alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PBB Sebut Jumlah Pengungsi Ukraina Capai 875 Ribu Orang

MANADOPOST.ID – Situasi yang kian genting membuat penduduk sipil memilih meninggalkan Ukraina dan mengungsi.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengungkapkan saat ini jumlah pengungsi Ukraina mencapai 875 ribu orang. Separo dari jumlah tersebut berada di Polandia.

Sebanyak 116 ribu ke Hungaria, 79 ribu ke Moldova, 67 ribu ke Slovakia, 45 ribu ke Rumania, 43 Ribu ke Rusia dan 350 orang ke Belarus. Sekitar 70 ribu lainnya ke negara-negara Eropa lainnya.

Pengungsi di Rusia dan Belarus kemungkinan merupakan warga sipil di wilayah Donetsk dan Luhansk yang dikuasai oleh pemberontak Pro-Rusia.

Sementara itu, pasukan Rusia juga dikabarkan telah menguasai sekitar area pembangkit tenaga nuklir Zaporizhzhia di Energodar. Itu adalah pembangkit tenaga nuklir terbesar di Eropa. Sebanyak enam dari 15 reaktor energi nuklir Ukraina ada di sana.

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menegaskan bahwa radiasi di tempat itu masih normal. Penduduk dikabarkan berusaha mencegah pasukan Rusia menuju lokasi pembangkit dengan membangun penghalang. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Situasi yang kian genting membuat penduduk sipil memilih meninggalkan Ukraina dan mengungsi.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengungkapkan saat ini jumlah pengungsi Ukraina mencapai 875 ribu orang. Separo dari jumlah tersebut berada di Polandia.

Sebanyak 116 ribu ke Hungaria, 79 ribu ke Moldova, 67 ribu ke Slovakia, 45 ribu ke Rumania, 43 Ribu ke Rusia dan 350 orang ke Belarus. Sekitar 70 ribu lainnya ke negara-negara Eropa lainnya.

Pengungsi di Rusia dan Belarus kemungkinan merupakan warga sipil di wilayah Donetsk dan Luhansk yang dikuasai oleh pemberontak Pro-Rusia.

Sementara itu, pasukan Rusia juga dikabarkan telah menguasai sekitar area pembangkit tenaga nuklir Zaporizhzhia di Energodar. Itu adalah pembangkit tenaga nuklir terbesar di Eropa. Sebanyak enam dari 15 reaktor energi nuklir Ukraina ada di sana.

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menegaskan bahwa radiasi di tempat itu masih normal. Penduduk dikabarkan berusaha mencegah pasukan Rusia menuju lokasi pembangkit dengan membangun penghalang. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/