MANADOPOST.ID – Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri dengan tegas mengecam serangan Israel yang mengguncang pinggiran selatan Beirut.
Dia menyebutnya sebagai upaya dengan api, darah, dan kehancuran untuk membunuh resolusi PBB dan menghancurkan mekanisme implementasinya.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah unggahan di media sosial, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Serangan yang terjadi saat perayaan Idul Fitri ini tidak hanya menciptakan kepanikan di antara warga sipil, tetapi juga menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap Lebanon.
Berri menekankan bahwa serangan ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Israel untuk melemahkan kedaulatan Lebanon serta menggerogoti fondasi lembaga-lembaga negara.
Dalam pernyataannya, Berri juga menyoroti fakta bahwa Lebanon telah berupaya untuk menegakkan komitmen terhadap gencatan senjata yang telah disepakati, sementara Israel terus-menerus melanggar perjanjian tersebut dengan tindakan agresif yang semakin meningkat.
Menurutnya, tindakan Israel mencerminkan sikap yang tidak menghormati hukum internasional dan berpotensi memperburuk ketidakstabilan di kawasan.
Lebih lanjut, ia mendesak komunitas internasional, khususnya negara-negara dan organisasi yang sebelumnya mendukung gencatan senjata, untuk tidak tinggal diam atas eskalasi ini.
Berri menuntut mereka agar mengambil langkah konkret dalam menekan Israel untuk menghentikan agresinya, menghormati kedaulatan Lebanon, dan segera menarik diri dari wilayah-wilayah yang masih diduduki.
Serangan ini semakin menambah ketegangan yang telah lama berlangsung di perbatasan Lebanon-Israel, dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa konfrontasi lebih luas dapat terjadi jika komunitas internasional gagal bertindak tegas.
Dengan pernyataan kerasnya, Berri tidak hanya memperingatkan dampak dari tindakan Israel, tetapi juga mengajak dunia untuk lebih aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos