alexametrics
25.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tunjangan Perumahan dan Transportasi Diusut Kejaksaan, 10 Saksi Diperiksa, Ini Targetnya

MANADOPOST.ID – Kasus heboh penetapan tersangka, penangkapan hingga penahanan eks Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP), kans terjadi di Kota Manado. Ya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Manado tak mau kalah gesit dengan Kejati Sulut, jelang Hari Bakti Adhyaksa (HBA), Juli mendatang.

 

Kejari Manado gencar melakukan pemeriksaan saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi ketidakwajaran penetapan dan pembayaran tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Manado Periode 2014–2019.

 

Kajari Kota Manado Esther Sibuea melalui Kasi Intelijen Hijran Syafar mengatakan, sampai sekarang sudah ada 10 saksi yang diperiksa Kejari Manado, terkait tunjangan transportasi dan perumahan DPRD Manado periode 2014-2019. “Kami sudah mengambil keterangan saksi dari eksekutif dan legislatif,” beber Syafar, kemarin.

 

Menurut dia, pihaknya sementara berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mencari tahu kerugian negara. Alat bukti masih dikumpulkan. “Mudah-mudahan sebelum Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) pada bulan Juli, sudah ada progres,” ujarnya. Dia menegaskan, untuk penetapan tersangka harus ada dua alat bukti yang cukup. Kalau ada penyimpangan, pihaknya akan mencari tahu siapa orang yang paling bertanggung jawab. “Dalam kasus ini kami akan menghadirkan saksi ahli untuk menguatkan, kemudian dievaluasi penyidik. Kalau ada penyimpangan, baru ada penetapan tersangka,” tegasnya.

Diketahui, jaksa penyidik Kejari Manado sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang Anggota DPRD Kota Manado periode 2014-2019 sebagai saksi, berinisial VM dan RT pada 06 Mei 2021. Pakar Hukum Sulut Dr Ralfie Pinasang SH MH meminta penyidik kejaksaan negeri Manado, harus serius. “Berhubung dugaan kasus korupsi ini telah menjadi perhatian publik, tentu tidak boleh dihentikan. Karena ketika dihentikan atau belum berproses sesuai ketentuan berlaku, maka publik akan melakukan praperadilan terhadap kasus ini,” ujar Pinasang, dalam berbagai kesempatan. (ite/vip)

MANADOPOST.ID – Kasus heboh penetapan tersangka, penangkapan hingga penahanan eks Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP), kans terjadi di Kota Manado. Ya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Manado tak mau kalah gesit dengan Kejati Sulut, jelang Hari Bakti Adhyaksa (HBA), Juli mendatang.

 

Kejari Manado gencar melakukan pemeriksaan saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi ketidakwajaran penetapan dan pembayaran tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Manado Periode 2014–2019.

 

Kajari Kota Manado Esther Sibuea melalui Kasi Intelijen Hijran Syafar mengatakan, sampai sekarang sudah ada 10 saksi yang diperiksa Kejari Manado, terkait tunjangan transportasi dan perumahan DPRD Manado periode 2014-2019. “Kami sudah mengambil keterangan saksi dari eksekutif dan legislatif,” beber Syafar, kemarin.

 

Menurut dia, pihaknya sementara berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mencari tahu kerugian negara. Alat bukti masih dikumpulkan. “Mudah-mudahan sebelum Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) pada bulan Juli, sudah ada progres,” ujarnya. Dia menegaskan, untuk penetapan tersangka harus ada dua alat bukti yang cukup. Kalau ada penyimpangan, pihaknya akan mencari tahu siapa orang yang paling bertanggung jawab. “Dalam kasus ini kami akan menghadirkan saksi ahli untuk menguatkan, kemudian dievaluasi penyidik. Kalau ada penyimpangan, baru ada penetapan tersangka,” tegasnya.

Diketahui, jaksa penyidik Kejari Manado sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang Anggota DPRD Kota Manado periode 2014-2019 sebagai saksi, berinisial VM dan RT pada 06 Mei 2021. Pakar Hukum Sulut Dr Ralfie Pinasang SH MH meminta penyidik kejaksaan negeri Manado, harus serius. “Berhubung dugaan kasus korupsi ini telah menjadi perhatian publik, tentu tidak boleh dihentikan. Karena ketika dihentikan atau belum berproses sesuai ketentuan berlaku, maka publik akan melakukan praperadilan terhadap kasus ini,” ujar Pinasang, dalam berbagai kesempatan. (ite/vip)

Most Read

Artikel Terbaru

/