30.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Duterte Minta Anak Jadi Suksesor, Sara Belum Beri Keputusan

MANADOPOST.ID— ’’Itu pasangan Sara-Go.’’ Pernyataan itu diberikan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte beberapa jam setelah dia menyatakan mundur dari dunia politik.

Dia mengkonfirmasi bahwa putrinya, Sara Duterte-Carpio, akan maju sebagai kandidat presiden dan senator Christopher Lawrence “Bong” Go sebagai wakilnya. Mereka bakal maju dalam pemilu nasional tahun depan.

Duterte memang membuat kehebohan pada Sabtu (2/10) dengan menyatakan mundur dari dunia politik. Padahal sebelumnya dia berencana maju lagi sebagai calon wakil presiden mendampingi Go sebagai calon presiden. Politikus yang akrab disapa Digong itu merasa harus tetap menjabat, agar bisa berkelit dari penyelidikan pembunuhan oleh Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). Hal itu terkait sejarah pemberantasan anti narkoba yang digulirkannya.

Tapi Go menolak untuk menjadi orang nomer satu di Filipina. Begitu Duterte menyatakan mundur dari dunia politik, Go mau maju tapi hanya sebagai wakil. Dia sudah menyerahkan surat pendaftaran dirinya yang diusung oleh partai PDP-Laban. Namun meski Duterte yakin menyatakan bahwa Sara akan maju bersama Go, hingga kemarin belum ada kepastian.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sara justru mengisi formulir untuk maju lagi sebagai wali kota Davao. Duterte mau tak mau harus membujuk putrinya. Di Filipina, politik dinasti adalah hal yang biasa. Duterte menjabat sebagai wali kota Davao selama 22 tahun, sebelum akhirnya posisi itu jatuh ke tangan putrinya saat dia menjadi orang nomer satu di Filipina. Putranya, Sebastian “Baste” Duterte, adalah wakil wali kota Davao.

’’Sebenarnya, kami (dia dan Sara, Red) belum berbicara tentang politik,’’ ujarnya seperti dikutip The Manila Times. Dia juga belum bisa memastikan apakah partai Sara, Hugpong ng Pagbabago, akan bergabung dengan PDP-Laban.

Berbanding terbalik dengan sang ayah, Baste pesimistis bahwa Sara akan berubah pikiran semudah itu. Butuh keajaiban untuk mengubah pendirian kakak perempuannya tersebut. Sebab, ketika Sara sudah bersikap, maka hal itu akan dipegang terus. Beberapa kali Sara memastikan bahwa dia tidak akan maju sebagai calon presiden Filipina, meski hasil poling menunjukkan bahwa dia adalah calon terkuat.

Dalam Facebook miliknya, Sara justru mengunggah foto dirinya yang mengisi pendaftaran pencalonan sebagai wali kota Davao untuk periode ketiga. Dia berterima kasih atas dukungan penduduk. Sara menegaskan bahwa dia memiliki tujuan yang sama dengan jutaan penduduk Filipina lainnya, yaitu hidup damai dan makmur.

Peter Tiu Lavina, juru bicara kampanye Duterte 2016 lalu, menyatakan, peluang Sara maju sebagai capres masih terbuka. Batas akhir pengisian formulir pencalonan adalah 8 Oktober nanti. Namun batas untuk penggantian calon masih 15 November. ’’Dia (Sara, Red) masih bisa menarik pencalonan dirinya (sebagai wali kota) dan maju sebagai kandidat presiden,’’ tegas Lavina seperti dikutip Inquirer.

Di lain pihak Emmanuel “Manny” D. Pacquiao tidak jadi maju sebagai capres dari PDP-Laban. Sejak lama, partai tersebut terbagi menjadi dua faksi. Yaitu kubu Duterte dan Pacquiao. Kini petinju legendaris Filipina itu maju diusung Gerakan Progresif untuk Devolusi Inisiatif (PROMDI). PDP-Laban menegaskan seharusnya pencalonan Pacquiao dianulir. Sebab dia masih menjadi anggota partai mereka tapi maju dari partai lain. Itu menunjukkan bahwa dia tidak setia.

Di lain pihak, Wakil Presiden Filipina Leni Robredo baru akan memutuskan maju atau tidak sebagai kandidat presiden pada pekan ini. Politikus perempuan yang berusia 56 tahun itu selama ini merupakan tokoh yang paling vokal mengkritik kebijakan Duterte. Dia akan diusung oleh kubu oposisi. Robredo akan menjadi satu-satunya calon dari kubu oposisi. Sebab tokoh lain diusung dari partai-partai yang berkoalisi dengan pemerintah. Mereka rata-rata mendukung kebijakan Duterte.

’’Pemilih Filipina bersedia memilih presiden perempuan tetapi mereka ingin dia adalah sosok yang bersemangat. Robredo terlalu baik,’’ ujar profesor ilmu politik Universitas Filipina Jean Franco seperti dikutip Agence France-Presse kemarin (3/10). Karena itu dukungan untuknya tidak sebesar Sara. (jawapos)

MANADOPOST.ID— ’’Itu pasangan Sara-Go.’’ Pernyataan itu diberikan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte beberapa jam setelah dia menyatakan mundur dari dunia politik.

Dia mengkonfirmasi bahwa putrinya, Sara Duterte-Carpio, akan maju sebagai kandidat presiden dan senator Christopher Lawrence “Bong” Go sebagai wakilnya. Mereka bakal maju dalam pemilu nasional tahun depan.

Duterte memang membuat kehebohan pada Sabtu (2/10) dengan menyatakan mundur dari dunia politik. Padahal sebelumnya dia berencana maju lagi sebagai calon wakil presiden mendampingi Go sebagai calon presiden. Politikus yang akrab disapa Digong itu merasa harus tetap menjabat, agar bisa berkelit dari penyelidikan pembunuhan oleh Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). Hal itu terkait sejarah pemberantasan anti narkoba yang digulirkannya.

Tapi Go menolak untuk menjadi orang nomer satu di Filipina. Begitu Duterte menyatakan mundur dari dunia politik, Go mau maju tapi hanya sebagai wakil. Dia sudah menyerahkan surat pendaftaran dirinya yang diusung oleh partai PDP-Laban. Namun meski Duterte yakin menyatakan bahwa Sara akan maju bersama Go, hingga kemarin belum ada kepastian.

Sara justru mengisi formulir untuk maju lagi sebagai wali kota Davao. Duterte mau tak mau harus membujuk putrinya. Di Filipina, politik dinasti adalah hal yang biasa. Duterte menjabat sebagai wali kota Davao selama 22 tahun, sebelum akhirnya posisi itu jatuh ke tangan putrinya saat dia menjadi orang nomer satu di Filipina. Putranya, Sebastian “Baste” Duterte, adalah wakil wali kota Davao.

’’Sebenarnya, kami (dia dan Sara, Red) belum berbicara tentang politik,’’ ujarnya seperti dikutip The Manila Times. Dia juga belum bisa memastikan apakah partai Sara, Hugpong ng Pagbabago, akan bergabung dengan PDP-Laban.

Berbanding terbalik dengan sang ayah, Baste pesimistis bahwa Sara akan berubah pikiran semudah itu. Butuh keajaiban untuk mengubah pendirian kakak perempuannya tersebut. Sebab, ketika Sara sudah bersikap, maka hal itu akan dipegang terus. Beberapa kali Sara memastikan bahwa dia tidak akan maju sebagai calon presiden Filipina, meski hasil poling menunjukkan bahwa dia adalah calon terkuat.

Dalam Facebook miliknya, Sara justru mengunggah foto dirinya yang mengisi pendaftaran pencalonan sebagai wali kota Davao untuk periode ketiga. Dia berterima kasih atas dukungan penduduk. Sara menegaskan bahwa dia memiliki tujuan yang sama dengan jutaan penduduk Filipina lainnya, yaitu hidup damai dan makmur.

Peter Tiu Lavina, juru bicara kampanye Duterte 2016 lalu, menyatakan, peluang Sara maju sebagai capres masih terbuka. Batas akhir pengisian formulir pencalonan adalah 8 Oktober nanti. Namun batas untuk penggantian calon masih 15 November. ’’Dia (Sara, Red) masih bisa menarik pencalonan dirinya (sebagai wali kota) dan maju sebagai kandidat presiden,’’ tegas Lavina seperti dikutip Inquirer.

Di lain pihak Emmanuel “Manny” D. Pacquiao tidak jadi maju sebagai capres dari PDP-Laban. Sejak lama, partai tersebut terbagi menjadi dua faksi. Yaitu kubu Duterte dan Pacquiao. Kini petinju legendaris Filipina itu maju diusung Gerakan Progresif untuk Devolusi Inisiatif (PROMDI). PDP-Laban menegaskan seharusnya pencalonan Pacquiao dianulir. Sebab dia masih menjadi anggota partai mereka tapi maju dari partai lain. Itu menunjukkan bahwa dia tidak setia.

Di lain pihak, Wakil Presiden Filipina Leni Robredo baru akan memutuskan maju atau tidak sebagai kandidat presiden pada pekan ini. Politikus perempuan yang berusia 56 tahun itu selama ini merupakan tokoh yang paling vokal mengkritik kebijakan Duterte. Dia akan diusung oleh kubu oposisi. Robredo akan menjadi satu-satunya calon dari kubu oposisi. Sebab tokoh lain diusung dari partai-partai yang berkoalisi dengan pemerintah. Mereka rata-rata mendukung kebijakan Duterte.

’’Pemilih Filipina bersedia memilih presiden perempuan tetapi mereka ingin dia adalah sosok yang bersemangat. Robredo terlalu baik,’’ ujar profesor ilmu politik Universitas Filipina Jean Franco seperti dikutip Agence France-Presse kemarin (3/10). Karena itu dukungan untuknya tidak sebesar Sara. (jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/