29.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ballpress dari Malaysia

MANADO— Petugas Bea Cukai, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), berhasil menggagalkan penyelundupan 290 bale pakaian bekas (ballpress). Pakaian bekas dari Malaysia itu, rencananya akan dibongkar di Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara Cerah Bangun mengungkapkan, penindakan tersebut bermula dari informasi yang didapat dari masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut, Tim Patroli Laut BC 60002 kemudian bergerak menuju lokasi.

“Setelah melakukan pengintaian beberapa hari, Tim Patroli Laut BC 60002 Kanwil Bea Cukai berhasil menangkap kapal KLM. Fungka Permai yang membawa pakaian bekas sebanyak dua ratus sembilan puluh bale yang dinakhodai tersangka US (57),” ungkap Cerah Bangun, Jumat (26/8).

Dia menjelaskan, kapal bertolak dari Tawau, Malaysia pada Rabu (26/8) dengan tujuan akhir Malala, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Kapal KLM. Fungka Permai ini mengangkut barang impor berupa pakaian bekas/ballpress yang tidak tercantum dalam manifes. Ballpress ditutup ketika berada di atas kapal.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Namun pada saat berada di perairan laut Sulawesi kapal ditangkap oleh Tim Patroli Laut BC 60002 pada Kamis 27 Agustus. Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan pula bendera Malaysia dan telepon satelit. Kapal KLM. Fungka Permai sesungguhnya menjadi target Bea Cukai karena diduga membawa juga narkoba dan barang senjata lainnya,” bebernya.

Lanjut kakanwil, saat ini barang telah diperiksa di Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Pantoloan. “Untuk sementara, tersangka yang telah ditetapkan adalah nakhoda kapal KLM. Fungka Permai berinisial US (57). Proses penyidikan dilakukan oleh Kantor Bea Cukai Pantoloan,” ujarnya.

Sebelum penyerahan barang bukti dan tersangka ke kejaksaan, penyidik telah menyerahkan berkas penyidikan tahap I ke Kejaksaan Negeri Palu pada tanggal 11 September 2020 dan Kejaksaan kemudian menindaklanjutinya dengan meneliti kelengkapan berkas pemeriksaan dan pengenaan pasal. Pada tanggal 18 September 2020 Kejaksaan Negeri Palu menyatakan berkas lengkap (P21) dan kemudian Penyidik Kantor Bea Cukai Pantoloan melakukan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Palu pada tanggal 24 September 2020.

“Hingga saat ini status atas kasus tersebut telah dinyatakan lengkap (P21). Tersangka berikut barang bukti telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Palu. Tersangka dijerat dengan pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal senilai Rp 5 miliar,” tukasnya.(*)

MANADO— Petugas Bea Cukai, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), berhasil menggagalkan penyelundupan 290 bale pakaian bekas (ballpress). Pakaian bekas dari Malaysia itu, rencananya akan dibongkar di Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara Cerah Bangun mengungkapkan, penindakan tersebut bermula dari informasi yang didapat dari masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut, Tim Patroli Laut BC 60002 kemudian bergerak menuju lokasi.

“Setelah melakukan pengintaian beberapa hari, Tim Patroli Laut BC 60002 Kanwil Bea Cukai berhasil menangkap kapal KLM. Fungka Permai yang membawa pakaian bekas sebanyak dua ratus sembilan puluh bale yang dinakhodai tersangka US (57),” ungkap Cerah Bangun, Jumat (26/8).

Dia menjelaskan, kapal bertolak dari Tawau, Malaysia pada Rabu (26/8) dengan tujuan akhir Malala, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Kapal KLM. Fungka Permai ini mengangkut barang impor berupa pakaian bekas/ballpress yang tidak tercantum dalam manifes. Ballpress ditutup ketika berada di atas kapal.

“Namun pada saat berada di perairan laut Sulawesi kapal ditangkap oleh Tim Patroli Laut BC 60002 pada Kamis 27 Agustus. Kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan pula bendera Malaysia dan telepon satelit. Kapal KLM. Fungka Permai sesungguhnya menjadi target Bea Cukai karena diduga membawa juga narkoba dan barang senjata lainnya,” bebernya.

Lanjut kakanwil, saat ini barang telah diperiksa di Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Pantoloan. “Untuk sementara, tersangka yang telah ditetapkan adalah nakhoda kapal KLM. Fungka Permai berinisial US (57). Proses penyidikan dilakukan oleh Kantor Bea Cukai Pantoloan,” ujarnya.

Sebelum penyerahan barang bukti dan tersangka ke kejaksaan, penyidik telah menyerahkan berkas penyidikan tahap I ke Kejaksaan Negeri Palu pada tanggal 11 September 2020 dan Kejaksaan kemudian menindaklanjutinya dengan meneliti kelengkapan berkas pemeriksaan dan pengenaan pasal. Pada tanggal 18 September 2020 Kejaksaan Negeri Palu menyatakan berkas lengkap (P21) dan kemudian Penyidik Kantor Bea Cukai Pantoloan melakukan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Palu pada tanggal 24 September 2020.

“Hingga saat ini status atas kasus tersebut telah dinyatakan lengkap (P21). Tersangka berikut barang bukti telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Palu. Tersangka dijerat dengan pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal senilai Rp 5 miliar,” tukasnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/