25.2C
Manado
Selasa, 13 April 2021

Kepala BPN Bitung Masih Bungkam

MANADOPOST.ID – Kasus pembayaran kembali lahan Stadion Duasudara oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menjadi atensi khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut).

Salah satu institusi yang terseret dalam kasus ini yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bitung. Dugaan adanya mafia tanah di BPN pun kembali mencuat. Namun sayangnya, Kepala BPN Bitung Hendro Robertus Motulo masih memilih bungkam.

Berupaya koran ini meminta konfirmasi atau tanggapan belum berhasil. Kembali dihubungi via telepon genggam dan pesan singkat tidak direspon, Rabu (24/3), kemarin. Sebelumnya, Motulo pernah memberikan pernyataan bahwa tidak ada mafia tanah di Bitung. “Tidak ada mafia tanah,” tegas Motulo dengan nada arogan waktu lalu.

Diketahui, pihak Kejati Sulut sudah melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak terkait. Salah satu yang diperiksa adalah kerabat Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban yaitu Anita Lomban, yang menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bitung.

Reinhard Tololiu SH MH, Kepala Tata Usaha (KTU) Kajati Sulut membenarkan institusinya sementara melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Menurutnya, dia tidak hafal semua saksi yang dipanggil karena sudah banyak yang dimintai keterangan.

“Ada laporan masyarakat, sudah kita tindak lanjuti dalam penyelidikan. Sudah diambil keterangan beberapa orang terkait itu. Salah satunya Ramoy Lutungan,” ujarnya kepada Manado Post, Selasa (23/3).

Dia juga mengaku, pihaknya sudah menjadwalkan pemeriksaan termasuk untuk Badan Pertanahan Negara (BPN) Bitung yang mengeluarkan sertifikat. “Kita sudah jadwalkan, termasuk BPN,” katanya.

Lanjut Tololiu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut A Dita Prawitaningsih SH MH, selalu mengikuti perkembangan kasus di setiap daerah lewat pemberitaan koran.

“Ibu Kajati selalu ada kepedulian dengan kondisi yang ada, termasuk berita koran. Ibu selalu perintahkan tindak lanjuti jika ada indikasi korupsi di dalamnya,” jelasnya. (can)

Artikel Terbaru