27C
Manado
Jumat, 23 April 2021

Diduga Korban Mafia Tanah, Oma di Manado Minta Tolong Kapolri

MANADO-Meiske Pandean, oma 73 tahun asal Mapanget, Kota Manado meminta ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait janji menuntaskan praktik mafia tanah.

Meiske mengungkapkan lahan sekira 1,2 hektare yang saat ini berdiri salah satu perumahan di wilayah Mapanget, diduga diserobot pihak pengelola tanpa sepengetahuannya. Kepada Manado Post, Meiske sambil menunjukan Sertifikat Tanda Bukti Hak Milik Nomor: 595 tahun 1987, menceritakan awal mula dugaan penyerobotan yang diduga melibatkan oknum mafia tanah.

Sabtu (27/3) lalu Meiske telah mendatangi lokasi tanah miliknya. Ia kemudian mendirikan dua papan pengumuman bahwa tanah tersebut miliknya yang bersertifikat resmi dan dicap oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Manado.

Katanya pihak pengelola tidak ada itikad baik mengembalikan tanah tersebut. “Kasus penyerobotan ini sudah berulang kali dilaporkan ke Polda Sulut, tetapi tidak ada kejelasan sudah sampai dimana kasus tersebut,” tuturnya.

“Saya heran, kami keluarga tidak menerima pemberitahuan, dengar-dengar kasus ini sudah dihentikan. Kenapa saya yang membuat laporan, saya miliki sertifikat kemudian pihak perusahaan yang mendirikan bangunan. Saya berharap Pak Presiden dan Kapolri menindak lanjuti kasus ini. Karena saya berharap hak milik saya dikembalikan, itu saja,” harap Meiske.

Dia mengatakan tanah awalnya memiliki luas enam hektare. Namun dari total luasan tersebut sebesar 4,8 hektare berstatus register, yang 1,2 sudah bersertifikat. “4,8 hektare tersebut dijual ke pihak pengelola perumahan, sehingga dikeluarkan Akta Jual Beli (AJB) untuk luasan tanah sebesar 4,8 hektare tersebut. Tetapi yang tanah 1,2 hektare sama sekali tidak dijual ke pihak perusahaan. Jadi masih milik saya,” pungkasnya.(gnr)

Artikel Terbaru