alexametrics
26.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Australia Barat Akhirnya Membuka Perbatasan

MANADOPOST.ID – Australia Barat akhirnya membuka perbatasannya kemarin. Negara bagian di Australia itu menjadi wilayah terlama yang menutup perbatasan. Tepatnya 697 hari.

Australia Barat menutup pintu untuk pengunjung domestik maupun internasional sejak 5 April 2020. Itulah awal pandemi gelombang pertama mencuat.

Mulai pukul 00.00, penerbangan lokal dan internasional boleh masuk. Karantina tidak diperlukan lagi. Sebelumnya, Australia Barat memang mau membuka perbatasan untuk urusan sangat mendesak. Itu pun harus karantina selama dua pekan setelah kedatangan. Ia menjadi wilayah paling ketat di Australia selama pandemi berlangsung.

’’Saya tahu rasanya terpisah dari keluarga dan betapa beratnya itu. Karena itu, saya berterima kasih kepada penduduk Australia Barat atas pengorbanan mereka agar seluruh negara bagian aman,’’ ujar Perdana Menteri Australia Barat Mark McGowan.

Sky News melaporkan, dua penerbangan pertama yang tiba di Perth, ibu kota Australia Barat, berasal dari Sydney dan Singapura. Penerbangan itu tiba dini hari. Mayoritas penumpangnya adalah warga Australia yang selama ini terpisah dari keluarganya.

Selama 24 jam sejak perbatasan pertama dibuka, diperkirakan 5.000 orang datang. Ditambah 27.800 orang pada hari ini (4/3). Kebahagiaan tampak di berbagai penjuru Bandara Perth ketika mereka yang terpisah selama hampir dua tahun terakhir akhirnya bertemu.

’’Keluarga saya akhirnya kembali bersama,’’ kata salah seorang ayah yang kembali bertemu dengan anak-anaknya sebagaimana yang dikutip The Washington Post. (Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Australia Barat akhirnya membuka perbatasannya kemarin. Negara bagian di Australia itu menjadi wilayah terlama yang menutup perbatasan. Tepatnya 697 hari.

Australia Barat menutup pintu untuk pengunjung domestik maupun internasional sejak 5 April 2020. Itulah awal pandemi gelombang pertama mencuat.

Mulai pukul 00.00, penerbangan lokal dan internasional boleh masuk. Karantina tidak diperlukan lagi. Sebelumnya, Australia Barat memang mau membuka perbatasan untuk urusan sangat mendesak. Itu pun harus karantina selama dua pekan setelah kedatangan. Ia menjadi wilayah paling ketat di Australia selama pandemi berlangsung.

’’Saya tahu rasanya terpisah dari keluarga dan betapa beratnya itu. Karena itu, saya berterima kasih kepada penduduk Australia Barat atas pengorbanan mereka agar seluruh negara bagian aman,’’ ujar Perdana Menteri Australia Barat Mark McGowan.

Sky News melaporkan, dua penerbangan pertama yang tiba di Perth, ibu kota Australia Barat, berasal dari Sydney dan Singapura. Penerbangan itu tiba dini hari. Mayoritas penumpangnya adalah warga Australia yang selama ini terpisah dari keluarganya.

Selama 24 jam sejak perbatasan pertama dibuka, diperkirakan 5.000 orang datang. Ditambah 27.800 orang pada hari ini (4/3). Kebahagiaan tampak di berbagai penjuru Bandara Perth ketika mereka yang terpisah selama hampir dua tahun terakhir akhirnya bertemu.

’’Keluarga saya akhirnya kembali bersama,’’ kata salah seorang ayah yang kembali bertemu dengan anak-anaknya sebagaimana yang dikutip The Washington Post. (Jawa Pos)

Most Read

Artikel Terbaru

/