22.4 C
Manado
Monday, 3 October 2022

Diduga Sebarkan Berita Hoax Sebut Salah Satu Panitia International Fishing Mabuk, Edwin Dipolisikan

MANADOPOST.ID- Wakil Ketua Panitia penyelenggara event international Likupang North Sulawesi International Fishing Competition 2022 (LNSIFC), Veldy Reynold Umbas melaporkan EW alias Edwin ke Polresta Manado, Selasa (20/9).

EW dituding telah menyebarkan berita hoax di media sosial Facebook pada 16 September 2022 sekira pukul 20.00 Wita di kawasan Megamas Manado, tepatnya di acara penimbangan hasil tangkapan peserta lomba Likupang North Sulawesi International Fishing Competition (LNSIFC) 2022.

EW alias Edwin memposting di Facebook berupa video dan narasi dengan mengatakan “Panitia sudah Mabuk, Inisial Veldy Reynold Umbas”.

Postingan EW itu langsung viral dan membuat Veldy Umbas merasa keberatan karena nama baiknya dicemarkan serta, keluarganya merasa terganggu dengan adanya postingan tersebut.

Baca Juga:  Penyebar Hoax Covid-19 Ditangkap
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Tidak terima dengan tindakan EW alias Edwin, Veldy Reynold Umbas melalui kuasa hukum Jantje Noya melaporkan EW ke Polresta Manado.

Kuasa Hukum Jantje Noya menegaskan, yang dilakukan EW alias Edwin dengan memposting di Facebook, bisa kena Undang-undang ITE. Yakni peraturan baru Undang-undang Nomor 19/2016 pasal 27 ayat 3.

“Itu bisa kena hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 750 juta,” ujar Noya.

Menurut Noya, kliennya merasa keberatan. Karena dalam postingan dikatakan bahwa kliennya mabuk.

“Padahal faktanya tidaklah demikian. Laporan polisi ini dilakukan klien kami agar menjaga nama baik panitia penyelenggara event international dan menjaga nama baik Pak Presiden Republik Indonesia, karena dalam lomba ini memperebutkan piala Presiden RI,” tegas Jantje Noya.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Hoax Genosida Papua di Mess Freeport

Dia pun berjanji akan terus mengawal kliennya dalam melewati tahapan proses hukum yang berlaku.

“Kita serahkan kepada pihak kepolisian dalam menangani kasus ini,” paparnya.

Sementara itu, EW alias Edwin ketika dikonfirmasi wartawan terkait laporan kepolisian mengaku siap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Tentunya sebagai warga negara yang baik, kita dengar saja. Rasanya pihak-pihak penegak hukum akan memilah. Biarkan proses berjalan,” tutur EW alias Edwin saat dikonfirmasi. (*)

MANADOPOST.ID- Wakil Ketua Panitia penyelenggara event international Likupang North Sulawesi International Fishing Competition 2022 (LNSIFC), Veldy Reynold Umbas melaporkan EW alias Edwin ke Polresta Manado, Selasa (20/9).

EW dituding telah menyebarkan berita hoax di media sosial Facebook pada 16 September 2022 sekira pukul 20.00 Wita di kawasan Megamas Manado, tepatnya di acara penimbangan hasil tangkapan peserta lomba Likupang North Sulawesi International Fishing Competition (LNSIFC) 2022.

EW alias Edwin memposting di Facebook berupa video dan narasi dengan mengatakan “Panitia sudah Mabuk, Inisial Veldy Reynold Umbas”.

Postingan EW itu langsung viral dan membuat Veldy Umbas merasa keberatan karena nama baiknya dicemarkan serta, keluarganya merasa terganggu dengan adanya postingan tersebut.

Baca Juga:  Penyebar Hoax Covid-19 Ditangkap

Tidak terima dengan tindakan EW alias Edwin, Veldy Reynold Umbas melalui kuasa hukum Jantje Noya melaporkan EW ke Polresta Manado.

Kuasa Hukum Jantje Noya menegaskan, yang dilakukan EW alias Edwin dengan memposting di Facebook, bisa kena Undang-undang ITE. Yakni peraturan baru Undang-undang Nomor 19/2016 pasal 27 ayat 3.

“Itu bisa kena hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 750 juta,” ujar Noya.

Menurut Noya, kliennya merasa keberatan. Karena dalam postingan dikatakan bahwa kliennya mabuk.

“Padahal faktanya tidaklah demikian. Laporan polisi ini dilakukan klien kami agar menjaga nama baik panitia penyelenggara event international dan menjaga nama baik Pak Presiden Republik Indonesia, karena dalam lomba ini memperebutkan piala Presiden RI,” tegas Jantje Noya.

Baca Juga:  KKB Tuding TNI-Polri Bakar Gereja dan Tembak 3 Perempuan Papua, Begini Penjelasan Kasatgas Nemangkawi

Dia pun berjanji akan terus mengawal kliennya dalam melewati tahapan proses hukum yang berlaku.

“Kita serahkan kepada pihak kepolisian dalam menangani kasus ini,” paparnya.

Sementara itu, EW alias Edwin ketika dikonfirmasi wartawan terkait laporan kepolisian mengaku siap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Tentunya sebagai warga negara yang baik, kita dengar saja. Rasanya pihak-pihak penegak hukum akan memilah. Biarkan proses berjalan,” tutur EW alias Edwin saat dikonfirmasi. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/