24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

HORE!!! Tukin TNI Naik 80%, Rumah Dinas Menyusul

MANADOPOST.ID-Kabar gembira untuk Tentara Nasional Indonesia. Tak terkecuali yang bertugas di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Tunjangan kinerja (Tukin) prajurit TNI bakal naik sebesar 80% di tahun 2021. Kenaikan tersebut dialokasikan dalam pagu anggaran TA 2021 Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Di bawah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, pada tahun 2021 Kemenhan mendapatkan total rencana alokasi sebesar Rp 136,9 triliun. Pagu anggaran tersebut telah memperhitungkan antara lain alokasi untuk belanja pegawai.

“Karena adanya rencana kenaikan tunjangan kinerja sebesar 80 persen sesuai janji Presiden RI [Joko Widodo] saat pidato di acara HUT TNI ke-74,” demikian bunyi penjelasan, Kamis (20/8), dari dokumen Buku III Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL) Tahun Anggaran 2021.

Disebutkan pula, sejak tahun 2016 hingga 2019, anggaran Kemenhan mengalami peningkatan setiap tahun. Adapun kinerja penyerapan anggaran secara kumulatif terealisasi sebesar 93% dari total pagu DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Rincinya, kinerja penyerapan belanja pegawai terserap hingga 99% dan penyerapan anggaran belanja barang 97%. Sedangkan kinerja penyerapan anggaran belanja modal hanya sekitar 87% dari yang dialokasikan.

Tahun 2020, pagu DIPA Kemenhan yang tercantum dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp117,9 triliun, terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp 53 triliun, Belanja Barang sebesar Rp 30,5 triliun, dan Belanja Modal sebesar Rp 34,3 triliun.

Di tahun 2021, peningkatan kesejahteraan memang menjadi salah satu output dari anggaran Kemenhan. Dalam dokumen tersebut, Kemenhan juga berencana melakukan pembangunan rumah dinas bagi prajurit, sebagai yang tercatat sebagai salah satu output tadi.

“Peningkatan kesejahteraan prajurit yaitu pembangunan rumah dinas prajurit sebesar Rp 964,5 miliar yang berasal dari sumber dana SBSN (surat berharga syariah negara).”

Rincian anggaran dalam Himpunan RKA K/L TA 2021 dimungkinkan berubah sesuai dengan kesepakatan hasil pembahasan Nota Keuangan dan RAPBN TA 2021 antara Pemerintah bersama DPR.

Hasil pembahasan rincian anggaran tersebut, selanjutnya akan dituangkan dalam Lampiran Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2021, yang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden selambat- lambatnya pada bulan November 2020.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen terus meningkatkan kesejahteraan prajurit. Jokowi sempat berjanji meningkatkan tunjangan kinerja TNI pada 2020. “Pemerintah terus mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun dan akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020,” kata kata Jokowi dalam peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10).(gnr)

MANADOPOST.ID-Kabar gembira untuk Tentara Nasional Indonesia. Tak terkecuali yang bertugas di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Tunjangan kinerja (Tukin) prajurit TNI bakal naik sebesar 80% di tahun 2021. Kenaikan tersebut dialokasikan dalam pagu anggaran TA 2021 Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Di bawah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, pada tahun 2021 Kemenhan mendapatkan total rencana alokasi sebesar Rp 136,9 triliun. Pagu anggaran tersebut telah memperhitungkan antara lain alokasi untuk belanja pegawai.

“Karena adanya rencana kenaikan tunjangan kinerja sebesar 80 persen sesuai janji Presiden RI [Joko Widodo] saat pidato di acara HUT TNI ke-74,” demikian bunyi penjelasan, Kamis (20/8), dari dokumen Buku III Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL) Tahun Anggaran 2021.

Disebutkan pula, sejak tahun 2016 hingga 2019, anggaran Kemenhan mengalami peningkatan setiap tahun. Adapun kinerja penyerapan anggaran secara kumulatif terealisasi sebesar 93% dari total pagu DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran).

Rincinya, kinerja penyerapan belanja pegawai terserap hingga 99% dan penyerapan anggaran belanja barang 97%. Sedangkan kinerja penyerapan anggaran belanja modal hanya sekitar 87% dari yang dialokasikan.

Tahun 2020, pagu DIPA Kemenhan yang tercantum dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp117,9 triliun, terdiri atas belanja pegawai sebesar Rp 53 triliun, Belanja Barang sebesar Rp 30,5 triliun, dan Belanja Modal sebesar Rp 34,3 triliun.

Di tahun 2021, peningkatan kesejahteraan memang menjadi salah satu output dari anggaran Kemenhan. Dalam dokumen tersebut, Kemenhan juga berencana melakukan pembangunan rumah dinas bagi prajurit, sebagai yang tercatat sebagai salah satu output tadi.

“Peningkatan kesejahteraan prajurit yaitu pembangunan rumah dinas prajurit sebesar Rp 964,5 miliar yang berasal dari sumber dana SBSN (surat berharga syariah negara).”

Rincian anggaran dalam Himpunan RKA K/L TA 2021 dimungkinkan berubah sesuai dengan kesepakatan hasil pembahasan Nota Keuangan dan RAPBN TA 2021 antara Pemerintah bersama DPR.

Hasil pembahasan rincian anggaran tersebut, selanjutnya akan dituangkan dalam Lampiran Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2021, yang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden selambat- lambatnya pada bulan November 2020.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen terus meningkatkan kesejahteraan prajurit. Jokowi sempat berjanji meningkatkan tunjangan kinerja TNI pada 2020. “Pemerintah terus mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun dan akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020,” kata kata Jokowi dalam peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10).(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/