29.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Terbukti Bersalah, Hakim MA Vonis Jeffry Lumanauw Dua Tahun Penjara

MANADOPOST.ID–Jeffry Lumanauw alias Epi kini tidak bisa hidup bebas. Setelah proses panjang persidangan, pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini diputus penjara 2 Tahun oleh Majelis Mahkamah Agung dan dinyatakan inkracht pada 3 November 2021. Boleh dibilang kasusnya memalukan, karena menyangkut penipuan uang sekira 483 juta rupiah milik pengusaha Liony Leontin Mongi.

“Menolak permohonan kasasi pemohon dan penuntut umum. Memperbaiki putusan Pengadilan Tinggi Manado Nomor 24/PID/2021/PT MND Tanggal 19 April 2021 yang menguatkan putusan PN Tondano Nomor 97/Pid. B/2020/PN Tnn Tanggal 3 Maret 2021 terkait lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa menjadi pidana penjara selama 2 Tahun. Selanjutnya, membebankan kepada terdakwa biaya perkara pada tingkat kasasi,” demikian bunyi putusan oleh Hakim Ketua Dr Sofyan Sitompul SH MH.

Diketahui, upaya banding terpidana ditolak Pengadilan Tinggi Manado. Pada putusan kasasi, Epi terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan harus menjalani hukuman badan selama 2 Tahun. Sebelumnya, majelis hakim pun menyampingkan kesaksian saksi ahli dan saksi-saksi yang meringankan terdakwa.

“Perkara tersebut terbukti pidana bukan perdata. Olehnya, Majelis Hakim dalam akhir pembacaan putusan memutusnya bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 378 KUHP tentang penipuan,” ujar Kuasa Hukum Dedy Tulung SH MH dan Masyur Budi SH.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Putusan pengadilan ini sekaligus membuktikan bahwa Epi pantas dihukum atas perbuatannya melakukan penipuan kepada korban Liony Leontin Mongi.

“Terdakwa pun sejak awal tampak tidak menunjukkan etikat baik untuk mengembalikan uang korban dan tidak menyesali perbuatannya. Kami selaku kuasa hukum dan klien kami sangat menghormati putusan Pengadilan Negeri Tondano (PN), Pengadilan Tinggi Manado (PT) dan Mahkamah Agung (MA),” tutup Tulung. (*)

MANADOPOST.ID–Jeffry Lumanauw alias Epi kini tidak bisa hidup bebas. Setelah proses panjang persidangan, pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini diputus penjara 2 Tahun oleh Majelis Mahkamah Agung dan dinyatakan inkracht pada 3 November 2021. Boleh dibilang kasusnya memalukan, karena menyangkut penipuan uang sekira 483 juta rupiah milik pengusaha Liony Leontin Mongi.

“Menolak permohonan kasasi pemohon dan penuntut umum. Memperbaiki putusan Pengadilan Tinggi Manado Nomor 24/PID/2021/PT MND Tanggal 19 April 2021 yang menguatkan putusan PN Tondano Nomor 97/Pid. B/2020/PN Tnn Tanggal 3 Maret 2021 terkait lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa menjadi pidana penjara selama 2 Tahun. Selanjutnya, membebankan kepada terdakwa biaya perkara pada tingkat kasasi,” demikian bunyi putusan oleh Hakim Ketua Dr Sofyan Sitompul SH MH.

Diketahui, upaya banding terpidana ditolak Pengadilan Tinggi Manado. Pada putusan kasasi, Epi terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan harus menjalani hukuman badan selama 2 Tahun. Sebelumnya, majelis hakim pun menyampingkan kesaksian saksi ahli dan saksi-saksi yang meringankan terdakwa.

“Perkara tersebut terbukti pidana bukan perdata. Olehnya, Majelis Hakim dalam akhir pembacaan putusan memutusnya bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 378 KUHP tentang penipuan,” ujar Kuasa Hukum Dedy Tulung SH MH dan Masyur Budi SH.

Putusan pengadilan ini sekaligus membuktikan bahwa Epi pantas dihukum atas perbuatannya melakukan penipuan kepada korban Liony Leontin Mongi.

“Terdakwa pun sejak awal tampak tidak menunjukkan etikat baik untuk mengembalikan uang korban dan tidak menyesali perbuatannya. Kami selaku kuasa hukum dan klien kami sangat menghormati putusan Pengadilan Negeri Tondano (PN), Pengadilan Tinggi Manado (PT) dan Mahkamah Agung (MA),” tutup Tulung. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/