30.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Polda Selidiki Kasus Perkosaan Mahasiswi yang Ditolak Polres

MANADOPOST.ID – Kasus dugaan pemerkosaan yang dialami seorang mahasiswi di Aceh Besar diambil alih Polda Aceh. Sebelumnya, upaya korban melaporkan upaya pemerkosaan atas dirinya sempat ditolak di Polresta Banda Aceh dengan alasan belum vaksin Covid-19.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan pihak Ditreskrimum yang diwakili Unit PPA sudah mengerahkan anggotanya ke lapangan untuk melakukan pendalaman dan langkah proaktif dengan mendatangi pelapor.

Setelah ditanya dan meninjau tempat kejadian perkara (TKP), petugas pun langsung menuntaskan laporan tersebut di rumah korban.

“Penyidik juga sudah mengambil keterangan lengkap dari pelapor ke rumahnya. Sehingga, sekarang kasus dugaan pemerkosaan tersebut resmi ditangani Ditreskrimum Polda Aceh,” ujar Winardy kepada wartawan, Rabu (20/10).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Selain itu, ia juga meluruskan tentang pemberitaan bahwa tidak adanya tanda bukti lapor saat korban pemerkosaan membuat laporannya ke Polda Aceh. Dalam hal ini, Polda Aceh juga dengan mengatakan itu sesuai dengan konsultasi yang diterima penyidik.

Saat konsultasi, kata Winardy, petugas menerimanya dengan baik. Namun, saat itu pelapor merasa tidak nyaman karena yang mengambil keterangan adalah polisi pria. Sementara para polwan, katanya, saat itu sedang melaksanakan vaksinasi massal.

“Pelapor bersama pendamping memilih pulang dan akan melaporkannya kembali saat ada polwan. Nomor petugas pun sudah dikasih,” kata Winardy.

Sebelumnya, seorang mahasiswi di Aceh Besar yang mengaku jadi korban upaya pemerkosaan ditolak saat hendak melaporkan peristiwa itu ke Polresta Banda Aceh.

MANADOPOST.ID – Kasus dugaan pemerkosaan yang dialami seorang mahasiswi di Aceh Besar diambil alih Polda Aceh. Sebelumnya, upaya korban melaporkan upaya pemerkosaan atas dirinya sempat ditolak di Polresta Banda Aceh dengan alasan belum vaksin Covid-19.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan pihak Ditreskrimum yang diwakili Unit PPA sudah mengerahkan anggotanya ke lapangan untuk melakukan pendalaman dan langkah proaktif dengan mendatangi pelapor.

Setelah ditanya dan meninjau tempat kejadian perkara (TKP), petugas pun langsung menuntaskan laporan tersebut di rumah korban.

“Penyidik juga sudah mengambil keterangan lengkap dari pelapor ke rumahnya. Sehingga, sekarang kasus dugaan pemerkosaan tersebut resmi ditangani Ditreskrimum Polda Aceh,” ujar Winardy kepada wartawan, Rabu (20/10).

Selain itu, ia juga meluruskan tentang pemberitaan bahwa tidak adanya tanda bukti lapor saat korban pemerkosaan membuat laporannya ke Polda Aceh. Dalam hal ini, Polda Aceh juga dengan mengatakan itu sesuai dengan konsultasi yang diterima penyidik.

Saat konsultasi, kata Winardy, petugas menerimanya dengan baik. Namun, saat itu pelapor merasa tidak nyaman karena yang mengambil keterangan adalah polisi pria. Sementara para polwan, katanya, saat itu sedang melaksanakan vaksinasi massal.

“Pelapor bersama pendamping memilih pulang dan akan melaporkannya kembali saat ada polwan. Nomor petugas pun sudah dikasih,” kata Winardy.

Sebelumnya, seorang mahasiswi di Aceh Besar yang mengaku jadi korban upaya pemerkosaan ditolak saat hendak melaporkan peristiwa itu ke Polresta Banda Aceh.

Most Read

Artikel Terbaru

/