32.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Astaga, Aksi Penipuan Lelang Mengatasnamakan Kakanwil DJBC Sulbagtara Marak Terjadi, Pelaku Berhasil Diringkus

MANADOPOST.ID—–Kasus penipuan lelang yang mengatasnamakan Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat Bea dan Cukai Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) masih marak.

Penipu biasanya menawarkan barang-barang lelang sitaan Bea Cukai dengan harga murah melalui beberapa saluran komunikasi, seperti telepon, Whatsapp, media sosial atau SMS.

Dimana, calon korban diminta untuk transfer uang ke rekening pribadi penipu demi mendapatkan keuntungan yang besar.

Teranyar, penipuan lelang mencatut nama dan Foto Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara , Cerah Bangun.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Penipu melakukan aksinya dengan modus menawarkan mobil lelangan dengan harga murah dan meminta sejumlah uang muka kepada berbagai pihak melalui telepon.

“Atas laporan dan konfirmasi korban kepada Kami, bersama dengan pihak Polri, Kami melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku,” ungkap cerah.

Setelah melalui upaya pencarian maka pada 21 Agustus lalu, Lokasi Pelaku/Tersangka dapat diidentifikasi dan dilakukan  penangkapan terhadap pelaku berinisial FA yang merupakan tahanan di Lapas Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa pelaku berinisial FA adalah residivis Penipuan.  Saat ini pun pelaku adalah sebagai Narapidana yang sedang menjalani masa hukuman.

“Pelaku melakukan aksi penipuannya dari dalam Penjara. Pelaku kami serahkan kepada Polres setempat untuk proses hukum,” katanya.

Untuk mencegah penipuan terulang lagi, Cerah Bangun menghimbau kepada Masyarakat agar waspada dan hati-hati  atas modus penipuan dengan mencatut nama Pejabat Bea Cukai  dengan menawarkan Mobil Lelangan dan/atau meminta uang.

“Kami tegaskan bahwa Pelelangan Mobil hasil Penindakan/Penyidikan/Penyitaan hanya melalui Ditjen Kekayaan Negara dan/atau Kejaksaan,” ujarnya.

Ciri-ciri atau cara mengidentifikasi penipuan lelang sebenarnya sangat mudah, jika ada orang telepon atau whatsapp kemudian menawarkan harga yang tidak wajar harus dicurigai. Kemudian penipu meminta uang untuk mentransfer ke rekening pribadinya. Jika ada kejadian penipuan yang mengatasnamakan pejabat Bea Cukai dapat menghubungi laman www.bea.cukai.go.id/pengaduan atau Call Center Bea dan Cukai di nomor 1500225.
(ayu)

MANADOPOST.ID—–Kasus penipuan lelang yang mengatasnamakan Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau Pejabat Bea dan Cukai Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) masih marak.

Penipu biasanya menawarkan barang-barang lelang sitaan Bea Cukai dengan harga murah melalui beberapa saluran komunikasi, seperti telepon, Whatsapp, media sosial atau SMS.

Dimana, calon korban diminta untuk transfer uang ke rekening pribadi penipu demi mendapatkan keuntungan yang besar.

Teranyar, penipuan lelang mencatut nama dan Foto Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara , Cerah Bangun.

Penipu melakukan aksinya dengan modus menawarkan mobil lelangan dengan harga murah dan meminta sejumlah uang muka kepada berbagai pihak melalui telepon.

“Atas laporan dan konfirmasi korban kepada Kami, bersama dengan pihak Polri, Kami melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku,” ungkap cerah.

Setelah melalui upaya pencarian maka pada 21 Agustus lalu, Lokasi Pelaku/Tersangka dapat diidentifikasi dan dilakukan  penangkapan terhadap pelaku berinisial FA yang merupakan tahanan di Lapas Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa pelaku berinisial FA adalah residivis Penipuan.  Saat ini pun pelaku adalah sebagai Narapidana yang sedang menjalani masa hukuman.

“Pelaku melakukan aksi penipuannya dari dalam Penjara. Pelaku kami serahkan kepada Polres setempat untuk proses hukum,” katanya.

Untuk mencegah penipuan terulang lagi, Cerah Bangun menghimbau kepada Masyarakat agar waspada dan hati-hati  atas modus penipuan dengan mencatut nama Pejabat Bea Cukai  dengan menawarkan Mobil Lelangan dan/atau meminta uang.

“Kami tegaskan bahwa Pelelangan Mobil hasil Penindakan/Penyidikan/Penyitaan hanya melalui Ditjen Kekayaan Negara dan/atau Kejaksaan,” ujarnya.

Ciri-ciri atau cara mengidentifikasi penipuan lelang sebenarnya sangat mudah, jika ada orang telepon atau whatsapp kemudian menawarkan harga yang tidak wajar harus dicurigai. Kemudian penipu meminta uang untuk mentransfer ke rekening pribadinya. Jika ada kejadian penipuan yang mengatasnamakan pejabat Bea Cukai dapat menghubungi laman www.bea.cukai.go.id/pengaduan atau Call Center Bea dan Cukai di nomor 1500225.
(ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/