Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Trump Jamu Para Raja Teknologi di Gedung Putih, Elon Musk Absen

Jasinta Bolang • Jumat, 5 September 2025 | 21:48 WIB
Jamuan Makan yang diadakan oleh Trump
Jamuan Makan yang diadakan oleh Trump

MANADOPOST.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar makan malam eksklusif bersama para pemimpin industri teknologi di Gedung Putih pada Kamis, 4 September. Acara yang semula dijadwalkan di Rose Garden itu akhirnya dipindahkan ke ruang makan resmi karena faktor cuaca.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh besar, antara lain Mark Zuckerberg dari Meta, Tim Cook dari Apple, Bill Gates dari Microsoft, hingga Sundar Pichai dari Google. Sam Altman selaku CEO OpenAI juga hadir, menjadikannya salah satu sorotan utama dalam jamuan tersebut.

Trump menyebut pertemuan ini sebagai langkah penting untuk menyatukan pemerintah dengan inovator besar dunia teknologi. Ia menekankan perlunya investasi besar agar Amerika tetap menjadi pemimpin utama dalam perkembangan kecerdasan buatan.

Dalam kesempatan itu, Tim Cook mengumumkan rencana Apple menanamkan investasi hingga 600 miliar dolar AS di Amerika Serikat. Zuckerberg turut menegaskan komitmen Meta untuk memperkuat riset AI serta membangun lebih banyak pusat data di dalam negeri.

Google melalui Sundar Pichai menyatakan siap menggelontorkan 250 miliar dolar sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Sementara Microsoft menegaskan konsistensi dengan alokasi dana antara 75 hingga 80 miliar dolar per tahun untuk inovasi.

Sam Altman memberi pernyataan positif dengan menyebut kebijakan Trump sebagai angin segar bagi perkembangan teknologi. Ia juga menyinggung kerja sama dengan Melania Trump terkait inisiatif pendidikan AI yang sedang dikembangkan.

Bill Gates memanfaatkan momen tersebut untuk menekankan bahwa teknologi juga dapat memainkan peran besar dalam kesehatan global. Ia mengangkat isu polio dan HIV sebagai tantangan yang bisa dijawab melalui riset dan inovasi.

Meski banyak tokoh hadir, Elon Musk yang sebelumnya dijadwalkan ikut ternyata absen dan hanya mengirim perwakilan. Trump menyinggung absennya Musk dengan menyebutnya sebagai sosok yang “80 persen jenius, tapi punya 20 persen masalah.”

Acara jamuan ini bukan sekadar simbolis, melainkan sinyal harmonisasi antara Gedung Putih dan sektor teknologi. Selama ini hubungan kedua pihak kerap renggang, terutama di periode awal pemerintahan Trump yang penuh ketegangan.

Dalam pidatonya, Trump menekankan bahwa Amerika harus memimpin era baru inovasi dengan fokus pada chip, AI, dan manufaktur berteknologi tinggi. Sejumlah analis melihat makan malam ini sebagai bentuk konsolidasi politik dan ekonomi yang strategis.

Dukungan para raksasa teknologi dinilai penting untuk menghadapi persaingan global, khususnya dengan Tiongkok. Meskipun ada kritik dari sebagian kalangan, sikap pro-bisnis Trump justru mendapat sambutan positif dari para pemimpin industri. Banyak yang menilai Gedung Putih kini lebih terbuka dan memberi ruang besar untuk pertumbuhan teknologi.

Keesokan harinya, Trump kembali menegaskan bahwa kecerdasan buatan harus bekerja untuk Amerika, bukan melawan bangsa sendiri. Bagi kalangan industri, jamuan ini dipandang sebagai tanda adanya pergeseran besar dalam kebijakan Washington. Dari regulasi yang sebelumnya ketat, kini menuju pendekatan yang lebih fleksibel dan mendukung investasi skala besar.

Pertemuan ini disebut sebagai awal dari hubungan baru antara Silicon Valley dan Gedung Putih. Konsolidasi tersebut diharapkan melahirkan era inovasi serta investasi triliunan dolar yang memperkuat posisi Amerika di panggung global. (Ric)

Editor : Jasinta Bolang
#Google #trump #Apple #Teknologi #meta #Microsoft