28 C
Manado
Sabtu, 5 Desember 2020

BNN Sulut kembali Ungkap Praktik Pengiriman Narkoba

MANADOPOST.ID—Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kembali menggungkap kasus penyalahgunaan Narkotika. Kali ini pelakunya adalah dua orang yang berstatus mahasiswa.

Bahkan barang haram berupa ganja sekira 6,17 gram, yang dikirim melalui jasa pengiriman ini, diduga dialamatkan ke asrama salah satu kampus di Minut. Tak hanya itu, dalam bertransaksi, keduanya menggunakan media sosial Instagram. Hal ini diungkapkan Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Victor Jefri Lasut.

“Tanggal 19 Oktober BNNP mendapat informasi dari kantor Bea Cukai. Bahwa ada pengiriman Narkotika yang berasal dari Blitar, Jatim. Yang masuk ke Sulut, langsung ke wilayah Airmadidi,” katanya saat konfrensi pers kemarin.

Lanjutnya pihak BNNP langsung melaksanakan penyelidikan. Dan langsung dilakukan penangkapan terhadap 2 tersangka, yakni GMW (22) dan AS (21). “Keduanya warga Minut. Mereka ini sebagai mahasiswa dari salah satu universitas disana (Minut). Dan disinyalir mereka juga sebagai jaringan yang ada di asrama tersebut,” tegasnya manambahkan juga diamankan beberapa barang bukti.

“Selain tersangka yang kita tangkap, juga menyita barang bukti berupa ganja sebanyak 6,17 gram. Kemudian dibungkus, (kemasan jasa pengiriman). Selain itu kami juga menyita 2 handphone. Kemudian 1 ATM digunakan untuk mentransfer uang ke Blitar,” terangnya sambil menunjukkan barang bukti.

Kasus ini kami kembangkan. Rencana akan kita kembangkan keluar pulau. Dan kepada dua tersangka, dikenakan pasal 114 ayat 1 UU Narkotika. Juga pasal 111 ayat 1, juncto pasal 132 ayat 1.

“Kedua orang ini, mereka mengumpulkan uang untuk membeli barang ini. Dan menurut mereka akan digunakan sendiri. Tapi kita akan melakukan penyelidikan lebih jauh. Apakah mereka memberikan pada teman-teman mereka atau tidak. Ataupun menjual pada yang lain,” katanya.

Ditambahkan Kabid Pemberantasan BNNP Kombes Pol Darwanto, ketika mendapat informasi, tim langsung bergerak ke lokasi. “Pertama kita menunggu mereka datang. Tapi mereka tidak menjemput paket, akhirnya kita yang menghubungi mereka. Seakan-akan kita adalah pegawai salah satu jasa pengiriman,” katanya.

“Akhirnya kita mengantar ke kampusnya, mereka datang mengambil, kita tangkap dan bawa ke kantor. Dengan tujuan pengriman menggunakan nama mereka, dengan alamat di asrama mereka,” terangnya.

Darwanto juga mengatakan, untuk modus paket ke Sulut menggunakan jasa pengiriman, sudah yang kedua kali. “Mereka pesan secara online. Namun bukan langsung menyebutkan ganja, tapi disamarkan. Mereka mempunyai kode tersendiri. Yang melalui instagram. Dan untuk pelaku pengirim barang sudah diketahui. Ada rencana ke depan (penangkapan),” tandasnya.(ctr-02/gnr)

-

Artikel Terbaru

Para Pelaku Pariwisata Berharap Pada Vaksin

MANADOPOST.ID- Kehadiran vaksin menjadi penting ketika angka positif COVID-19 menunjukkan penambahan kasus setiap hari. Angka-angka kasus positif yang terus bertambah ini tidak hanya terjadi di Indonesia

50 Persen ASN Mitra WFH

MANADOPOST.ID—Mulai pekan depan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Minahasa Tenggara (Mitra), akan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Hal ini dikatakan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) David Lalandos, Jumat (4/12).

Oknum Hukumtua Segera Ditahan Kejaksaan

MANADOPOST.ID—Oknum Hukum tua (Kumtua) Desa Malenos Baru, berinisial ST alias Sjeny dalam waktu dekat dipastikan ditahan dalam kasus dugaan penyalahgunaan Dana desa (Dandes).

Bertarung Nyawa, 40 Menit GSVL Dihantam Gelombang

MANADOPOST.ID-Cuaca buruk yang disertai dengan angin kencang dan gelombang tinggi selang 2 hari berturut-turut di kota Manado

DPR RI: Tarif Tol Manado-Bitung Mahal

MANADOPOST.ID—Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) melaksanakan agenda rutin tahunan dengan mengunjungi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (4/12).