29.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Tunda Divaksin, Warga Singapura Ceritakan Bisa Lolos dari Kematian Usai Terpapar Covid

Meluarganya yang terdiri dari enam orang positif Covid-19. Untungnya, anak-anaknya dan suaminya hanya mengalami gejala ringan seperti demam dan sakit kepala.

Suaminya telah divaksinasi sebagian dan putra sulungnya divaksinasi penuh. Sisanya belum divaksinasi.

Setelah masuk ke NTFGH, dia dipindahkan ke National University Hospital (NUH) pada 14 September dan memakai Ecmo venoarterial, mesin jantung-paru yang digunakan untuk paru-paru bencana atau gagal jantung.

Mesin mengeluarkan darah dari pasien sebelum mengeluarkan karbon dioksida dari darah dan menambahkan oksigen ke dalamnya. Mesin kemudian memompa darah kembali ke pasien.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Jantung Lee berhasil pulih, tetapi beberapa gejala yang tersisa dan jaringan parut pada jaringan jantungnya tetap ada. Tubuhnya mengalami dekondisi parah, akibat sakit kritis, dan dia harus mempelajari kembali beberapa fungsi dasar.

“Saya harus menjalani terapi bicara, fisioterapi, terapi okupasi, dan awalnya saya harus belajar kembali cara makan, mandi sendiri, berjalan, keseimbangan dan melakukan hal-hal seperti melipat pakaian,” katanya.

Lee sekarang menjadi lebih mudah lelah dan terengah-engah dan perlahan-lahan mendapatkan kembali kekuatannya. “Saya tidak tahu betapa kritisnya saya ketika dirawat di rumah sakit,” kata Lee.

“Para dokter dan tim merawat saya dengan sangat baik. Dan saya akan benar-benar mendorong semua orang untuk mengambil vaksin sehingga mereka tidak menjadi sakit parah dan menjadi beban bagi dokter dan perawat yang telah bekerja berjam-jam,” ungkapnya.(Jawapos)

Meluarganya yang terdiri dari enam orang positif Covid-19. Untungnya, anak-anaknya dan suaminya hanya mengalami gejala ringan seperti demam dan sakit kepala.

Suaminya telah divaksinasi sebagian dan putra sulungnya divaksinasi penuh. Sisanya belum divaksinasi.

Setelah masuk ke NTFGH, dia dipindahkan ke National University Hospital (NUH) pada 14 September dan memakai Ecmo venoarterial, mesin jantung-paru yang digunakan untuk paru-paru bencana atau gagal jantung.

Mesin mengeluarkan darah dari pasien sebelum mengeluarkan karbon dioksida dari darah dan menambahkan oksigen ke dalamnya. Mesin kemudian memompa darah kembali ke pasien.

Jantung Lee berhasil pulih, tetapi beberapa gejala yang tersisa dan jaringan parut pada jaringan jantungnya tetap ada. Tubuhnya mengalami dekondisi parah, akibat sakit kritis, dan dia harus mempelajari kembali beberapa fungsi dasar.

“Saya harus menjalani terapi bicara, fisioterapi, terapi okupasi, dan awalnya saya harus belajar kembali cara makan, mandi sendiri, berjalan, keseimbangan dan melakukan hal-hal seperti melipat pakaian,” katanya.

Lee sekarang menjadi lebih mudah lelah dan terengah-engah dan perlahan-lahan mendapatkan kembali kekuatannya. “Saya tidak tahu betapa kritisnya saya ketika dirawat di rumah sakit,” kata Lee.

“Para dokter dan tim merawat saya dengan sangat baik. Dan saya akan benar-benar mendorong semua orang untuk mengambil vaksin sehingga mereka tidak menjadi sakit parah dan menjadi beban bagi dokter dan perawat yang telah bekerja berjam-jam,” ungkapnya.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/