alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

GENTING DAN NGERI! Ratusan Warga Sipil Ukraina Tewas Akibat Invansi Rusia

MANADOPOST.ID-Sebanyak 227 warga sipil Ukraina tewas, dan sebanyak 525 warga Ukraina mengalami luka-luka hingga 1 Maret menyusulnya invasi Rusia ke Ukraina. Hal tersebut disampaikan oleh kantor PBB untuk HAM, pada Rabu(2/3/2022).

 

Di Washington, Menteri Luar Negeri AS Antony Bliken mengatakan bahwa serangan Rusia telah memusnahkan target non-militer. Namun disini Menlu AS tidak langsung menuding Moskow sengaja untuk menargetkan warga sipil.

 

“Kami memantau secara saksama apa yang terjadi di Ukraina saat ini, termasuk apa yang terjadi pada warga sipil. kami mempertimbangkan itu, kami mendokumentasikannya dan kami ingin memastikan, salah satunya, bahwa ada pertanggung jawaban atas itu semua,” pungkas Blinken, dikutip Fajar.co.id, Kamis (3/3/2022).

 

Disini kantor PBB untuk HAM menyatakan, sebagaian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem peluncur roket multiple serta serangan udara. Akibatnya area yang terdampak pun meluas.

 

Dilansir dari Ruters, invansi Rusia belum mencapai tujuan Presiden Vladimir Putin yang ingin gulingkan pemerintahan Ukraina. Namun, invansi tersebut telah membuat lebih dari 870.000 orang menyelamatkan diri ke Negara-negara tetangga, sekaligus mengguncang ekonomi global saat Negara-negara dan perusahaan antre untuk mengisolasi Moskow. (riki/fajar)

MANADOPOST.ID-Sebanyak 227 warga sipil Ukraina tewas, dan sebanyak 525 warga Ukraina mengalami luka-luka hingga 1 Maret menyusulnya invasi Rusia ke Ukraina. Hal tersebut disampaikan oleh kantor PBB untuk HAM, pada Rabu(2/3/2022).

 

Di Washington, Menteri Luar Negeri AS Antony Bliken mengatakan bahwa serangan Rusia telah memusnahkan target non-militer. Namun disini Menlu AS tidak langsung menuding Moskow sengaja untuk menargetkan warga sipil.

 

“Kami memantau secara saksama apa yang terjadi di Ukraina saat ini, termasuk apa yang terjadi pada warga sipil. kami mempertimbangkan itu, kami mendokumentasikannya dan kami ingin memastikan, salah satunya, bahwa ada pertanggung jawaban atas itu semua,” pungkas Blinken, dikutip Fajar.co.id, Kamis (3/3/2022).

 

Disini kantor PBB untuk HAM menyatakan, sebagaian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem peluncur roket multiple serta serangan udara. Akibatnya area yang terdampak pun meluas.

 

Dilansir dari Ruters, invansi Rusia belum mencapai tujuan Presiden Vladimir Putin yang ingin gulingkan pemerintahan Ukraina. Namun, invansi tersebut telah membuat lebih dari 870.000 orang menyelamatkan diri ke Negara-negara tetangga, sekaligus mengguncang ekonomi global saat Negara-negara dan perusahaan antre untuk mengisolasi Moskow. (riki/fajar)

Most Read

Artikel Terbaru

/