27.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Pria 70 Tahun Ini Diduga Tewas di Tangan Anak Sendiri

MANADOPOST.ID- Seorang pria berusia 70 diduga tewas di tangan putranya sendiri berinisial SRA (26) pada Jumat (27/8) di Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa nahas itu terjadi di sebuah Rumah Susun Dinas Kebersihan kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Polisi pun tengah menyelidiki kasus pembunuhan ini. “Ya benar, kejadian terjadi Jumat kemarin (27/8) di Rusun Dinas Kebersihan Blok B Lantai 1 Nomor 13 Rt 014/05 Cengkaréng Barat, Jakarta Barat ” ujar Kapolsek Cengkareng Kompol Egman, Sabtu (28/8).

Sejauh ini pihaknya belum bisa mengetahui motif pembunuhan tersebut. Pelaku kerap memberontak saat dimintai keterangan oleh petugas. “Saat dimintai keterangan selalu berontak, ngamuk. Kami akan lakukan pemeriksaan kejiwaan,” kata Egman.

Pembunuhan itu bermula ketika tetangga mendengar teriakan korban meminta tolong dari dalam rumah. Saat para tetangga keluar rumah, mereka kaget telah melihat korban sudah dalam keadaan luka parah.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Di saat yang sama, tetangga juga melihat pelaku melarikan diri dari dalam rumahnya. Tidak jauh dari lokasi pembunuhan, sekuriti setempat pun langsung mengamankan pelaku.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan perawatan. Namun korban tewas saat dalam perjalanan. Hingga saat ini, pelaku masih ditahan di Polsek Cengkareng berikut dengan beberapa barang bukti. Salah satunya pisau yang dipakai untuk membunuh. (antara/jpc)

MANADOPOST.ID- Seorang pria berusia 70 diduga tewas di tangan putranya sendiri berinisial SRA (26) pada Jumat (27/8) di Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa nahas itu terjadi di sebuah Rumah Susun Dinas Kebersihan kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Polisi pun tengah menyelidiki kasus pembunuhan ini. “Ya benar, kejadian terjadi Jumat kemarin (27/8) di Rusun Dinas Kebersihan Blok B Lantai 1 Nomor 13 Rt 014/05 Cengkaréng Barat, Jakarta Barat ” ujar Kapolsek Cengkareng Kompol Egman, Sabtu (28/8).

Sejauh ini pihaknya belum bisa mengetahui motif pembunuhan tersebut. Pelaku kerap memberontak saat dimintai keterangan oleh petugas. “Saat dimintai keterangan selalu berontak, ngamuk. Kami akan lakukan pemeriksaan kejiwaan,” kata Egman.

Pembunuhan itu bermula ketika tetangga mendengar teriakan korban meminta tolong dari dalam rumah. Saat para tetangga keluar rumah, mereka kaget telah melihat korban sudah dalam keadaan luka parah.

Di saat yang sama, tetangga juga melihat pelaku melarikan diri dari dalam rumahnya. Tidak jauh dari lokasi pembunuhan, sekuriti setempat pun langsung mengamankan pelaku.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan perawatan. Namun korban tewas saat dalam perjalanan. Hingga saat ini, pelaku masih ditahan di Polsek Cengkareng berikut dengan beberapa barang bukti. Salah satunya pisau yang dipakai untuk membunuh. (antara/jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/