam dan diusut tuntas. “Lapor ke Propam Polda. Harus diusut tuntas,” kemntar aknu Gimin S.

Dalam postingan itu diceritakan, pada Jumat (17/4) lalu, beberapa pemuda Papakelan, mendapat giliran untuk berjaga malam, terkait pembentukan pos penjagaan covid-19. Sekira pukul 01.35 dini hari, ada mobil yang melaju kencang datang ke arah pos penjagaan. “Pada saat kami sedang jaga, ada mobil yg melaju kencang saat akan melintasi pos. Jadi kami memberhentikan dengan maksud bertanya apa tujuan serta maksud kedatangan,” kata salah satu pemuda.

Pasalnya saat itu sudah larut malam. “Terus dengan spontan bapak (supir mobil) yang diduga sudah dalam pengaruh miras, langsung marah dan mengatakan kami menghadangnya. Padahal kami hanya bermaksud bertanya, tentang tujuan datang di kelurahan kami,” ungkapnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lanjutnya, menegaskan apa yang dilakukan, juga dengan sopan dan ramah. “Kami bertanya dengan sopan. Tidak dengan teriakan atau kata kasar. Tetapi beliau terus menekan bahwa kami menghadang beliau,” tambahnya sembari mengatakan pos penjagaan adalah perintah dari lurah. “Sempat terjadi adu argumen. Selang beberapa menit, datang Kapolsek Toulimambot bersama istrinya di mobil. Lalu terjadi percakapan antara supir dan Kapolsek,” katanya.

Ternyata, supir tersebut adalah anggota polisi yang bertugas di Polsek Toulimambot. “Kemudian Kapolsek turun dari mobilnya dan merekam kejadian. Namun tanpa ada arahan dari beliau. Pada akhirnya, mobil beliau bersama mobil pribadi Kapolsek lewat,” terangnya.

Tak berselang beberapa saat, anggota Polres Minahasa juga datang di lokasi. “Berselang beberapa waktu, si pengemudi kembali bersama Kapolsek yang saat itu sudah semobil. Pun beberapa menit kemudian, juga datang beberapa anggota dari Polres Minahasa,” terangnya.

Mereka menyayangkan, para anggota tersebut juga diduga dalam keadaan mabuk. “Sebagian kami langsung dipukul lalu dinaikan ke mobil. Kami dibawa ke Polres Minahasa. Sesampainya di Polres, kami diinterogasi dan dipukuli. Juga seorang kepala lingkungan yang mengontrol pada saat jaga malam bersama kami. Beberapa teman kami, bahkan dipukul menggunakan benda tumpul. Yang lain dipukul sampai memar,” ungkapnya.

Seusai itu, mereka juga sempat diintimidasi, agar tidak menyebarkan kejadian tersebut. “Kami juga sempat merekam kejadian, tetapi sesampainya di polres, handphone kami disita. Dan mereka menyuruh kami untuk menghapus video yang kami rekam. Ketika juga sudah selesai diperiksa, kami diintimidasi agar kejadian ini tidak tersebar atau tidak laporkan kepada orang tua dan juga masyarakat,” akunya.

“Mohon penjelasannya, apakah kami layak diperlakukan demikian, mengingat kami hanya bertanya maksud dan tujuan, bukan untuk menghalang. Kami juga bertanya mengapa pada saat kejadian, bapak Kapolsek hanya merekam tanpa mengatakan statement apapun yang dapat melerai atau sebagai penengah. Beliau hanya sibuk merekam, mohon penjelasannya,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Minahasa AKBP Denny I Situmorang SIK, saat dikonfirmasi, belum berkomentar banyak. Besok Senin ya. Masih proses lidik itu. Saya belum dapat info lengkapnya,” singkatnya, saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (18/4) malam.(mpid)

MANADOPOST.ID- Beberapa waktu terakhir, Bripka Jerry Tumundo, Kanit Reskrim Polsek Dimembe, Polres Minut, yang menjadi relawan saat memakamkan pasien Covid-19 di Minut, menjadi buah bibir. Di media sosial, aksi anggota polisi itu, jadi perhatian netizen. Mereka memuji dan mengapresiasi aksi heroik Bripka Jerry.

Hari ini, perhatian netizen juga tertuju pada oknum anggota polisi Polres Minahasa, yang diduga menganiaya sejumlah pemuda di Kelurahan Papakelan. Kronologi kejadian tersebut, diceritakan para korban lewat postingan akun Facebook Papakelan Torang, dan menjadi viral. Terpantau sekira pukul 23.10 Wita, unggahan tersebut sudah dibagikan sekira 1.300 kali, dengan komentar 6.300 lebih. Netizen meminta kasus ini dilaporkan ke Propam dan diusut tuntas. “Lapor ke Propam Polda. Harus diusut tuntas,” kemntar aknu Gimin S.

Dalam postingan itu diceritakan, pada Jumat (17/4) lalu, beberapa pemuda Papakelan, mendapat giliran untuk berjaga malam, terkait pembentukan pos penjagaan covid-19. Sekira pukul 01.35 dini hari, ada mobil yang melaju kencang datang ke arah pos penjagaan. “Pada saat kami sedang jaga, ada mobil yg melaju kencang saat akan melintasi pos. Jadi kami memberhentikan dengan maksud bertanya apa tujuan serta maksud kedatangan,” kata salah satu pemuda.

Pasalnya saat itu sudah larut malam. “Terus dengan spontan bapak (supir mobil) yang diduga sudah dalam pengaruh miras, langsung marah dan mengatakan kami menghadangnya. Padahal kami hanya bermaksud bertanya, tentang tujuan datang di kelurahan kami,” ungkapnya.

Lanjutnya, menegaskan apa yang dilakukan, juga dengan sopan dan ramah. “Kami bertanya dengan sopan. Tidak dengan teriakan atau kata kasar. Tetapi beliau terus menekan bahwa kami menghadang beliau,” tambahnya sembari mengatakan pos penjagaan adalah perintah dari lurah. “Sempat terjadi adu argumen. Selang beberapa menit, datang Kapolsek Toulimambot bersama istrinya di mobil. Lalu terjadi percakapan antara supir dan Kapolsek,” katanya.

Ternyata, supir tersebut adalah anggota polisi yang bertugas di Polsek Toulimambot. “Kemudian Kapolsek turun dari mobilnya dan merekam kejadian. Namun tanpa ada arahan dari beliau. Pada akhirnya, mobil beliau bersama mobil pribadi Kapolsek lewat,” terangnya.

Tak berselang beberapa saat, anggota Polres Minahasa juga datang di lokasi. “Berselang beberapa waktu, si pengemudi kembali bersama Kapolsek yang saat itu sudah semobil. Pun beberapa menit kemudian, juga datang beberapa anggota dari Polres Minahasa,” terangnya.

Mereka menyayangkan, para anggota tersebut juga diduga dalam keadaan mabuk. “Sebagian kami langsung dipukul lalu dinaikan ke mobil. Kami dibawa ke Polres Minahasa. Sesampainya di Polres, kami diinterogasi dan dipukuli. Juga seorang kepala lingkungan yang mengontrol pada saat jaga malam bersama kami. Beberapa teman kami, bahkan dipukul menggunakan benda tumpul. Yang lain dipukul sampai memar,” ungkapnya.

Seusai itu, mereka juga sempat diintimidasi, agar tidak menyebarkan kejadian tersebut. “Kami juga sempat merekam kejadian, tetapi sesampainya di polres, handphone kami disita. Dan mereka menyuruh kami untuk menghapus video yang kami rekam. Ketika juga sudah selesai diperiksa, kami diintimidasi agar kejadian ini tidak tersebar atau tidak laporkan kepada orang tua dan juga masyarakat,” akunya.

“Mohon penjelasannya, apakah kami layak diperlakukan demikian, mengingat kami hanya bertanya maksud dan tujuan, bukan untuk menghalang. Kami juga bertanya mengapa pada saat kejadian, bapak Kapolsek hanya merekam tanpa mengatakan statement apapun yang dapat melerai atau sebagai penengah. Beliau hanya sibuk merekam, mohon penjelasannya,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Minahasa AKBP Denny I Situmorang SIK, saat dikonfirmasi, belum berkomentar banyak. Besok Senin ya. Masih proses lidik itu. Saya belum dapat info lengkapnya,” singkatnya, saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (18/4) malam.(mpid)

Most Read

Artikel Terbaru

/