25 C
Manado
Selasa, 1 Desember 2020

Bikin Waswas Biden, Kawanua Dukung Trump

MANADOPOST.ID—Warga Sulawesi Utara (Sulut) di Amerika Serikat (AS) ikut berkomentar, soal peluang menang dua calon presiden AS; Donald Trump dan Joe Biden.

Mereka menyebutkan, pemilihan periode ini kembali ketat. “Namun sebagaimana masukan kita empat tahun lalu. Di mana Trump akan menang,” sebut Robert Mewengkang, mantan Ketua Maesa New York, Organisasi warga Kawanua tertua di Amerika, saat diwawancarai Manado Post. Menurutnya, Trump akan menang lagi karena punya beberapa alasan. “Ya (menang). Karena alasan keamanan dan ekonomi,” sambungnya.

Keamanan dari segi domestik katanya, Trump keras terhadap tindakan-tindakan orang-orang yang ingin mengacau keamanan. Dengan dalih berdemo seperti Antifa. “Yang sebenarnya kekuatan yang dibiayai kelompok pro sosialis seperti bilioner Soro. Dan para politisi liberals yang pro sosialis,” ungkapnya. “Juga seperti beberapa pemimpin lokal seperti New York, Oregon, Washington DC, yang ingin meniadakan bantuan posisi.” Dari segi keamanan internasional, lanjut Robert, Trump keras terhadap teroris. Dalam pemerintahannya dia membabat ISIS di timur tengah.

“Ekonomi America sejak dia duduk sebagai presiden meningkat pesat hingga munculnya Covid-19. Angka pengangguran sebelum Covid turun drastis selama 70 tahun. Angka pengangguran di US sangat rendah dari semua lapisan masyarakat termasuk orang Latino dan Asian,” paparnya.

Menurutnya, sejak Covid semua tahu bahwa dunia mengalami kejatuhan ekonomi. Demikian juga America. “Pada bulan April hingga Juni, sekitar 35 juta masyarakat di PHK. Namun bulan Juli hingga saat ini angka pengangguran kembali secara bertahap dan ekonomi kembali naik,” pungkasnya.

Diketahui, pemilihan presiden AS tahun ini punya arti sangat penting tidak saja bagi warga AS sendiri, tetapi juga bagi diaspora Indonesia. Pasalnya, hasil pilpres kali ini akan mempengaruhi sejumlah kebijakan penting selama empat tahun ke depan, seperti kebijakan imigrasi dan penanganan pandemi virus corona.

Tak heran, sejumlah diaspora Indonesia berkewarganegaraan AS kali ini turut aktif dalam mendukung calon presiden (capres) AS pilihan mereka dengan beragam cara. Mulai dari secara publik menyatakan dukungan, memberikan donasi, menghadiri kegiatan kampanye, hingga menjadi relawan bagi capres yang mereka dukung.

Selain itu, mereka juga tergerak untuk memberikan arti lebih bagi komunitasnya. Salah satu kelompok diaspora Indonesia berkewarganegaraan AS yang aktif dalam pilpres kali ini adalah Pejuang Indonesian Coalition. Kelompok tersebut mengusung misi untuk memberikan kesadaran bagi diaspora Indonesia untuk tidak asal memberikan hak pilihnya. Namun, harus memilih pemimpin yang tepat.

“Kita akan encourage (mendorong.red) orang-orang, khususnya mereka diaspora Indonesia yang sudah menjadi US citizen, untuk benar-benar take it seriously (memberi perhatian serius.red)untuk mereka vote (pilih.red). Dan bukan hanya sekedar vote, tapi vote untuk the right leader,” kata Aldo Siahaan, salah satu anggota Pejuang Indonesian Coalition.

Kelompok tersebut merefleksikan masalah-masalah kaum imigran, terutama diaspora Indonesia di Philadelpia dan sekitarnya. Dalam beberapa unggahan Pejuang Indonesia Coalition menunjukkan dukungan mereka kepada calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Dalam kampanyenya, Biden menjanjikan sejumlah kebijakan pro-imigrasi bila dia terpilih, termasuk menaikkan kuota jumlah pengungsi yang diperbolehkan masuk ke AS.

Sebaliknya, Presiden Trump selama menjabat menerapkan kebijakan imigrasi yang lebih ketat, misalnya, membangun tembok perbatasan dan membatasi kuota jumlah imigran yang mengajukan permohonan izin tinggal. Katherine Antarikso, anggota lain di Pejuang Indonesia Coalition, mengatakan kelompok tersebut ingin menonjolkan visibilitas imigran Indonesia.

“Jadi kita mau grup ini membuat diaspora Indonesia dan imigran dari Indonesia terlihat,” tegas Katherine. Pilpres AS kali ini yang akan digelar pada 3 November 2020 diperkirakan akan menjadi pemilihan dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi dalam sejarah. Hal ini karena kedua calon presiden, petahana Presiden Donald Trump dari Partai Republik dan lawannya, Joe Biden dari Partai Demokrat, menawarkan program-program yang saling bertolak belakang untuk sejumlah isu penting, seperti imigrasi dan penanganan pandemi virus corona.

Rania Nurita Bakhri memutuskan menjadi salah satu relawan Pejuang indonesia Coalition. Tugas Rania adalah menelepon orang-orang yang sudah ada dalam daftar dan memastikan apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih. “Apakah mereka sudah terdaftar untuk memilih, apa mereka butuh surat suara lewat pos, atau ada pertanyaan lain, dan mendorong mereka untuk memilih. Saya fokus pada komunitas muslim di area Tri-State dan Pennsylvania,” kata Rania, yang juga relawan Council on American-Islamic Relations (CAIR) wilayah Philadelphia.

Sementara itu, sejumlah diaspora Indonesia yang mendukung Presiden Trump bergabung dalam kelompok Indonesian American for Trump. Kelompok itu lebih mendorong keterlibatan anggotanya untuk mempelajari isu-isu politik. Pegawai Departemen Pemilihan Wilayah Miami-Dade menempatkan surat suara melalui surat untuk pemilihan.

Sylvia Scott, seorang anggota Indonesian American for Trump, mengaku dia selama ini agak kurang memahami isu politik. Ia tergelitik untuk mendalami politik agar dapat mengenal sepak-terjang Trump lebih dekat. Apalagi, kata Sylvia, selama ini dia hanya mendengar hal-hal negatif mengenai Trump. “OK, kalo gitu saya harus tahu. Gak mungkin lah orang sebanyak ini milih. Pokoknya jadi bertanya-tanya gitu. Kenapa dia yang terpilih karena semuanya yang saya dengar, all negative things, right? So finally, dari situ mulai tanya-tanya,” paparnya.

Seluruh usaha diaspora Indonesia untuk memenangkan capresnya akan terlihat hasilnya hanya dalam beberapa hari mendatang. Akankah Presiden Trump berhasil mempertahankan posisinya atau Joe Biden yang akan menggesernya? Layak ditunggu.

Di sisi lain, Biden diunggulkan, tapi Trump bikin waswas. Pasalnya berbagai lembaga survei mengunggulkan Joe Biden dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat (AS) hari ini. Tapi, Biden juga tahu, sang lawan, presiden petahana Donald Trump, bukan jenis politikus yang gampang tumbang oleh hasil jajak pendapat.

Langkah-langkah Trump tetap bikin kubu Biden waswas. Pada Minggu lalu (1/11), misalnya, Trump memperlihatkan determinasinya dengan berkampanye di lima negara bagian dalam 24 jam. Itu memecahkan rekor dia sebelumnya yang menyambangi tiga negara bagian dalam kurun waktu yang sama.

Dari Iowa, Trump lalu ke Michigan, North Carolina, Georgia, kemudian Florida. Semua state (negara bagian) tersebut merupakan negara-negara bagian yang dia menangi pada Pilpres 2016, tapi terancam berpindah ke Biden tahun ini. “Sayalah yang membangkitkan pabrik otomotif di sini. (Tanpa saya, Red) industri mobil di sini akan hancur empat tahun lalu,’’ ungkap jagoan Partai Republik itu saat berbicara di Washington, Michigan, seperti dilansir BBC.

Trump terus bersikeras meyakinkan rakyat AS bahwa dirinya adalah pilihan terbaik. Seraya berupaya menunjukkan bahwa Biden merupakan calon presiden terburuk. Dia berkali-kali melontarkan bahwa Biden dan Demokrat merupakan kubu sosialis yang ingin menghancurkan pilar-pilar negara. Di sisi lain, Biden berfokus untuk memperkuat dukungan di Pennsylvania. Dia berkeliling di negara bagian itu pada Minggu. Senin pun dicurahkan ke negara bagian tersebut.

Tampaknya, tim kampanye Biden tak ingin perhatian sang capres teralihkan ke negara yang terlihat berubah kubu seperti Texas, tapi malah kehilangan yang sudah dipegang seperti Pennsylvania.

Biden juga mengulang peringatannya terkait Trump. Menurut dia, Trump bakal terus membelah negara dan membiarkan virus korona mengamuk tanpa pencegahan. ’’Saya tegaskan, presiden (Trump, Red) tak akan mencuri pemilu ini,’’ ungkap Biden menurut Agence France-Presse.

Meski demikian, Biden tak mau jemawa. Trump bukan politikus yang normal. Dia memberikan aplaus kepada konvoi mobil simpatisan yang berusaha menghentikan bus kampanye Biden. Juru Bicara FBI Michelle Lee menegaskan bahwa pihaknya sudah menyelidiki kasus tersebut.   ’’Mereka bukannya mengganggu, tapi melindungi busnya,’’ bela Trump menurut CNN.

Setali tiga uang, kroni Trump di Republik juga berusaha menjegal Demokrat. Salah satunya upaya aktivis Republik yang ingin menganulir 127 ribu balot yang dikumpulkan melalui tempat pemungutan drive-thru. Sementara ini, Mahkamah Agung Negara Bagian Texas menolak permintaan tersebut. Dua contoh itu menjadi bukti bahwa Trump dan Partai Republik tak ragu menempuh jalur yang dianggap tak etis untuk terus memegang kekuasaan. Sejumlah pakar pemilu juga sudah menengarai cara yang mungkin dipakai Trump untuk tetap bisa memegang kekuasaan meski kalah di pemilu.

Celah tersebut terdapat dalam pengumuman pemilu. Banyaknya pos surat suara memungkinkan bahwa hasil sementara pada malam setelah pemilu menunjukkan Republik memimpin. Hal tersebut disebabkan kebanyakan pos surat suara yang rekapitulasinya berjalan lambat datang dari simpatisan Demokrat. Mereka takut pergi langsung karena resah dengan Covid-19. ’’Hal ini disebut fatamorgana merah. Republik bakal yakin mereka yang sebenarnya menang dan kubu biru dinyatakan menang setelah hari pemilu karena curang,’’ ujar Julian Castro, mantan menteri perumahan AS, kepada The Guardian.

Celah tersebut berlanjut ke celah berikutnya: pemilih suara elektoral. Trump bisa membujuk parlemen negara bagian untuk segera menetapkan perwakilan negara bagian meski hasil rekapitulasi belum final. Alhasil, bakal ada selisih mengenai siapa yang berhak mewakili negara bagian dalam pertemuan suara elektoral Desember nanti.

Axios melaporkan bahwa Trump sudah memberi tahu orang terdekat soal rencana tersebut. Jika Selasa malam (3/11) kubunya terlihat memimpin, dia bakal menyatakan kemenangan. Hal yang bisa menimbulkan perselisihan panjang dan dahsyat di berbagai tingkat masyarakat. Trump menyangkal laporan Axios. ’’Tidak adil bagi rakyat AS jika mereka harus menunggu lama untuk tahu hasil pemilu,’’ kilahnya.(***)

 JOE BIDEN

  1. Lulus dari University Of Delaware, masuk sekolah hukum (1965)
  2. Menikah dengan Neilia Hunter. Mereka mempunyai tiga anak (1966)
  3. Memenangkan pemilihan pertama di Dewan New Castle Country (1970)
  4. Menjadi Senator AS Termuda, saat itu pada usia 29 tahun (1972)
  5. Neilia dan putri bungsu, Naomi, tewas dalam kecelakaan. Dua putranya dalam keadaan kritis (1972)
  6. Menikahi Jill Tracy Jacobs (1977)
  7. Terpilih lagi sebagai senator AS (1978)
  8. Terpilih lagi sebagai senator AS (1984, kemudian menjadi Ketua Komisi Yudisial)
  9. Gagal mencalonkan diri sebagai Capres (1988)
  10. Terpilih lagi sebagai senator AS (1990 dan 1996)
  11. Terpilih lagi sebagai senator AS (2000, kemudian menjadi Ketua Komite Hubungan Luar Negeri)
  12. Terpilih lagi sebagai senator AS, kemudian gagal mencalonkan diri sebagai capres (2008)
  13. Terpilih sebagai wakil presiden oleh Barack Obama (2008)
  14. Terpilih lagi sebagai wakil presiden (2012)
  15. Capres Demokrat untuk Pemilu November, memilih Kamala Harris sebagai cawapres (2020)

DONALD TRUMP

  1. Lulus dari University of Pennsyvania’s Warton School of Finance (1968)
  2. Mengambil alih perusahaan properti milik sang ayah (1971). Kemudian menjadi milliuner dengan membangun gedung pencakar langit, hotel, kasino, dan lapangan golf.
  3. Pernikahan pertama (1977)
  4. Donald Trump Jr. Lahir (1978)
  5. Membangun Trump Tower (1983)
  6. Anggota Demokrat (sampai 1987)
  7. Bergabung dengan Republik (1987-1999).
  8. Reformasi Partai (1999-2001)
  9. Bergabung kembali dengan Demokrat (2001-2009)
  10. Membawakan acara reality show The Apprentice (2004-2015)
  11. Bergabung kembali ke Republik (2012)
  12. Menjadi capres Republik (2015)
  13. Menang Pemilu melawan Hillary Clinton (2016), menggantikan Barack Obama sebagai Presiden AS.
  14. Kembali mencalonkan diri sebagai Presiden bersama Mike Pence (2020).

Prediksi Perolehan Suara Elektoral Menurut Survei

Per 2 November

Biden: 216 suara

Trump: 125 suara

Masih diperebutkan: 197 suara

 

Wilayah yang Harus Diperhatikan

– Wilayah Rust Belt/Great Lake: Di wilayah tersebut ada beberapa negara bagian bekas pusat industri yang mengalami penurunan ekonomi. Negara bagian di wilayah tersebut –Iowa, Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin– menjadi kunci kemenangan Trump pada Pemilu 2016.

– Florida: Negara bagian ini punya sejarah sering berpindah kubu dengan suara elektoral yang cukup besar, yakni 29. Data survei terbaru menunjukkan Biden memimpin 1,4 persen saja.

– Texas+Arizona: Secara tradisional dianggap sebagai Red Wall alias basis Republik. Namun, jumlah suara prapemilu yang melonjak mendongkrak harapan Demokrat. Survei terakhir menunjukkan, Texas yang menyumbang 38 suara elektoral itu dimenangkan Trump dengan selisih 1,2 persen. Sementara itu, Arizona yang menyumbang 11 suara elektoral dimenangkan Biden dengan selisih 1,2 persen.

 

Linimasa pascapilpres:

– Hari Pemilihan (3 November 2020): Capres yang memperoleh suara lebih banyak bakal mendapatkan kuota suara elektoral yang dimiliki negara tersebut.

– Pertemuan Suara Elektoral (14 Desember 2020) : Perwakilan dari setiap negara bagian bertemu dan menyatakan pilihan mereka.

– Inaugurasi Presiden (20 Januari 2021) : Capres yang dinyatakan menang oleh komisi pemilu dilantik secara resmi sebagai presiden.

 

*Sumber: Real Clear Politics, Agence France-Presse

-

Artikel Terbaru

Mor-HJP Kantongi 126.124 Suara Kans Menang

Pasangan Calon Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan dan Wakil Wali Kota Manado Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) kans menang di Pilwako Manado, 9 Desember.

Tetap Sapa Warga Walau Hujan, SGR Banjir Pujian

Calon Bupati Minut Shintia Gelly Rumumpe (SGR), Senin (30/11) menyapa masyarakat yang ada di Kecamatan Likupang Timur. Hujan tak menghalangi SGR bertemu warga. Begitu juga warga yang rela hujan-hujanan demi bertatap muka dengan calon nomor urut 1 itu.

Ingin Bertemu VAP, Ribuan Warga Kotamobagu, Boltim dan Bolmong Turun ke Jalan

Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP), dinilai sosok yang paling pantas dan tepat memimpin Sulawesi Utara (Sulut).

Ini Nih Tips Hadapi Aquaplaning saat Hujan

MANADOPOST.ID—Daihatsu bersama GT Radial kembali selenggarakan acara bertajuk Ngobrol Asik dengan konsep talkshow yang edukatif dan dapat dinikmati oleh Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia. Kali ini, Daihatsu membahas seputar tips teknik berkendara dalam mengantisipasi berbagai kondisi, khususnya saat musim penghujan dan menghadapi kondisi Aquaplaning.

Humiang Lantik Ketua dan Pengurus Karang Taruna 

Pjs Wali Kota Bitung Drs Edison Humiang MSi, melantik pengurus Karang Taruna Bitung masa bakti 2020-2025 di Lantai 4 Kantor Wali Kota Bitung, Senin (30/11).