23.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Puluhan WNA Filipina Dideportasi

MANADOPOST.ID—51 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina dideportasi dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado, Jumat (17/7) kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara (Sulut) Lumaksono mengungkapkan, mereka merupakan tahanan imigrasi yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal atau tidak memiliki izin.

Lanjutnya, para WNA pelaku ilegal fishing di wilayah perairan Indonesia tertangkap saat akan menangkap ikan di perairan Tahuna dan Bitung.

“Mereka ini merupakan pelimpahan dari Imigrasi di Bitung dan Tahuna, Kepulauan Sangihe. Ada juga yang dari Gorontalo dan Palu,” tutur Lumaksono di Kantor Rudenim Manado, kemarin.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Para WNA sudah ditahan di Rudenim Manado dengan waktu yang bervariasi. Ada yang sudah satu tahun, ada yang enam bulan dan yang paling cepat tiga bulan.

“Harus diketahui mereka ini sudah mendapatkan sanksi hukum. Ada dua di antaranya yang nakhoda juga telah dihukum penjara. Selain itu, ada 14 di antaranya dalam proses pemeriksaan di SDKP Bitung dan Tahuna. Tapi, perlu dijelaskan jika mereka telah menjalani proses hukum karena perbuatan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Rudenim Manado Novly Momongan menyebut para WNA dijemput pesawat angkatan udara Filipina untuk dibawa langsung ke negara mereka.

“Perlu menjadi catatan, mereka ini masuk tanpa pemeriksaan keimigrasian di Indonesia sehingga masuk kategori melanggar hukum. Untuk itu mereka mendapatkan sanksi keras yakni pengusiran atau deportasi dan ditangkal untuk masuk Indonesia lagi,” ungkap dia.

Dia membeber, seharusnya ada 54 WNA yang dipulangkan ke Filipina kemarin. “Namun ada yang sakit. Dan setelah di-rapid test hasilnya reaktif. Kami sudah meminta mereka agar di-swab test meskipun keyakinan kami mereka reaktif karena sedang sakit dan sementara mengonsumsi obat,” tukasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—51 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina dideportasi dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado, Jumat (17/7) kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara (Sulut) Lumaksono mengungkapkan, mereka merupakan tahanan imigrasi yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal atau tidak memiliki izin.

Lanjutnya, para WNA pelaku ilegal fishing di wilayah perairan Indonesia tertangkap saat akan menangkap ikan di perairan Tahuna dan Bitung.

“Mereka ini merupakan pelimpahan dari Imigrasi di Bitung dan Tahuna, Kepulauan Sangihe. Ada juga yang dari Gorontalo dan Palu,” tutur Lumaksono di Kantor Rudenim Manado, kemarin.

Para WNA sudah ditahan di Rudenim Manado dengan waktu yang bervariasi. Ada yang sudah satu tahun, ada yang enam bulan dan yang paling cepat tiga bulan.

“Harus diketahui mereka ini sudah mendapatkan sanksi hukum. Ada dua di antaranya yang nakhoda juga telah dihukum penjara. Selain itu, ada 14 di antaranya dalam proses pemeriksaan di SDKP Bitung dan Tahuna. Tapi, perlu dijelaskan jika mereka telah menjalani proses hukum karena perbuatan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Rudenim Manado Novly Momongan menyebut para WNA dijemput pesawat angkatan udara Filipina untuk dibawa langsung ke negara mereka.

“Perlu menjadi catatan, mereka ini masuk tanpa pemeriksaan keimigrasian di Indonesia sehingga masuk kategori melanggar hukum. Untuk itu mereka mendapatkan sanksi keras yakni pengusiran atau deportasi dan ditangkal untuk masuk Indonesia lagi,” ungkap dia.

Dia membeber, seharusnya ada 54 WNA yang dipulangkan ke Filipina kemarin. “Namun ada yang sakit. Dan setelah di-rapid test hasilnya reaktif. Kami sudah meminta mereka agar di-swab test meskipun keyakinan kami mereka reaktif karena sedang sakit dan sementara mengonsumsi obat,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/