26C
Manado
Minggu, 28 Februari 2021

Korban Bencana Alam Apresiasi Tim SAR

MANADOPOST.ID—Aksi kemanusiaan Tim Search and Rescue (SAR) gabungan Polda Sulut, Kodam XIII/Merdeka, Lantamal VIII/Manado, Lanudsri Manado, hingga Basarnas, mendapat apresiasi dari masyarakat terdampak. Banyak penyelamatan heroik yang dilakukan petugas ketika bencana menerjang sejumlah daerah di Sulut awal tahun ini.

“Terima kasih buat Tim SAR. Sejak ada bencana mereka bekerja secara penuh pagi, siang, dan malam di lapangan. Sekali lagi kami (warga korban, red), menyampaikan sampaikan terima kasih sebesar-besarnya,” ungkap sejumlah warga saat dimintai tanggapan terkait gerak cepat Tim SAR.

Diketahui, Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra, mengutus Wakapolda Brigjen Pol Rudi Darmoko, yang didampingi beberapa Pejabat Utama dan Kapolresta Manado mendatangi lokasi banjir pekan lalu.

Sesaat usai tiba di lokasi, Wakapolda mengunjungi langsung beberapa rumah warga yang terdampak banjir dan berdialog singkat dengan pemilik rumah, seputar kronologi maupun dampak yang dialami.

Dikatakan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, kunjungan ini untuk memastikan situasi terkini di lokasi, sekaligus mengecek penanganan pasca banjir yang dilakukan oleh personel kepolisian.

“Sesaat usai kejadian, personel Polda Sulut dan jajaran segera diturunkan ke lokasi untuk membantu mengevakuasi warga korban banjir. Kemudian Sabtu pagi personel melakukan penanganan lanjutan,” ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat memimpin apel siaga bencana Sabtu pagi di Mapolda, Wakapolda meminta para personel agar menjalankan tugas kemanusiaan tersebut dengan ikhlas dan maksimal.

“Karena ini merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam melindungi, mengayomi, melayani sekaligus menolong masyarakat terutama saat terjadi bencana,” tuturnya.

Diketahui, Tim SAR Ditsamapta Polda Sulut dan Satbrimob, yang dilengkapi peralatan, diturunkan ke beberapa lokasi banjir dan tanah longsor di wilayah Kota Manado. Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, personel diturunkan sesaat usai kejadian.

“Diawali dengan mengevakuasi warga korban banjir menggunakan perahu karet di Karombasan, di depan lorong SMP Negeri 4 Manado,” ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Tim SAR Ditsamapta kemudian bergabung dengan personel Satbrimob untuk melakukan penanganan tanah longsor di jalur utama Manado-Tomohon, tepatnya di Winangun.

“Selain itu, Ditsamapta Polda Sulut juga membagikan nasi bungkus gratis kepada warga korban banjir di wilayah Ranotana dan Winangun. Ini sebagai wujud kepedulian di tengah bencana,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Abast menambahkan, kerja bakti ini sebagai wujud kepedulian Polda Sulut terhadap warga yang terdampak bencana. “Supaya lingkungan atau lokasi bersih kembali, tidak menjadi sarang penyakit. Kemudian pembersihan di sekitar ruas jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tuturnya.

Ditambahkannya, Polda Sulut dan jajaran tetap menyiagakan personel beserta peralatan pendukung, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana susulan.

Begitupun dengan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang. Ia langsung mengambil langkah penanggulangan bencana. Dengan memerintahkan Danrem 131/Stg untuk mengerahkan jajarannya yaitu Kodim 1309/Mdo untuk melakukan pemulihan pasca bencana yang terjadi di Manado pekan lalu.

Beserta masyarakat dan instansi terkait, Dandim 1309 Kota Manado mengerahkan Koramil 1309-01/STB dan Koramil 1309-03/WSM untuk langsung melaksanakan langkah-langkah penanggulangan bencana di beberapa wilayah yang terdampak bencana. Hal tersebut diperkuat dengan adanya keterangan dari Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIII/Merdeka Kolonel Kav M Jaelani, yang mengatakan ada beberapa wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Kodam XIII/Merdeka. Adapun yang menjadi titik-titik sasaran pembersihan pasca bencana yakni Kecamatan Tuminting, Kecamatan Sario dan Kecamatan Wanea.

“Itu benar adanya, setelah mengetahui ada beberapa warga yang terkena musibah, Bapak Panglima langsung memerintahkan Komandan satuan jajaran khususnya Komandan Korem 131/Santiago untuk melakukan pembersihan dan pemeliharaan sistim drainase di wilayah yang terkena banjir serta tanah longsor,” ucap Kapendam.

“Selain melaksanakan pembersihan, anggota yang ada di lapangan juga ikut membantu warga dalam hal pengevakuasian warga, pendataan korban dan turut ikut dalam membagikan makanan kepada warga yang terdampak banjir,” lanjutnya.

Kapendam juga menjelaskan bahwa selain mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Babinsa dikerahkan untuk terjun langsung dalam mengevakuasi korban yang meninggal dunia akibat peristiwa tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Ranotana Weru.

“Tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Ranotana Weru mengakibatkan 1 orang meninggal dunia sehingga Bapak Panglima juga memerintahkan untuk membantu proses evakuasi jenazah yang tertimbun material longsor,” ujarnya lagi.(gnr)

Artikel Terbaru