28.9 C
Manado
Jumat, 27 November 2020

77 Warga Sulut Ditetapkan Tersangka Narkoba

MANADOPOST.ID—Polda Sulut superserius memerangi peredaran barang gelap narkoba. Buktinya kemarin, Jumat (23/10), ada 9.000 ribu butir obat terlarang jenis Trihexyphenidyl dan sabu seberat 26,86 gram, kembali dimusnahkan.

Pemusnahan dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Sulut AKBP Indra Lutrianto Amstono. AKBP Amstono mengatakan, barang bukti narkotika jenis sabu tersebut diamankan dari tersangka berinisial BVJ. “Sedangkan obat keras jenis Trihexyphenidyl diamankan dari tersangka GG,” ujarnya di depan awak media.

“Di tengah kepedulian terhadap penanganan penanggulangan Covid-19, jajaran Polda Sulut tetap berkomitmen untuk menjalankan peran dan fungsinya, sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah serta masyarakat Sulut, termasuk dalam memberantas peredaran gelap Narkoba yang sangat membahayakan perkembangan generasi muda penerus bangsa,” ungkap Amstono, dalam acara yang turut dihadiri Turut dihadiri dan disaksikan oleh Kasie Napza Pidum Kejati Sulut Viktor Mamoto, Kabid Berantas BNNP Provinsi Sulut Kombes Pol Darwanto, dan Koordinator Penyidikan BPOM Manado Locky Tandjung.

“Wilayah Sulut khususnya Manado terindikasi sebagai tempat perederan Narkoba yang dikendalikan oleh jaringan Narkoba antar Provinsi. Kami telah mengidentifikasi jaringan tersebut, baik pemasok, pengedar, maupun penggunanya, tinggal tunggu waktu saja,” terang AKBP Amstono.

Dibeberkannya, selama kurun waktu tahun 2020, Ditresnarkoba Polda Sulut dan Polres jajaran, telah mengungkap peredaran-peredaran narkoba sebanyak 62 kasus dengan 77 tersangka. Dengan rincian kasus Narkotika 34, dengan 48 tersangka, jumlah babuk shbu 470,96 gram. Lalu kasus obat keras 20 kasus dengan 21 tersangka jumlah babuk trihex 23.628 butir.

“Dan kasus bahan berbahaya dalam (minuman beralkohol) 7 kasus dengan 7 tersangka, jumlah babuk cap tikus 7.504 liter, dan 1 kasus bahan berbahaya mercuri 1 kasus dengan 1 tsk jumlah babuk mercuri 5 kg,” bebernya. “Keberhasilan yang telah dicapai untuk jajaran Ditres Narkoba Polda Sulut, merupakan langkah nyata dalam perang melawan Narkoba,” tandasnya.

Ditegaskan kembali oleh Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast, Polda Sulut tidak akan pernah berhenti dan takut dalam upaya memberantas perdagangan dan penyalahgunaan Narkoba. “Dalam upaya tersebut tentunya kami tidak dapat bekerja sendiri. Kami juga butuh informasi dari masyarakat,” tandas Kombest Abast.(gnr)

-

Artikel Terbaru

Kotamobagu Akan Terapkan Elektronifikasi Transaksi Pemda

MANADOPOST.ID--Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kotamobagu, Ahmad Yani Umar, mengatakan pemerintah akan mengeluarkan regulasi Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Bolmong Mulai Salurkan Bantuan Bantuan Tahap VII

MANADOPOST.ID--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali menyalurkan Bantuan tahap VII bagi masyarakat terdampak akibat pandemi Covid-19.

1.600 Tenaga Kerja Tercover BPJS Ketenagakerjaan

MANADOPOST.ID—Untuk melindungi tenaga kerja baik formal maupun informal, Pemkab Sangihe melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sangihe mengakomodir 1.600 tenaga kerja dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Tahun Depan Pembangunan Depot Pertamina Talaud Running

MANADOPOST.ID-- Pembangunan Depot Pertamina di Talaud direncanakan running tahun  depan. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Drs Moktar Arunde Parapaga.

Kemenpar RI Perkuat Destinasi Super Prioritas Likupang

Mewujudkan destinasi pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) RI menggelar Focus Group Discussion (FGD), Jumat (27/11).