alexametrics
28.4 C
Manado
Rabu, 18 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

MAKIN TEGANG! Amerika Serikat ‘Tendang’ 12 Diplomat Rusia usai Konflik dengan Ukraina

MANADOPOST.ID-Amerika Serikat (AS) akan mengusir 12 diplomat Rusia dari misi Moskow untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York atas dugaan kegiatan spionase.

 

Lewat pernyataan pada Senin (28/2), misi AS untuk PBB mengatakan pihaknya memulai proses pengusiran para diplomat karena mereka terlibat dalam kegiatan spionase yang merugikan keamanan nasional Washington.

 

Dari laporan Al Jazeera, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengaku para diplomat telah diminta untuk pergi pada 7 Maret.

 

Nebenzia kemudian mengangkat masalah tersebut pada awal pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi kemanusiaan di Ukraina.

 

Ia menyebut langkah AS bermusuhan dan melanggar komitmennya sebagai tuan rumah markas besar PBB di New York.

 

“Para diplomat yang telah diminta untuk meninggalkan Amerika Serikat itu terlibat dalam kegiatan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab dan kewajiban mereka sebagai diplomat,” jawab Wakil Duta Besar AS untuk PBB Richard Mills.

 

Sejak Kamis (24/2), pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah memberlakukan sejumlah sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas invasi negara itu ke Ukraina.

 

Pekan lalu, AS dan sekutunya mengumumkan rencana untuk menjatuhkan sanksi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

 

Kementerian Kesehatan Ukraina mengatakan korban tewas warga sipil kini telah mencapai 352, termasuk 14 anak-anak. Sementara 1.684 lainnya, termasuk 116 anak-anak terluka dalam serangan Rusia. (rmol/pojoksatu)

MANADOPOST.ID-Amerika Serikat (AS) akan mengusir 12 diplomat Rusia dari misi Moskow untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York atas dugaan kegiatan spionase.

 

Lewat pernyataan pada Senin (28/2), misi AS untuk PBB mengatakan pihaknya memulai proses pengusiran para diplomat karena mereka terlibat dalam kegiatan spionase yang merugikan keamanan nasional Washington.

 

Dari laporan Al Jazeera, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengaku para diplomat telah diminta untuk pergi pada 7 Maret.

 

Nebenzia kemudian mengangkat masalah tersebut pada awal pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi kemanusiaan di Ukraina.

 

Ia menyebut langkah AS bermusuhan dan melanggar komitmennya sebagai tuan rumah markas besar PBB di New York.

 

“Para diplomat yang telah diminta untuk meninggalkan Amerika Serikat itu terlibat dalam kegiatan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab dan kewajiban mereka sebagai diplomat,” jawab Wakil Duta Besar AS untuk PBB Richard Mills.

 

Sejak Kamis (24/2), pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah memberlakukan sejumlah sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas invasi negara itu ke Ukraina.

 

Pekan lalu, AS dan sekutunya mengumumkan rencana untuk menjatuhkan sanksi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

 

Kementerian Kesehatan Ukraina mengatakan korban tewas warga sipil kini telah mencapai 352, termasuk 14 anak-anak. Sementara 1.684 lainnya, termasuk 116 anak-anak terluka dalam serangan Rusia. (rmol/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/