24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Kapolres Kepulauan Talaud Jelaskan Pengungkapan Kasus Pencurian Baterai CDC Tower

MANADOPOST-Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma Irawan membeberkan pengungkapan kasus pencurian baterai CDC tower Telkomsel yang terjadi di wilayah Gemeh dan Essang akhir Mei lalu.

Kapolres mengatakan, kejadian tepatnya pada hari Senin (24/05/2021), sekitar pukul 20.00 WITA. “Awalnya Polsek Essang mendapat informasi dari masyarakat tentang dugaan pencurian baterai CDC tower Telkomsel di wilayah site Apan Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, dan juga pencurian kabel jumper baterai di site Essang,” ujar Kapolres dalam konferensi pers, di lobi Mapolres, Jum’at (25/06/2021) siang.

Lanjutnya, pelaku saat itu diperkirakan lebih dari dua orang dan belum diketahui identitasnya. Pihak Polsek Essang lalu berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kepulauan Talaud untuk melakukan penyelidikan di wilayah Kecamatan Gemeh, Essang, dan Beo Selatan.

“Kemudian dalam waktu kurang dari 1×24 jam, petugas berhasil mengamankan enam pelaku pencurian serta 2 pelaku lainnya yang masih dibawah umur,” kata Kapolres, didampingi Kasatreskrim Iptu Ricky Hermawan dan Kanit 2 Satreskrim Aipda Rasid Panigoro.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Para pelaku masing-masing berinisial BM (36) warga Sereh I Lirung, OK (54) warga Lirung I Lirung, AS (21) warga Sereh Lirung, MB (33) warga Arangkaa Gemeh, JT (33) warga Arangkaa, FW (23) warga Niampak Beo Selatan, serta 2 pelaku lainnya yang masih dibawah umur.

Sedangkan sejumlah barang bukti yang diamankan, terdiri dari 1 buah baterai CDC tower warna abu-abu merek Bae, 27 kabel jumper baterai CDC, 1 buah kunci roda, 1 buah kunci pass ring 22, 1 kunci ring 22, dan 1 unit mobil bak terbuka warna hitam.

Hasil pengembangan, dari total 37 barang bukti yang dilaporkan hilang, berhasil diamankan petugas sebanyak 19 buah. Sedangakan sisanya sebanyak 18 buah, masih dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres menerangkan, kerugian material sekitar Rp888 juta, dan 6 pelaku sudah dilakukan penahanan oleh Penyidik Satreskrim.

“Bisa dikatakan kasus ini dilakukan oleh sindikat, karena telah terjadi lebih dari satu kali yang difasilitasi oleh pelaku OK,” terangnya.

OK diketahui membeli barang bukti hasil curian dari pelaku lain seharga Rp300 ribu per buah, kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp11 ribu per kilogram.

“Para pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3, 4e, dan ke 5e jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun,” pungkas Kapolres.(gnr)

MANADOPOST-Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma Irawan membeberkan pengungkapan kasus pencurian baterai CDC tower Telkomsel yang terjadi di wilayah Gemeh dan Essang akhir Mei lalu.

Kapolres mengatakan, kejadian tepatnya pada hari Senin (24/05/2021), sekitar pukul 20.00 WITA. “Awalnya Polsek Essang mendapat informasi dari masyarakat tentang dugaan pencurian baterai CDC tower Telkomsel di wilayah site Apan Desa Arangkaa, Kecamatan Gemeh, dan juga pencurian kabel jumper baterai di site Essang,” ujar Kapolres dalam konferensi pers, di lobi Mapolres, Jum’at (25/06/2021) siang.

Lanjutnya, pelaku saat itu diperkirakan lebih dari dua orang dan belum diketahui identitasnya. Pihak Polsek Essang lalu berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kepulauan Talaud untuk melakukan penyelidikan di wilayah Kecamatan Gemeh, Essang, dan Beo Selatan.

“Kemudian dalam waktu kurang dari 1×24 jam, petugas berhasil mengamankan enam pelaku pencurian serta 2 pelaku lainnya yang masih dibawah umur,” kata Kapolres, didampingi Kasatreskrim Iptu Ricky Hermawan dan Kanit 2 Satreskrim Aipda Rasid Panigoro.

Para pelaku masing-masing berinisial BM (36) warga Sereh I Lirung, OK (54) warga Lirung I Lirung, AS (21) warga Sereh Lirung, MB (33) warga Arangkaa Gemeh, JT (33) warga Arangkaa, FW (23) warga Niampak Beo Selatan, serta 2 pelaku lainnya yang masih dibawah umur.

Sedangkan sejumlah barang bukti yang diamankan, terdiri dari 1 buah baterai CDC tower warna abu-abu merek Bae, 27 kabel jumper baterai CDC, 1 buah kunci roda, 1 buah kunci pass ring 22, 1 kunci ring 22, dan 1 unit mobil bak terbuka warna hitam.

Hasil pengembangan, dari total 37 barang bukti yang dilaporkan hilang, berhasil diamankan petugas sebanyak 19 buah. Sedangakan sisanya sebanyak 18 buah, masih dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres menerangkan, kerugian material sekitar Rp888 juta, dan 6 pelaku sudah dilakukan penahanan oleh Penyidik Satreskrim.

“Bisa dikatakan kasus ini dilakukan oleh sindikat, karena telah terjadi lebih dari satu kali yang difasilitasi oleh pelaku OK,” terangnya.

OK diketahui membeli barang bukti hasil curian dari pelaku lain seharga Rp300 ribu per buah, kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp11 ribu per kilogram.

“Para pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3, 4e, dan ke 5e jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun,” pungkas Kapolres.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/