alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

STOP POLEMIK! Menatu Luhut Pandjaitan Layak Jabat Pengkostrad, Ini Pandangan Pengamat Militer

MANADOPOST.ID–Dua bulan kosong, jabatan panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) akhirnya terisi. Tongkat komando itu diserahkan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kepada Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Surat keputusan jabatan Pangkostrad tersebut ditandatangani Andika pada Jumat (21/1) malam. Setidaknya ada 328 perwira tinggi TNI yang mendapatkan jabatan baru dalam surat keputusan bernomor 66/I/2022 itu. Termasuk menantu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tersebut.

Melalui keterangan resminya kemarin (22/1), Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Prantara Santosa menjabarkan, dari 328 perwira tinggi TNI itu, 28 orang masuk ke dalam jabatan satuan-satuan baru TNI.

Mulai Komando Armada TNI-AL, Komando Operasi Udara Nasional TNI-AU, Pusat Psikologi TNI, Pusat Pengadaan TNI, hingga Pusat Reformasi Birokrasi TNI. ”Seperti yang diamanatkan dalam Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan, terbitnya keputusan panglima TNI tersebut telah mengakhiri segala polemik dan spekulasi terkait jabatan Pangkostrad. Yang sudah sekitar dua bulan dirangkap KSAD.

Dalam pengisian jabatan ini, terang Khairul, Maruli sebetulnya bukan satu-satunya yang memenuhi kriteria dan layak. Namun, di antara sekian banyak perwira yang layak, jabatan itu hanya bisa dipegang salah satu dari mereka. Dalam hal ini, bisa saja faktor kekerabatan dan chemistry dengan panglima tertinggi menjadi nilai tambah bagi Maruli.

”Harus diakui, pengisian jabatan-jabatan strategis, terutama yang penunjukannya harus melalui persetujuan presiden, tak terhindarkan dari dinamika politik,” ulas Khairul.

Namun, imbuh dia, yang terpenting hal-hal yang bersifat politis tersebut tidaklah menjadi pertimbangan utama.Lalu, layakkah Maruli mengemban posisi itu? Menurut Khairul, layak.

Kekuatan kekerabatan dan chemistry dengan presiden, karena lama menjadi Danpaspampres, hanya nilai tambah ketika kelayakan tersebut dikonteskan antarperwira lain.

”Nah, dalam hal pengangkatan Maruli, baik dilihat dari sisi kebutuhan, kapabilitas, kekayaan pengalaman, maupun prestasi, saya kira dia memenuhi kriteria itu,” tuturnya. (Jawapos)

MANADOPOST.ID–Dua bulan kosong, jabatan panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) akhirnya terisi. Tongkat komando itu diserahkan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kepada Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Surat keputusan jabatan Pangkostrad tersebut ditandatangani Andika pada Jumat (21/1) malam. Setidaknya ada 328 perwira tinggi TNI yang mendapatkan jabatan baru dalam surat keputusan bernomor 66/I/2022 itu. Termasuk menantu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tersebut.

Melalui keterangan resminya kemarin (22/1), Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Prantara Santosa menjabarkan, dari 328 perwira tinggi TNI itu, 28 orang masuk ke dalam jabatan satuan-satuan baru TNI.

Mulai Komando Armada TNI-AL, Komando Operasi Udara Nasional TNI-AU, Pusat Psikologi TNI, Pusat Pengadaan TNI, hingga Pusat Reformasi Birokrasi TNI. ”Seperti yang diamanatkan dalam Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan, terbitnya keputusan panglima TNI tersebut telah mengakhiri segala polemik dan spekulasi terkait jabatan Pangkostrad. Yang sudah sekitar dua bulan dirangkap KSAD.

Dalam pengisian jabatan ini, terang Khairul, Maruli sebetulnya bukan satu-satunya yang memenuhi kriteria dan layak. Namun, di antara sekian banyak perwira yang layak, jabatan itu hanya bisa dipegang salah satu dari mereka. Dalam hal ini, bisa saja faktor kekerabatan dan chemistry dengan panglima tertinggi menjadi nilai tambah bagi Maruli.

”Harus diakui, pengisian jabatan-jabatan strategis, terutama yang penunjukannya harus melalui persetujuan presiden, tak terhindarkan dari dinamika politik,” ulas Khairul.

Namun, imbuh dia, yang terpenting hal-hal yang bersifat politis tersebut tidaklah menjadi pertimbangan utama.Lalu, layakkah Maruli mengemban posisi itu? Menurut Khairul, layak.

Kekuatan kekerabatan dan chemistry dengan presiden, karena lama menjadi Danpaspampres, hanya nilai tambah ketika kelayakan tersebut dikonteskan antarperwira lain.

”Nah, dalam hal pengangkatan Maruli, baik dilihat dari sisi kebutuhan, kapabilitas, kekayaan pengalaman, maupun prestasi, saya kira dia memenuhi kriteria itu,” tuturnya. (Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/